DERMAJI - Di tengah keterbatasan anggaran pembangunan desa, warga RW 05 Desa Dermaji menunjukkan semangat luar biasa melalui kegiatan perbaikan jalan lingkungan yang dilaksanakan sepanjang Maret 2026. Tanpa bergantung sepenuhnya pada dana pemerintah, masyarakat bersama pengurus wilayah berinisiatif melakukan gotong royong dan penggalangan donasi demi memperbaiki sejumlah ruas jalan rusak menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Kegiatan ini melibatkan seluruh elemen masyarakat di wilayah Dusun 2, khususnya warga RW 05 yang tersebar di beberapa RT. Sejumlah titik jalan yang sebelumnya rusak dan menyulitkan akses kendaraan kini menjadi prioritas perbaikan agar masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih nyaman, terutama saat momentum arus mudik Lebaran.
Ketua RW 05, Risno, menyampaikan bahwa kegiatan ini berangkat dari kondisi nyata yang dihadapi masyarakat akibat keterbatasan dana desa yang berdampak pada minimnya pembangunan infrastruktur di tingkat lingkungan.
“Kami menyadari bahwa kondisi anggaran saat ini sangat terbatas, sehingga kami bersama warga berinisiatif untuk tidak menunggu, tetapi bergerak bersama melalui donasi dan gotong royong demi memperbaiki jalan lingkungan,” ujar Risno.
Perbaikan jalan dilakukan secara bertahap di beberapa titik yang mengalami kerusakan cukup parah. Warga tidak hanya berkontribusi dalam bentuk dana, tetapi juga tenaga. Mereka secara sukarela terlibat langsung dalam proses pengerjaan, mulai dari persiapan hingga tahap akhir pembangunan jalan.
Semangat kebersamaan terlihat begitu kuat selama kegiatan berlangsung. Antusiasme warga yang tinggi membuat proses pengerjaan berjalan lancar, bahkan melampaui ekspektasi pengurus yang sebelumnya sempat merasa khawatir terhadap keterbatasan biaya.
Risno mengaku terharu melihat kekompakan warga dalam mendukung kegiatan tersebut, terutama karena kondisi ekonomi masyarakat yang tidak menentu tidak menyurutkan semangat mereka untuk tetap berkontribusi.
“Saya sangat kagum dengan warga kami. Awalnya kami sempat ragu apakah donasi akan mencukupi, tetapi ternyata masyarakat menunjukkan kepedulian yang luar biasa. Ini menjadi bukti bahwa gotong royong masih hidup di tengah masyarakat,” tambahnya.
Tahap akhir perbaikan jalan difokuskan di lingkungan RT 03 RW 05. Pada tahap ini, warga bahkan mengambil inisiatif lebih lanjut dengan melaksanakan pengerjaan secara gotong royong pada malam hari setelah salat tarawih guna menghemat biaya operasional.
Ketua RT 03 RW 05, Teguh Dwi S, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab dan rasa terima kasih warga atas terselenggaranya pembangunan di wilayah mereka.
“Kami tahu bahwa kegiatan ini bersumber dari donasi warga. Sebagai bentuk terima kasih, kami sepakat pengerjaan tahap akhir dilakukan secara gotong royong pada malam hari setelah tarawih agar dapat mengurangi pengeluaran,” jelas Teguh Dwi S.
Pelaksanaan kegiatan menjelang bulan Ramadan dan Lebaran menjadi momentum yang tepat, karena jalan yang telah diperbaiki diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat, termasuk para pemudik yang akan kembali ke kampung halaman.
Selain memberikan manfaat secara fisik berupa akses jalan yang lebih baik, kegiatan ini juga memperkuat nilai sosial di tengah masyarakat, seperti kebersamaan, kepedulian, dan semangat saling membantu dalam menghadapi keterbatasan.
Melalui kegiatan perbaikan jalan ini, warga RW 05 Desa Dermaji telah menunjukkan bahwa pembangunan tidak selalu harus menunggu bantuan dari luar. Dengan kebersamaan dan gotong royong, masyarakat mampu menghadirkan perubahan nyata bagi lingkungan mereka sendiri.
Kisah dari Dermaji ini menjadi bukti bahwa semangat kolektif dan kepedulian sosial masih menjadi kekuatan utama dalam membangun desa. Jalan yang kini kembali layak dilalui bukan hanya menjadi simbol pembangunan fisik, tetapi juga menjadi jejak kebersamaan yang akan terus dikenang oleh warga sebagai hasil perjuangan bersama.
Kontributor: Dian Pras
Posting Komentar