LUMBIR, INFO BANYUMAS – Deru mesin kendaraan yang melintasi
jalur utama penghubung antarprovinsi di wilayah Lumbir tampak melambat saat
berhadapan dengan barisan seragam cokelat yang berjejer rapi di tepi jalan pada
Rabu sore (11/3/2026). Di bawah komando pangkalan Gugus Depan SD Negeri 3
Lumbir, puluhan anggota Pramuka Penggalang menggelar aksi simpatik berupa
pembagian takjil gratis bagi para pengguna jalan dan musafir yang melintas.
Kegiatan yang berpusat tepat di depan gerbang sekolah tersebut bukan sekadar
ritual musiman di bulan suci Ramadan, melainkan sebuah laboratorium sosial yang
sengaja dirancang untuk menguji kepekaan dan empati para peserta didik di
tengah hiruk pikuk jalur transportasi utama.
Penyelenggaraan aksi sosial tersebut menjadi potret nyata
kuatnya kolaborasi antara seluruh elemen pendidikan di pangkalan SD Negeri 3
Lumbir. Sejak pagi hari, suasana pangkalan telah riuh dengan aktivitas
pengumpulan paket takjil yang dibawa secara swadaya oleh para siswa dan tenaga
pendidik. Melalui kebijakan internal pangkalan yang bertujuan menumbuhkan
semangat berbagi, setiap siswa diinstruksikan untuk membawa tiga bungkus
takjil, sementara jajaran guru memberikan kontribusi minimal sepuluh bungkus
per orang. Sinergi ini membuahkan hasil yang signifikan, di mana terkumpul
total 363 paket kudapan berbuka puasa yang siap didistribusikan kepada
masyarakat.
Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Ka Mabigus) SD Negeri 3
Lumbir, Sutrisno, S.Pd., mengungkapkan bahwa aksi tersebut merupakan bagian
dari kurikulum pembentukan watak yang menjadi prioritas pangkalan. Menurut Sutrisno
tersebut, pelibatan langsung para anggota Pramuka dalam proses pengumpulan
hingga pembagian di lapangan adalah metode terbaik untuk membumikan nilai-nilai
Dasa Darma, khususnya cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. Sutrisno
tersebut juga menegaskan bahwa angka 363 paket yang terhimpun, yang terdiri
dari variasi menu seperti es campur, es buah, kolak, hingga aneka kudapan
tradisional, merupakan simbol gotong royong yang menjadi napas utama di
pangkalan SD Negeri 3 Lumbir.
Keberhasilan teknis di lapangan tidak lepas dari pengawasan
ketat tim pembina pangkalan. Pembina Penggalang Putra, Kak Eko Fajar, bersama
Pembina Penggalang Putri, Veviana Rosmaningrum, S.Pd., tampak sigap mengatur
barisan siswa di tepi jalur utama guna memastikan keselamatan anggota di tengah
lalu lintas yang padat. Menurut Kak Eko tersebut, keamanan siswa adalah
prioritas utama, namun interaksi langsung dengan masyarakat tetap menjadi
esensi yang tidak boleh hilang. Veviana Rosmaningrum tersebut menambahkan bahwa
kegiatan ini juga melatih mentalitas para penggalang putri untuk lebih percaya
diri dan santun saat berkomunikasi dengan orang asing di ruang publik.
Aksi yang dimulai tepat pada pukul 16.00 WIB tersebut
disambut hangat oleh para sopir truk, pengendara sepeda motor, hingga pejalan
kaki yang melintas di depan SD Negeri 3 Lumbir. Antrean kendaraan yang tertib
memberikan ruang bagi para penggalang untuk menyodorkan paket takjil dengan
sapaan khas Pramuka. Senyum yang merekah dari balik kaca helm dan jendela
kendaraan menjadi imbalan batin yang tak ternilai bagi para siswa yang telah
menyiapkan kegiatan ini sejak jauh-jauh hari.
"Kami di pangkalan SD Negeri 3 Lumbir tidak ingin
pendidikan hanya terjebak di dalam buku teks. Dengan membagikan 363 paket
takjil ini, kami sedang mengajarkan kepada anak-anak bahwa kebahagiaan sejati
terletak pada kerelaan kita untuk memberi. Kontribusi dari siswa dan guru yang
bersatu hari ini membuktikan bahwa semangat filantropi di sekolah kami sangat
luar biasa. Kami berharap ini menjadi memori kolektif yang mendidik mereka
menjadi pemimpin yang peduli di masa depan." Ujar Kak Sutrisno, S.Pd. (Ka
Mabigus SD Negeri 3 Lumbir)
"Aksi di tepi jalur utama Lumbir ini adalah ujian mental
bagi para penggalang. Mereka belajar bagaimana bekerja sama dalam tim di bawah
tekanan lalu lintas yang ramai, namun tetap harus mengedepankan kesantunan.
Sebagai pembina, saya bangga melihat mereka mampu menerjemahkan nilai-nilai
kepramukaan menjadi aksi sosial yang dirasakan langsung manfaatnya oleh para
musafir yang mengejar waktu berbuka di jalan." Tambah Kak Eko Fajar
(Pembina Penggalang Putra)
"Melalui kegiatan ini, para penggalang putri kami ajak
untuk berani tampil dan menunjukkan kepedulian. Koleksi menu takjil dari mulai
es buah yang segar hingga kolak yang manis ini adalah hasil ketulusan hati para
siswa. Kami ingin menanamkan bahwa sekecil apa pun yang kita berikan, jika
dilakukan secara kolektif seperti 363 bungkus hari ini, akan memberikan dampak
besar bagi lingkungan sekitar." Sambung kak Veviana Rosmaningrum, S.Pd.
(Pembina Penggalang Putri)
kegiatan tersebut resmi berakhir sesaat sebelum waktu berbuka
tiba. Namun, pesan yang ditinggalkan oleh pangkalan SD Negeri 3 Lumbir jauh
melampaui habisnya 363 bungkus makanan tersebut. Pangkalan ini telah berhasil
membuktikan bahwa sekolah dasar memiliki peran sentral dalam mengintervensi
pembentukan karakter bangsa melalui aktivitas yang menyentuh realitas sosial.
Kegiatan tersebut menjadi catatan prestasi tersendiri bagi
kepengurusan Gugus Depan di bawah kepemimpinan Sutrisno, S.Pd., di mana sinergi
antara guru dan murid mampu menciptakan harmoni sosial di tengah jalur
transportasi yang sibuk. Langkah kaki para penggalang yang kembali masuk ke
gerbang sekolah sore itu bukan lagi sekadar langkah siswa biasa, melainkan
langkah para pejuang kemanusiaan cilik yang telah belajar bahwa tangan di atas
akan selalu lebih mulia daripada tangan di bawah.
Dengan berakhirnya aksi berbagi takjil ini, Gugus Depan SD
Negeri 3 Lumbir berharap semangat berbagi tersebut tidak padam seiring segera berakhirnya
Ramadan, tetapi terus mengalir dalam perilaku sehari-hari para siswa, menjalin
persaudaraan tanpa batas di bawah naungan panji gerakan Pramuka.


Posting Komentar