KEMRANJEN - Hamparan Lapangan Masjid Istiqomah, Desa Sibalung, berubah menjadi lautan putih penuh haru dan semangat saat 565 siswa sekolah dasar mengikuti kegiatan manasik haji yang digelar oleh Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG-PAI) Korwilcam Dindik Kemranjen, Kamis, 16 April 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menanamkan nilai-nilai keimanan melalui pengalaman nyata sejak usia dini.
Suasana religius terasa sejak awal kegiatan, diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh Fajar Nugroho, guru PAI dari SDN 1 Alasmalang. Alunan ayat tersebut seakan mengantarkan para peserta memasuki suasana sakral, layaknya berada di Tanah Suci.
“Sejak awal kami ingin menghadirkan nuansa ibadah yang khidmat agar anak-anak tidak hanya belajar, tetapi juga merasakan makna spiritual dari setiap rangkaian manasik,” ungkap salah satu panitia kegiatan.
Dengan mengenakan pakaian ihram, para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan manasik. Mulai dari niat, tawaf mengelilingi miniatur Ka’bah, sa’i, hingga tahapan simbolik lainnya, seluruh rangkaian dilakukan dengan penuh kesungguhan meskipun dalam bentuk simulasi sederhana.
Kegiatan ini dirancang tidak sekadar sebagai pembelajaran teori, melainkan praktik langsung yang memberikan pengalaman mendalam bagi siswa. Pendekatan ini diharapkan mampu menanamkan pemahaman yang lebih kuat tentang rukun dan wajib haji.
“Selain mengenalkan rukun dan wajib haji, kami juga menghadirkan miniatur Ka’bah agar siswa dapat memahami secara langsung setiap prosesnya,” ujar Ketua Panitia, Firdaus Mukti.
Pelaksanaan kegiatan ini turut dihadiri berbagai unsur penting di lingkungan pendidikan, mulai dari Koordinator Korwilcam Dindik Kemranjen, pengawas TK/SD, Pengawas PAI, K3S Ngestisastra, hingga pemerintah Desa Sibalung. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan pendidikan karakter berbasis keagamaan.
Dukungan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan sinergi berbagai pihak agar dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
“Kegiatan seperti ini merupakan praktik baik yang sangat penting untuk memperkuat pemahaman siswa, tidak hanya secara teori tetapi juga melalui pengalaman langsung,” ungkap Koordinator Korwilcam Dindik Kemranjen, Langgeng Basuki.
Selain memberikan pemahaman teknis tentang ibadah haji, kegiatan ini juga sarat dengan nilai-nilai pendidikan karakter. Para siswa belajar tentang kedisiplinan, kesabaran, kebersamaan, serta makna pengorbanan dalam menjalankan ibadah.
Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya berhenti pada kegiatan ini, tetapi mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
“Manasik haji ini sangat bermanfaat. Harapannya, kegiatan seperti ini terus dilaksanakan agar siswa semakin memahami dan mencintai ibadah sejak dini,” tutur Pengawas PAI yang akrab disapa Inung.
Kontributor: Aris Sumbono
Posting Komentar