WANGON, INFO BANYUMAS – Semangat kepanduan dunia tidak sekadar dirayakan dengan upacara seremonial, melainkan diejawantahkan melalui aksi nyata pengabdian masyarakat oleh generasi muda di wilayah Wangon. Pada Minggu (22/2/2026), puluhan siswa kelas V dan VI SDN 2 Randegan mengubah momentum peringatan Baden Powell Day menjadi sebuah gerakan sosial bertajuk aksi bersih-bersih dan distribusi kitab suci Al-Qur’an yang dipusatkan di Masjid Abu Bakar, Desa Randegan.
Peringatan hari lahir pendiri gerakan kepanduan sedunia, Robert Baden-Powell, yang jatuh setiap tanggal 22 Februari, disambut dengan antusiasme tinggi oleh keluarga besar SDN 2 Randegan melalui serangkaian kegiatan filantropi dan kerja bakti. Mengenakan seragam Pramuka lengkap, para siswa kelas atas ini terjun langsung melakukan pembersihan total di area Masjid Abu Bakar, mulai dari sanitasi tempat wudu hingga penataan ruang utama ibadah. Kegiatan tersebut dirancang untuk mengintegrasikan nilai-nilai spiritualitas dengan semangat kepedulian sosial, yang sekaligus menjadi bukti bahwa pendidikan karakter di sekolah ini melampaui batas-batas dinding kelas.
Pelaksanaan kegiatan tersebut secara teknis melibatkan koordinasi intensif antara pihak sekolah dan pengurus masjid setempat guna memastikan setiap sudut bangunan ibadah mendapatkan perawatan yang maksimal. Para siswa dibagi ke dalam unit-unit kerja kecil yang memiliki tanggung jawab spesifik, seperti pembersihan kaca, penyikatan lantai selasar, hingga pembersihan debu pada karpet sajadah. Kehadiran para pendidik seperti Pak Irsyad, Pak Yana, Bu Diyah, Bu Reni, Bu Putri, dan Bu Wulan di lokasi berfungsi sebagai fasilitator sekaligus pengawas yang memastikan aspek keselamatan dan efektivitas kerja tetap terjaga selama aksi berlangsung.
Melalui pendampingan tersebut, para guru berupaya menanamkan pemahaman mendalam bahwa gerakan Pramuka adalah tentang kemanfaatan bagi sesama. Tidak hanya berfokus pada kebersihan fisik bangunan, agenda tersebut juga mencakup dimensi religius melalui penyerahan sejumlah mushaf Al-Qur’an baru kepada takmir Masjid Abu Bakar. Penyerahan bantuan tersebut diharapkan mampu menunjang kegiatan tadarus dan pendidikan agama bagi warga sekitar, sehingga dampak dari peringatan Baden Powell Day ini dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh jemaah masjid.
Respon positif dari masyarakat sekitar pun mengalir deras seiring dengan berlangsungnya aksi tersebut. Warga menilai bahwa inisiatif yang diambil oleh SDN 2 Randegan merupakan langkah konkret dalam membentuk mentalitas "Pramuka yang berbakti." Kesungguhan para siswa dalam menjalankan tugas-tugas kebersihan tersebut mencerminkan keberhasilan internalisasi Dasa Darma Pramuka, khususnya poin kedua yakni "Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia" serta poin kesembilan mengenai "Bertanggung jawab dan dapat dipercaya."
Di sela-sela kesibukan mengatur alur kerja bakti, Pak Irsyad selaku salah satu guru pendamping menekankan pentingnya pergeseran paradigma dalam memperingati hari besar kepramukaan.
“Boden Powell Day menjadi momentum yang tepat untuk mengajarkan anak-anak arti kepedulian, kerja sama, dan pengabdian kepada masyarakat. Kami ingin mereka memahami bahwa esensi dari setiap latihan kepanduan yang mereka terima setiap minggu di sekolah adalah untuk dipraktikkan saat ini, di tengah masyarakat, bukan sekadar teori di buku saku,” ujar Pak Irsyad dengan nada tegas namun penuh kebanggaan.
Senada dengan hal tersebut, Bu Diyah juga menyoroti aspek psikologis dan empati yang ingin dibangun melalui pemberian Al-Qur’an. Baginya, menyentuh sisi spiritual siswa merupakan kunci utama dalam pembentukan akhlakul karimah di era modern.
“Anak-anak belajar bahwa menjadi Pramuka bukan hanya tentang baris-berbaris atau kegiatan perkemahan, tetapi juga tentang aksi nyata yang bermanfaat bagi lingkungan. Melalui kegiatan berbagi ini, kami berharap tumbuh rasa empati dan semangat berbagi sejak dini di dalam hati mereka. Melihat mereka tersenyum saat menyerahkan Al-Qur’an adalah sebuah pencapaian karakter yang luar biasa bagi kami sebagai pendidik,” tutur Bu Diyah saat mendampingi prosesi penyerahan simbolis.
Kegiatan yang berakhir menjelang waktu zuhur ini meninggalkan kesan mendalam bagi para siswa. Pengalaman fisik dalam membersihkan rumah ibadah dan pengalaman batin dalam berbagi materi memberikan pelajaran hidup yang tidak ditemukan dalam buku teks. SDN 2 Randegan melalui aksi ini telah berhasil membuktikan bahwa peringatan hari bersejarah seperti Baden Powell Day bisa menjadi pemicu perubahan positif di tingkat akar rumput.
Dengan masjid yang kini tampak lebih resik dan nyaman, serta ketersediaan Al-Qur’an yang lebih memadai, kontribusi kecil dari siswa-siswi Randegan ini diharapkan menjadi pemantik bagi institusi pendidikan lain untuk melakukan hal serupa. Pada akhirnya, semangat Robert Baden-Powell tetap hidup bukan karena sejarahnya yang dibaca, melainkan karena teladannya yang terus dihidupkan oleh tangan-tangan mungil generasi penerus bangsa.
Kontributor: Nawangsih Cahya Wulandari

Posting Komentar