Lumbir Matangkan Pengawasan TKAD 2026, Integritas Ujian Jadi Harga Mati


Lumbir, Info Banyumas. Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD) Tahun 2026, Korwilcam Dindik Lumbir bergerak cepat mematangkan seluruh unsur teknis pengawasan melalui kegiatan Sosialisasi Pengawas Kegiatan TKAD Tahun 2026 yang digelar di KPRI Dwija Usaha Lumbir, belum lama ini. Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB hingga selesai tersebut menyasar kepala sekolah dan calon pengawas silang TKAD se-Korwilcam Dindik Lumbir sebagai bagian dari langkah strategis memastikan pelaksanaan asesmen kelas VI berlangsung tertib, aman, profesional, dan berintegritas.


Sosialisasi ini bukan sekadar agenda administratif menjelang ujian, melainkan forum penting untuk menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan pendidikan dasar di wilayah Lumbir. Di tengah tuntutan penyelenggaraan asesmen yang semakin akuntabel, penguatan pemahaman teknis, kesiapan administrasi, serta koordinasi lintas sekolah menjadi faktor kunci yang tidak dapat ditawar. Karena itu, Korwilcam Dindik Lumbir menempatkan kegiatan ini sebagai salah satu tahapan vital sebelum pelaksanaan TKAD yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada 13 dan 14 April 2026.


Dalam suasana yang tertib dan penuh perhatian, para peserta menyimak pemaparan demi pemaparan yang menitikberatkan pada pentingnya ketelitian, kedisiplinan, serta sinergi antarsatuan pendidikan. Tidak hanya membahas hal-hal teknis seperti distribusi naskah soal dan mekanisme pengawasan silang, kegiatan ini juga menegaskan kembali bahwa keberhasilan pelaksanaan TKAD tidak hanya diukur dari lancarnya ujian, tetapi juga dari sejauh mana integritas penyelenggaraan dapat dijaga sejak tahap persiapan hingga penyerahan hasil akhir.


Koordinator Korwilcam Dindik Lumbir, Arifin Nur Haryadi, dalam arahannya menjelaskan bahwa seluruh tahapan persiapan terus dimatangkan agar pelaksanaan TKAD dapat berjalan sesuai prosedur dan tanpa hambatan berarti. Ia menyampaikan bahwa pihak korwil telah melakukan rekapitulasi calon pengawas silang dan daftar tersebut, menurutnya, telah mendekati tahap final. Selain itu, ia juga menegaskan bahwa seluruh sekolah diharapkan telah menyusun POS atau prosedur operasional standar pelaksanaan di satuan pendidikan masing-masing agar seluruh alur teknis dapat berjalan selaras.


Menurut Arifin, secara teknis pelaksanaan TKAD tahun ini tidak jauh berbeda dengan pola ujian pada tahun-tahun sebelumnya. Naskah soal akan didistribusikan pada pagi hari dan hasil pelaksanaan akan dikembalikan ke korwil pada siang hari setelah ujian selesai. Ia menilai bahwa sistem seperti ini sudah cukup familiar di lingkungan sekolah, sehingga yang paling penting saat ini adalah memastikan semua pihak bekerja dengan teliti dan disiplin. Lebih jauh, ia juga menegaskan bahwa keamanan dan kerahasiaan naskah soal menjadi prioritas yang dijaga secara serius di lingkungan Korwilcam Dindik Lumbir.


TKAD akan dilaksanakan dua hari pada tanggal 13 dan 14 April 2026. Korwil sudah merekap calon pengawas TKAD dan insyaallah sudah final. POS juga harapannya sudah disusun oleh semua sekolah. TKAD pada teknisnya sama seperti ujian pada tahun-tahun sebelumnya. Soal akan didistribusikan pagi dan hasil pelaksanaan diantar kembali siangnya ke korwil. Insyaallah kerahasiaan dan keamanan soal saya jamin di lingkungan Korwil Lumbir,” ujar Arifin Nur Haryadi.


Penegasan serupa juga disampaikan oleh Iwan Bayu Bimantoro, Pengawas Korwil Lumbir, yang melihat bahwa meskipun istilah TKAD tergolong baru dalam penyebutannya, esensi dan praktik pelaksanaannya sebenarnya telah lama dijalankan secara rutin oleh sekolah-sekolah dasar setiap tahun. Ia menilai, yang dibutuhkan saat ini bukan hanya pemahaman terhadap istilah baru, tetapi juga kesamaan cara pandang dan langkah teknis agar pelaksanaan di lapangan tidak menimbulkan kebingungan.


Iwan menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini menjadi ruang untuk menyamakan persepsi, terutama terkait mekanisme kepengawasan silang, kelengkapan administrasi, serta pembagian peran panitia di tingkat korwil dan sekolah. Ia menyebut bahwa Korwilcam Dindik Lumbir telah membentuk panitia asesmen, tim korektor TKAD, serta menyiapkan skema pengawas silang dengan frekuensi pengawasan dua kali ruang ujian di setiap sekolah. Langkah ini, menurutnya, penting untuk menjaga objektivitas dan akurasi dalam pelaksanaan ujian.


TKAD merupakan istilah yang baru. Walaupun baru, sebenarnya secara teknis kita secara rutin setiap tahun sudah melaksanakannya. Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi terkait dengan teknis kepengawasan TKAD. Korwil sudah membentuk panitia kegiatan asesmen, tim korektor TKAD, dan sampai pada pendataan pengawas silang dengan frekuensi dua kali ruang ujian di setiap sekolah,” terang Iwan Bayu Bimantoro.


Sementara itu, dari sisi kepala sekolah, penekanan lebih diarahkan pada kedisiplinan administrasi dan profesionalitas pelaksanaan di lapangan. Sugino, perwakilan K3S, menyoroti bahwa keberhasilan pelaksanaan TKAD bukan hanya ditentukan oleh kesiapan peserta didik, tetapi juga ketelitian petugas pengawas dan panitia sekolah dalam menjalankan prosedur. Ia mengingatkan agar setiap unsur administrasi dipersiapkan secara lengkap, mulai dari berita acara, sampul pengembalian naskah, hingga dokumen serah terima soal dan lembar jawaban.



Menurut Sugino, hal-hal yang tampak sederhana seperti ketepatan waktu pengambilan dan pengembalian naskah soal, atau ketelitian saat menyusun dokumen pelaksanaan, justru sangat menentukan kualitas tata kelola asesmen. Ia menilai bahwa kerapian administrasi adalah cerminan profesionalitas penyelenggara. Oleh sebab itu, sekolah diminta untuk tidak menganggap remeh detail-detail teknis yang bisa berdampak pada tertibnya pelaksanaan ujian secara keseluruhan.


Mohon untuk pengawas menyelesaikan kegiatan pengawasan dengan profesional. Untuk diperhatikan administrasi dalam kegiatan TKAD pada saat pelaksanaan. Ada berita acara yang harus diisi. Sampul pengembalian disiapkan. Tolong untuk pengambilan dan pengantaran naskah soal serta jawaban diusahakan tepat waktu dan jangan sampai tercecer. Sekolah juga harus membuat berita acara pengambilan dan pengembalian naskah soal dan jawaban,” tegas Sugino.


Dalam kegiatan tersebut, aspek pembiayaan asesmen juga turut dibahas agar seluruh sekolah memiliki pemahaman yang sama mengenai dukungan operasional pelaksanaan TKAD. Ari Kurniawan menyampaikan penjelasan terkait pembiayaan kegiatan asesmen kelas VI di lingkungan Korwilcam Dindik Lumbir. Paparan ini dipandang penting agar pelaksanaan kegiatan di sekolah tidak hanya tertib secara teknis, tetapi juga terencana secara administratif dan anggaran.


Tak kalah penting, perhatian juga diarahkan pada pelaksanaan TKA sebagai bagian dari rangkaian asesmen pendidikan di tingkat akhir sekolah dasar. Dalam kesempatan itu, Suripto, yang juga tergabung sebagai Tim Teknis TKA Kabupaten untuk Korwil Lumbir dan Wangon, memberikan penekanan agar seluruh elemen di sekolah benar-benar membangun kerja sama yang solid. Menurutnya, keberhasilan asesmen tidak boleh bergantung hanya pada satu pihak, melainkan harus menjadi tanggung jawab kolektif seluruh warga sekolah.


Ia mengingatkan bahwa berbagai kendala dalam pelaksanaan asesmen sering kali bukan berasal dari sistem besar, melainkan dari hal-hal teknis kecil di tingkat sekolah yang sebenarnya dapat diantisipasi sejak awal. Karena itu, komunikasi internal sekolah, pembagian tugas yang jelas, serta kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penting yang harus benar-benar diperhatikan sebelum hari pelaksanaan.


Saya mengharapkan semua lini di sekolah untuk saling bekerja sama dalam menyukseskan kegiatan TKA. Jangan sampai kendala justru berasal dari teknis di sekolah,” ujar Suripto.


Secara keseluruhan, kegiatan sosialisasi ini memperlihatkan bahwa Korwilcam Dindik Lumbir tidak ingin pelaksanaan TKAD 2026 berjalan sekadar formalitas tahunan. Ada kesungguhan untuk memastikan bahwa asesmen benar-benar dilaksanakan dengan tata kelola yang baik, tertib, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kesiapan pengawas, kepala sekolah, tim teknis, dan panitia menjadi fondasi utama agar pelaksanaan asesmen kelas VI tidak hanya lancar secara teknis, tetapi juga kuat secara integritas.


Di tengah dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang, pelaksanaan asesmen seperti TKAD bukan hanya soal mengukur capaian akademik peserta didik, tetapi juga mencerminkan kualitas manajemen pendidikan di tingkat lokal. Karena itu, melalui sosialisasi ini, Lumbir menunjukkan komitmen bahwa kualitas pelaksanaan ujian harus dibangun dari koordinasi yang matang, disiplin prosedur, dan semangat kebersamaan seluruh insan pendidikan.


Dengan bekal koordinasi yang semakin solid dan kesiapan yang terus dimatangkan, pelaksanaan TKAD Tahun 2026 di wilayah Korwilcam Dindik Lumbir diharapkan dapat berjalan lancar, aman, tertib, dan menghasilkan proses asesmen yang kredibel. Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan bukan hanya lahir dari ruang kelas, tetapi juga dari keseriusan semua pihak dalam menjaga mutu, kejujuran, dan profesionalitas di setiap tahap penyelenggaraannya.


Kontibutor: Suripto

Editor: Suripto

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama