Dari Dapur Kartini Lahir Kreasi Ubi yang Menguatkan Perempuan di Purwokerto Utara


PURWOKERTO UTARA - Semangat Hari Kartini tahun 2026 terasa berbeda di Purwokerto Utara ketika Dharma Wanita Persatuan Korwilcam Dindik setempat menggelar lomba memasak berbahan dasar ubi pada Jumat, 24 April 2026. Bertempat di Aula Korwilcam Dindik Purwokerto Utara, kegiatan ini berlangsung meriah dengan diikuti anggota Dharma Wanita dari berbagai satuan pendidikan yang hadir membawa kreasi terbaik mereka.


Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan biasa, tetapi juga menjadi ruang ekspresi bagi perempuan untuk menunjukkan kreativitas dalam mengolah bahan pangan lokal. Ubi dipilih sebagai bahan utama karena dinilai memiliki potensi besar sebagai alternatif makanan sehat sekaligus bernilai ekonomis.


“Kegiatan ini sangat positif karena tidak hanya memperingati Hari Kartini, tetapi juga mendorong kreativitas dan kemandirian, khususnya dalam memanfaatkan bahan pangan lokal,” ujar Djahid, S.Pd., Koordinator Wilayah Kecamatan Dinas Pendidikan Purwokerto Utara.


Sejak awal acara, suasana aula dipenuhi semangat para peserta yang sibuk menyiapkan berbagai olahan. Dari camilan tradisional hingga hidangan modern, semua disajikan dengan tampilan menarik yang menggugah selera sekaligus menunjukkan inovasi para peserta dalam mengolah ubi.


Selain sebagai kompetisi, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mempererat hubungan antaranggota Dharma Wanita. Interaksi hangat dan penuh kekeluargaan terlihat di antara peserta yang saling berbagi pengalaman serta ide dalam mengolah bahan pangan.


“Melalui kegiatan seperti ini, kita bisa saling belajar dan berbagi kreativitas, sehingga kebersamaan semakin terjalin dengan baik,” ungkap salah satu peserta lomba dengan penuh antusias.


Semangat Kartini terasa hidup dalam setiap proses kegiatan, di mana para peserta tidak hanya berlomba, tetapi juga membawa semangat emansipasi melalui karya nyata. Hal ini menjadi refleksi bahwa peran perempuan terus berkembang dan mampu memberikan kontribusi positif dalam berbagai bidang.



Kegiatan ini juga memiliki nilai edukatif, khususnya dalam memperkenalkan potensi pangan lokal kepada masyarakat. Ubi yang selama ini dianggap sederhana, mampu diolah menjadi berbagai produk menarik yang memiliki nilai jual tinggi.


“Semangat Kartini harus terus kita hidupkan melalui karya nyata seperti ini, bukan hanya dalam peringatan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Djahid menegaskan.


Melalui lomba ini, diharapkan para peserta dapat terus mengembangkan kreativitas dan inovasi, sehingga mampu memberikan manfaat tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi lingkungan sekitar, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan lokal.


Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah pemberdayaan perempuan di lingkungan pendidikan. Peringatan Hari Kartini pun tidak lagi sekadar seremoni, melainkan menjadi gerakan nyata yang menginspirasi perempuan untuk berkarya, mandiri, dan berdaya saing.


Kontributror: Nurrina

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama