PURBALINGGA, INFO BANYUMAS – Di tengah hiruk-pikuk persiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, sebuah pemandangan berbeda tampak di area belakang SD Negeri 2 Jatisaba. Sekolah yang biasanya hanya menjadi tempat bagi aktivitas belajar mengajar, kini bertransformasi menjadi unit usaha produktif yang menginspirasi. Berkat inisiasi cerdas sang kepala sekolah dalam memanfaatkan lahan kosong yang sebelumnya terbengkalai, institusi pendidikan ini berhasil melakukan panen perdana ikan gurameh pada Selasa (10/3). Langkah strategis ini tidak hanya bertujuan untuk optimalisasi aset sekolah, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa semangat kewirausahaan dapat tumbuh subur di lingkungan pendidikan melalui kolaborasi yang solid antara guru dan tenaga kependidikan.
Pemanfaatan lahan kosong tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah dalam membangun ketahanan pangan mandiri serta menciptakan lingkungan sekolah yang lebih hijau dan produktif. Inisiatif tersebut awalnya muncul dari pemikiran Kepala SD Negeri 2 Jatisaba, Wantoro, S.Pd.SD., yang melihat adanya potensi ruang yang tidak terpakai di halaman belakang gedung sekolah. Alih-alih membiarkannya ditumbuhi semak belukar, ia memutuskan untuk mengubah lahan tersebut menjadi area budidaya pembesaran ikan gurameh. Program tersebut sengaja dirancang dengan skala rumahan namun dikelola secara profesional agar hasilnya dapat dirasakan langsung oleh seluruh warga sekolah, terutama menjelang momentum perayaan hari besar keagamaan.
Keberhasilan panen tersebut dinilai sangat tepat waktu mengingat permintaan pasar terhadap ikan air tawar, khususnya gurameh, cenderung melonjak drastis saat mendekati Idul Fitri. Dengan harga pasar yang saat ini mencapai Rp75.000 per kilogram, komoditas tersebut menjadi aset yang sangat berharga. Selain memberikan nilai ekonomis, kegiatan budidaya tersebut juga berfungsi sebagai sarana rekreasi bagi para staf sekolah di sela-sela kesibukan mendidik siswa. Proses perawatan yang dilakukan secara gotong royong tersebut mempererat ikatan kekeluargaan antar-pegawai, menjadikan hasil panen ini bukan sekadar soal angka, melainkan tentang kepuasan atas proses kerja keras bersama.
Secara teknis, pengelolaan kolam dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar sekolah. Pakan ikan yang digunakan pun merupakan pakan alami yang ramah kantong, seperti tanaman talas yang tumbuh subur di sekitar area tersebut. Pendekatan organik tersebut dipilih untuk menekan biaya produksi sekaligus memastikan kualitas ikan yang dihasilkan lebih sehat dan memiliki tekstur daging yang lebih padat. Meski kapasitas produksinya belum dalam skala besar, keberhasilan ini menjadi pionir bagi sekolah lain di wilayah Kecamatan Purbalingga untuk lebih kreatif dalam memetakan potensi lahan yang mereka miliki.
Kepala SD Negeri 2 Jatisaba, Wantoro, S.Pd.SD., mengungkapkan bahwa gagasan ini murni merupakan bentuk kecintaannya terhadap lingkungan sekolah yang asri namun tetap menghasilkan.
"Usaha produktif yang kami lakukan ini berupa budidaya pembesaran ikan gurameh dengan memanfaatkan lahan kosong yang berada di halaman belakang gedung sekolah. Hal ini memang sengaja kami fokuskan untuk budidaya pembesaran ikan gurameh agar lahan yang tadinya tidak berfungsi bisa menjadi lebih bermanfaat bagi internal sekolah," ujar Wantoro saat ditemui di lokasi kolam.
Senada dengan kepala sekolah, Warsun, selaku penjaga sekolah yang menjadi ujung tombak perawatan harian ikan-ikan tersebut, menjelaskan secara mendetail mengenai teknis budidaya yang diterapkan di sekolah tersebut.
"Kami memiliki dua kolam dengan ukuran masing-masing 3x2 meter. Dalam satu kolam, kami isi sebanyak 15 ekor ikan gurameh. Untuk urusan pakan, kami menggunakan tanaman talas dan sejenisnya yang memang sangat disukai oleh ikan gurameh. Walaupun jumlahnya tidak terlalu banyak, namun bagi kami sangat menikmati setiap prosesnya. Apalagi di waktu menjelang Hari Raya Idul Fitri ini, harga ikan gurameh bisa mencapai Rp75.000 per kilogram, jadi hasilnya sangat terasa," jelas Warsun sembari menjaring ikan-ikan yang siap panen.
Keberhasilan tersebut juga tidak lepas dari dukungan finansial dan semangat kolektif dari para tenaga pendidik. Joko Sutopo, S.Pd.SD., salah satu guru di SD Negeri 2 Jatisaba, menekankan bahwa proyek ini adalah hasil iuran sukarela demi kemajuan bersama.
"Usaha ini memang awalnya digagas oleh Bapak Kepala Sekolah, dan selanjutnya kami para guru menyambut baik ide kreatif tersebut. Untuk pengerjaan fisik kolamnya, memang Bapak Kepala Sekolah dan Pak Warsun yang mengusahakan, sedangkan untuk pengadaan bibit ikan guramehnya berasal dari iuran Bapak dan Ibu Guru serta tenaga kependidikan di sini. Ini adalah proyek dari kami, oleh kami, dan untuk kami semua," pungkas Joko dengan nada bangga.
Dengan suksesnya panen perdana ini, SD Negeri 2 Jatisaba telah menunjukkan bahwa keterbatasan lahan bukanlah penghalang untuk tetap produktif. Inisiatif ini diharapkan dapat terus berlanjut dan bahkan dikembangkan menjadi media pembelajaran luar kelas (outdoor learning) bagi para siswa di masa depan.



Posting Komentar