Bazar Ramadan Penuh Makna: Sekolah Inklusif SDN 5 Arcawinangun Ajarkan Empati, Kemandirian, dan Kepedulian


ARCWINANGUN - Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di lingkungan SD Negeri 5 Arcawinangun ketika sekolah tersebut menggelar kegiatan Bazar Ramadan yang melibatkan siswa, guru, wali murid, serta masyarakat sekitar. Kegiatan yang dilaksanakan pada momentum bulan suci Ramadan itu menjadi ajang berbagi sekaligus pembelajaran karakter bagi para siswa, terutama dalam menumbuhkan empati, semangat berwirausaha, serta kepedulian sosial.


Bazar yang digelar di lingkungan sekolah tersebut menghadirkan berbagai barang kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau, mulai dari pakaian pantas pakai hingga aneka barang yang masih layak digunakan. Selain memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, kegiatan ini juga menjadi ruang belajar nyata bagi siswa untuk memahami nilai-nilai kebersamaan dan solidaritas sosial.


Salah satu guru di SD Negeri 5 Arcawinangun, Amina Gustina, menjelaskan bahwa kegiatan bazar Ramadan tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah dalam membangun karakter siswa melalui kegiatan yang bersifat edukatif sekaligus sosial.


“Hari ini SD Negeri 5 Arcawinangun mengadakan Bazar Ramadan dengan menjual barang-barang murah serta pakaian pantas pakai. Tujuan dari kegiatan ini adalah membentuk karakter anak-anak, seperti empati, toleransi, kemandirian, semangat berwirausaha, serta menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama,” ujar Amina Gustina saat menjelaskan tujuan kegiatan tersebut.


Kegiatan bazar tersebut tidak hanya diikuti oleh para siswa dan guru, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif dari para wali murid. Kolaborasi antara pihak sekolah dan orang tua menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan kegiatan yang sarat nilai pendidikan tersebut.


Sebagai sekolah inklusif, SD Negeri 5 Arcawinangun memiliki komitmen kuat untuk memberikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh siswa, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus yang menjadi bagian penting dari komunitas sekolah.


Amina Gustina menegaskan bahwa sekolahnya saat ini memiliki total 97 siswa, di mana sebagian besar di antaranya merupakan anak-anak berkebutuhan khusus yang tetap mendapatkan hak dan kesempatan yang sama dalam proses pendidikan.


“Perlu diketahui bahwa dari total 97 siswa di sekolah kami, sebanyak 67 di antaranya adalah anak-anak berkebutuhan khusus. Mereka memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam belajar dan berpartisipasi dalam setiap kegiatan sekolah,” jelasnya.


Kegiatan bazar tersebut juga mendapat perhatian dari pemerintah desa serta pengawas pendidikan yang hadir untuk melihat langsung pelaksanaan kegiatan. Kehadiran sejumlah tokoh tersebut menambah semangat para siswa, guru, dan wali murid yang terlibat dalam kegiatan tersebut.


Kepala Desa Arcawinangun, Dimas, yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi terhadap inisiatif sekolah dalam menyelenggarakan kegiatan berbasis pendidikan karakter yang melibatkan masyarakat secara langsung.


“Kegiatan seperti ini sangat baik karena tidak hanya melibatkan sekolah, tetapi juga masyarakat sekitar. Anak-anak dapat belajar tentang kepedulian sosial sekaligus memahami nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Dimas saat menghadiri kegiatan bazar tersebut.


Selama kegiatan berlangsung, suasana tampak meriah dengan berbagai aktivitas jual beli yang dilakukan oleh siswa dengan pendampingan guru dan orang tua. Para siswa terlihat antusias ketika membantu menawarkan barang dagangan kepada para pengunjung yang datang.


Selain memberikan pengalaman belajar tentang kewirausahaan, kegiatan bazar Ramadan ini juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai ibadah melalui kegiatan berbagi kepada sesama, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan.


“Alhamdulillah kegiatan bazar ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat, baik bagi siswa, wali murid, maupun masyarakat sekitar,” tutup Amina Gustina.


Melalui kegiatan seperti ini, SD Negeri 5 Arcawinangun berharap nilai-nilai empati, toleransi, serta semangat berbagi dapat terus tumbuh dalam diri para siswa. Pendidikan tidak hanya hadir melalui pelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata yang mengajarkan anak-anak tentang arti kepedulian, kemandirian, dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.





Post a Comment

Lebih baru Lebih lama