LUMBIR, INFO BANYUMAS – Aula Balai Desa Cirahab menjadi saksi bisu lahirnya sebuah komitmen besar pada Senin (30/03/2026), saat jajaran Pemerintah Desa, TNI, dan tokoh masyarakat berkumpul untuk merumuskan struktur kepanitiaan Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) serta Bhakti TNI Tahun Anggaran 2026. Pertemuan strategis ini merupakan langkah konkret pemerintah setempat dalam menindaklanjuti Keputusan Bupati Banyumas Nomor 27 Tahun 2026 terkait penetapan penerima bantuan keuangan khusus APBD untuk sektor pembangunan infrastruktur perdesaan. Dengan terbentuknya panitia ini, Desa Cirahab resmi memulai hitung mundur menuju transformasi wilayah melalui skema TMMD Sengkuyung Tahap III yang diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi dan aksesibilitas bagi ribuan warga di pelosok Kecamatan Lumbir.
Pembentukan panitia tersebut merupakan manifestasi dari semangat manunggalnya alat pertahanan negara dengan rakyat dalam menyentuh titik-titik pembangunan yang selama ini sulit dijangkau secara mandiri oleh desa. Dalam forum yang dihadiri oleh unsur Forkopimcam Lumbir tersebut, ditekankan bahwa TMMD bukan sekadar proyek fisik konstruksi, melainkan sebuah simfoni pemberdayaan yang melibatkan aspek nonfisik seperti penyuluhan kesehatan, wawasan kebangsaan, hingga pelatihan ekonomi kreatif. Keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam struktur kepanitiaan menjadi kunci utama agar program ini tidak kehilangan jati diri kerakyatannya.
Kegiatan tersebut direncanakan secara matang sebagai fondasi awal guna menyukseskan pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap III yang secara teknis akan membedah persoalan infrastruktur dasar di Desa Cirahab. Sebagai program terpadu lintas sektoral, inisiatif tersebut berfokus pada percepatan pembangunan desa melalui penguatan semangat gotong royong yang menjadi napas utama masyarakat Banyumas. Di sisi lain, penetapan personel dalam panitia tersebut juga mengemban misi untuk memastikan bahwa setiap sen dana bantuan keuangan khusus dari APBD Kabupaten Banyumas dapat dikonversi menjadi kualitas pekerjaan yang tahan lama dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat desa dalam jangka panjang.
Kepala Desa Cirahab, dalam pidato pembukaannya, tidak dapat menyembunyikan rasa syukur atas terpilihnya desa yang ia pimpin sebagai lokus pembangunan TNI tahun ini. Ia memandang momentum ini sebagai "hadiah" sekaligus tantangan besar bagi integritas warga Cirahab dalam berkolaborasi.
"Alhamdulillah, Desa Cirahab mendapatkan program TMMD tahun ini. Ini adalah amanah besar bagi kita semua. Untuk itu, diperlukan kerja sama yang solid dari semua pihak, tanpa terkecuali, agar pelaksanaan kegiatan nantinya dapat berjalan dengan baik, lancar, dan yang paling utama adalah memberikan manfaat nyata yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat kita," tegas Kepala Desa Cirahab dengan penuh optimisme.
Menilik sisi teknis, keterlibatan personel TNI dari Koramil Lumbir akan menjadi tulang punggung dalam pengawasan dan pengerjaan fisik di lapangan. Berbeda dengan proyek kontraktual biasa, TMMD mengedepankan disiplin militer yang dipadukan dengan kearifan lokal. Salah satu poin krusial yang dibahas dalam rapat tersebut adalah rencana pembangunan infrastruktur jembatan yang akan dimulai dalam waktu dekat sebagai langkah pra-TMMD sebelum pembukaan resmi dilakukan pada pertengahan tahun.
Perwakilan dari Danramil Lumbir memaparkan bahwa jadwal pelaksanaan pembukaan kegiatan TMMD direncanakan akan jatuh pada rentang bulan Juni hingga Juli 2026. Namun, ia menekankan bahwa sebelum seremoni pembukaan dilakukan, pembangunan jembatan akan didahulukan agar mobilisasi material ke titik-titik pembangunan lainnya tidak terhambat. Ia juga menggarisbawahi bahwa kesiapan tenaga kerja dari unsur masyarakat menjadi variabel penentu kesuksesan program ini.
"Pelaksanaan pembukaan TMMD direncanakan mulai Juni sampai Juli 2026, namun pembangunan jembatan akan kami laksanakan terlebih dahulu dalam waktu dekat sebagai langkah awal. Kami sangat menekankan pentingnya kesiapan tenaga kerja dari masyarakat. Untuk optimalisasi, tenaga kerja akan dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi pagi dan siang, sehingga pekerjaan dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan target waktu tetap tercapai tanpa mengurangi kualitas," jelas perwakilan Danramil Lumbir.
Camat Lumbir yang hadir memberikan arahan kewilayahan, mengawali sambutannya dengan nuansa kekeluargaan. Mengingat kegiatan berlangsung di penghujung bulan Maret yang masih berselimut suasana Syawal, ia menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh audiens sebelum masuk ke materi evaluasi dan instruksi kebijakan pembangunan.
Dalam arahannya, Camat Lumbir memberikan peringatan keras kepada panitia yang baru terbentuk agar tidak bermain-main dengan integritas anggaran dan kualitas fisik bangunan. Ia mengingatkan bahwa dana TMMD adalah dana rakyat yang harus dikelola dengan prinsip transparansi dan efisiensi tinggi.
"Saya instruksikan agar dalam pelaksanaan TMMD nanti, seluruh panitia dan pihak terlibat mengedepankan efisiensi anggaran serta kualitas hasil pekerjaan. Kita ingin hasil pembangunan ini benar-benar memberikan dampak jangka panjang, bukan sekadar proyek sekali jadi. Selain itu, tenaga kerja harus berasal dari masyarakat sekitar. Tujuannya jelas, yakni meningkatkan pemberdayaan masyarakat sekaligus menumbuhkan rasa memiliki. Jika mereka yang membangun sendiri, mereka jugalah yang akan menjaga hasil pembangunan tersebut dengan lebih baik," pesan Camat Lumbir dengan tegas.
Dengan resminya pembentukan panitia ini, Desa Cirahab kini berada di ambang perubahan besar. Program TMMD yang secara historis terbukti ampuh mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat, diharapkan mampu memutus isolasi geografis di beberapa dusun di Cirahab. Fokus pada pembangunan jalan dan drainase diprediksi akan memperlancar arus distribusi hasil bumi, yang pada gilirannya akan mendongkrak pendapatan ekonomi warga setempat.
Harapan besar kini tertumpang pada pundak panitia yang telah dibentuk agar seluruh rangkaian kegiatan mulai dari pra-TMMD hingga penutupan nantinya dapat berjalan tanpa kendala berarti. Kolaborasi antara kekuatan militer, kebijakan pemerintah daerah, dan semangat gotong royong warga Cirahab menjadi potret ideal pembangunan nasional yang dimulai dari pinggiran, demi mewujudkan desa yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing tinggi.
Kontributor Berita : Topo Setyanto

Posting Komentar