Kegiatan diawali dengan aksi berbagi takjil yang melibatkan seluruh siswa dari kelas satu hingga kelas enam. Para siswa kelas satu sampai kelas tiga membagikan takjil di depan sekolah, sementara siswa kelas empat hingga kelas enam membagikannya kepada masyarakat di depan masjid. Aksi sederhana tersebut menghadirkan suasana haru sekaligus kegembiraan bagi masyarakat sekitar yang menerima hidangan berbuka. Para siswa tampak antusias menjalankan kegiatan tersebut sebagai bentuk pembelajaran nyata tentang kepedulian sosial di bulan suci Ramadan.
Kepala sekolah Warsono dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Safari Ramadan ini merupakan bagian dari pendidikan karakter yang ingin ditanamkan kepada para siswa. “Kami ingin anak-anak belajar bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang berbagi, peduli kepada sesama, dan memperbanyak amal kebaikan,” ujarnya di hadapan para guru, siswa, serta masyarakat yang hadir.
Setelah kegiatan berbagi takjil, para peserta kemudian berkumpul di dalam masjid untuk mengikuti rangkaian acara menjelang berbuka puasa. Suasana menjadi semakin khusyuk ketika para siswa bersama-sama melantunkan Asmaul Husna, bersalawat, dan membaca Al-Qur’an. Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah untuk membiasakan peserta didik menjalani aktivitas Ramadan dengan kegiatan yang bermanfaat serta memperkuat nilai religius dalam kehidupan sehari-hari.
Kemeriahan kegiatan semakin terasa ketika sesi dongeng Islami dimulai. Dongeng disampaikan oleh Analis Hasby Azizah yang akrab disapa Kak Ana. Dalam dongengnya, ia mengangkat kisah tentang pentingnya kesabaran dan ketulusan dalam menjalani ibadah di bulan Ramadan. “Ramadan adalah bulan latihan kesabaran. Jika kita mampu menahan diri dari hal-hal kecil, maka kita juga akan mampu menjadi pribadi yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya kepada para siswa yang menyimak dengan penuh perhatian.
Selain kegiatan keagamaan, acara juga diselingi dengan pemberian bingkisan sebagai bentuk apresiasi kepada para tokoh yang selama ini berperan aktif dalam kegiatan keagamaan di lingkungan sekitar masjid. Bingkisan tersebut diberikan kepada takmir masjid, ustadzah Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), serta beberapa warga yang selama ini membantu kegiatan keagamaan di wilayah Bentul. Pemberian tersebut menjadi simbol penghargaan sekaligus bentuk kepedulian sekolah terhadap masyarakat sekitar.
Warsono kembali menegaskan bahwa kegiatan Safari Ramadan tidak akan berhasil tanpa dukungan berbagai pihak. Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada mahasiswa KKN dari Universitas Wijayakusuma Purwokerto serta para donatur yang turut membantu terlaksananya kegiatan tersebut. “Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN, para donatur, dan semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini. Semoga kebersamaan ini menjadi amal kebaikan bagi kita semua,” ungkapnya.
Suasana semakin meriah ketika panitia mengadakan sesi kuis Ramadan bagi para siswa. Anak-anak yang berhasil menjawab pertanyaan mendapatkan door prize sebagai bentuk apresiasi. Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana edukasi untuk menguji pengetahuan siswa tentang nilai-nilai Islam dan makna Ramadan. Tawa dan tepuk tangan para siswa memenuhi ruangan, menambah kehangatan suasana menjelang waktu berbuka puasa.
Salah satu momen yang menyentuh hati terjadi ketika bingkisan diserahkan kepada Rasimin, seorang muadzin di masjid tersebut. Meski memiliki keterbatasan penglihatan sejak lahir, Rasimin dikenal aktif mengumandangkan azan dan membantu kegiatan keagamaan di masjid. Kehadirannya menjadi teladan bagi para siswa tentang arti ketulusan dalam beribadah dan berbuat baik kepada sesama.
Rasimin mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas perhatian yang diberikan oleh pihak sekolah dan para siswa. “Saya sangat senang dan berterima kasih atas bingkisan yang diberikan. Semoga anak-anak SD Negeri Bentul bisa terus belajar berbuat baik dan menjadi generasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya dengan penuh haru.
Menutup rangkaian kegiatan, pihak sekolah menyampaikan bahwa Safari Ramadan akan terus berlanjut pada pekan berikutnya. Program Safari Ramadan minggu kedua dijadwalkan berlangsung pada 9–12 Maret 2026 di beberapa musala di wilayah Dusun Bentul, Desa Kebasen, serta Desa Kalisalak. Puncak kegiatan direncanakan akan digelar di Masjid Nur Al Ma'sum Bentul Kebasen. Melalui rangkaian kegiatan ini, SD Negeri Bentul berharap nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan spiritualitas yang tumbuh selama Ramadan dapat terus tertanam kuat dalam diri para siswa hingga masa depan mereka.
Posting Komentar