SOKAWERA - Di tengah suasana hangat pasca Idulfitri 1447 Hijriah, warga RT 02 Desa Sokawera menggelar kegiatan halal bihalal yang berlangsung penuh kebersamaan dan makna pada Sabtu (21/03/2026) di halaman rumah salah satu warga, menjadi momen silaturahmi dan saling memaafkan antarwarga setelah sebulan menjalani ibadah Ramadan.
Kegiatan halal bihalal ini sudah menjadi tradisi tahunan warga RT 02 Desa Sokawera yang selalu dilaksanakan setiap tahun. Di tengah rutinitas silaturahmi ke rumah sanak saudara, warga tetap menyempatkan diri untuk berkumpul bersama dalam satu lingkungan, mempererat hubungan sosial dan kekeluargaan antarwarga.
“Halal bihalal ini bukan hanya acara kumpul biasa, tetapi menjadi momen penting bagi warga untuk saling memaafkan dan mempererat kebersamaan yang sudah terjalin selama ini,” ujar Ketua RT 02, Teguh Ujianto, saat menyampaikan ikrar silaturahmi.
Meskipun cuaca siang itu cukup terik, tidak mengurangi semangat warga untuk hadir. Sejak pukul 13.30 WIB, warga mulai berdatangan dengan penuh antusias, saling menyapa, berjabat tangan, dan bercengkerama dalam suasana yang penuh kehangatan. Tidak hanya orang tua, anak-anak dan remaja juga ikut hadir mengikuti kegiatan dengan tertib.
Acara dibuka oleh pembawa acara dan berlangsung dengan sederhana namun penuh makna. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan ikrar silaturahmi yang disampaikan oleh Ketua RT sebagai perwakilan warga untuk menyampaikan permohonan maaf dan rasa terima kasih atas kebersamaan warga selama ini.
“Kami atas nama pengurus RT memohon maaf apabila selama menjalankan tugas terdapat kesalahan, dan kami juga mengucapkan terima kasih atas kebersamaan warga yang selalu menjaga kerukunan di lingkungan kita,” lanjut Teguh Ujianto.
Setelah ikrar dari Ketua RT, acara dilanjutkan dengan penerimaan ikrar dari perwakilan warga yang disampaikan oleh Ibu Daryani. Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan pentingnya momen halal bihalal sebagai sarana mempererat tali persaudaraan dan saling memaafkan dengan tulus.
Sebelum memasuki acara inti, warga mendapatkan siraman rohani melalui tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Fauzi Musof. Dalam tausiyahnya, beliau mengingatkan bahwa makna kembali suci setelah Ramadan bukan hanya dari pakaian baru atau makanan enak, tetapi dari hati yang bersih dari kesombongan dan penyakit hati.
“Apapun yang kita lakukan semata karena rahmat-Nya, bukan karena kita hebat atau paling bisa. Manusia tidak bisa melakukan apa pun tanpa pertolongan Allah,” ungkap Ustadz Fauzi Musof dalam tausiyahnya.
Beliau juga mengingatkan agar manusia tidak memiliki sifat sombong, merasa paling benar, atau paling pintar, karena sifat tersebut merupakan salah satu godaan yang dapat merusak hati manusia. Tausiyah tersebut membuat suasana menjadi hening dan penuh perenungan bagi warga yang hadir.
Memasuki acara inti, seluruh warga kemudian berbaris dengan tertib untuk saling berjabat tangan dan mengucapkan mohon maaf lahir dan batin. Momen ini menjadi puncak acara yang paling mengharukan, karena semua warga saling memaafkan dengan tulus tanpa memandang usia maupun status sosial.
“Melalui halal bihalal ini, kami berharap hubungan antarwarga semakin harmonis dan kebersamaan di lingkungan RT 02 Desa Sokawera terus terjaga,” ujar salah satu panitia kegiatan.
Kegiatan halal bihalal tersebut akhirnya ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama yang semakin menambah suasana kekeluargaan. Tawa, cerita, dan obrolan ringan menjadi penutup siang itu, meninggalkan kesan bahwa kebersamaan sederhana seperti inilah yang sebenarnya menjadi kekuatan utama dalam kehidupan bermasyarakat.
Kontributor: Yuli Kismawati
Posting Komentar