CILONGOK - Suasana haru dan penuh kekhidmatan menyelimuti kegiatan doa bersama dan sungkeman yang digelar oleh siswa kelas VI SD Negeri 2 Jatisaba bersama orang tua mereka, Kamis malam (9/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum sakral menjelang ujian sekolah, sekaligus mempererat hubungan emosional antara anak, orang tua, dan pihak sekolah dalam satu bingkai kebersamaan yang menyentuh hati.
Kegiatan yang dilaksanakan selepas salat Isya di ruang kelas tersebut diikuti oleh seluruh siswa kelas VI beserta orang tua, komite sekolah, paguyuban kelas, alumni, serta guru dan tenaga kependidikan (GTK). Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan kuatnya kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung kesuksesan peserta didik di akhir jenjang pendidikan dasar.
“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang spiritual bagi anak-anak untuk memohon restu orang tua sebelum menghadapi ujian yang menentukan masa depan mereka,” ungkap salah satu guru yang turut mendampingi jalannya kegiatan.
Kepala SD Negeri 2 Jatisaba, Wantoro, S.Pd.SD, menjelaskan bahwa kegiatan doa bersama dan sungkeman ini merupakan inovasi baru yang dihadirkan sekolah dalam menyambut ujian sekolah. Menurutnya, kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari penguatan karakter religius siswa.
“Kegiatan ini menjadi pionir bagi sekolah kami dalam menghadapi ujian sekolah. Doa bersama dan sungkeman adalah momen sakral yang kami harapkan mampu mendekatkan hubungan anak dengan orang tua serta memperkuat kesiapan mental mereka,” jelas Wantoro.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan orang tua dalam kegiatan ini menjadi kunci penting dalam mendukung proses pembelajaran siswa di rumah, terutama menjelang ujian sekolah yang membutuhkan kesiapan tidak hanya secara akademik, tetapi juga emosional dan spiritual.
“Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap pengawalan pembelajaran di rumah semakin maksimal, karena hubungan anak dan orang tua semakin erat,” imbuhnya.
Guru kelas VI, Hety Prihantari, S.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini telah dipersiapkan sejak jauh hari agar seluruh orang tua dapat hadir dan berpartisipasi secara langsung. Menurutnya, kehadiran orang tua menjadi faktor utama dalam keberhasilan kegiatan ini.
“Kegiatan ini diikuti oleh 20 siswa beserta kedua orang tua mereka, serta melibatkan komite, paguyuban kelas, alumni, dan GTK. Kami sudah merencanakannya sejak lama agar semua bisa hadir dan merasakan momen ini bersama,” ungkap Hety.
Ia menambahkan bahwa suasana yang tercipta selama kegiatan berlangsung begitu menyentuh, terutama saat prosesi sungkeman yang mempertemukan rasa haru, cinta, dan harapan dalam satu waktu yang bersamaan.
“Momen sungkeman benar-benar menjadi puncak acara yang sangat mengharukan. Banyak siswa dan orang tua yang tidak mampu menahan air mata,” tuturnya.
Salah satu wali murid, Purwati, SE, yang juga menjabat sebagai sekretaris komite sekolah, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi yang kuat antara pihak sekolah dan orang tua. Ia menilai kegiatan ini memiliki dampak positif bagi kesiapan anak menghadapi ujian.
“Kegiatan ini adalah bentuk kemitraan antara komite, wali murid, dan sekolah. Kami sangat mendukung karena memberikan dampak positif bagi anak-anak, terutama dalam mempersiapkan diri menghadapi ujian sekolah,” ujarnya.
Ia juga berharap setelah mengikuti kegiatan ini, para siswa dapat lebih fokus dan memiliki semangat baru dalam belajar, serta merasa mendapatkan dukungan penuh dari keluarga dan lingkungan sekolah.
“Kami berharap anak-anak menjadi lebih fokus dan percaya diri menghadapi ujian setelah mendapatkan doa dan restu dari orang tua,” tambahnya.
Sementara itu, Nur Afizin, ustadz yang memimpin doa dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan sesuatu yang baru dan sangat positif bagi lingkungan sekolah. Ia menilai pendekatan spiritual seperti ini sangat penting dalam pendidikan.
“Kami merasa ini adalah hal yang baru dan sangat baik. Kegiatan seperti ini mampu membangun kekuatan batin siswa dalam menghadapi ujian,” ungkapnya.
Senada dengan itu, ustadz Rohmat yang juga menjadi pengajar ekstrakurikuler BTQ di sekolah tersebut mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh kepala sekolah. Ia menilai kegiatan ini memberikan nuansa religius yang kuat dalam lingkungan pendidikan.
“Kegiatan ini sangat berkesan, apalagi dengan hadirnya kepala sekolah yang membawa inovasi, khususnya dalam kegiatan keagamaan seperti malam ini,” ujarnya.
Kegiatan doa bersama dan sungkeman ini menjadi wujud nyata implementasi visi dan misi SD Negeri 2 Jatisaba, khususnya dalam menciptakan suasana sekolah yang religius. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai spiritual tidak hanya diajarkan, tetapi juga dipraktikkan secara langsung dalam kehidupan siswa.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki kekuatan mental dan spiritual dalam menghadapi ujian sekolah. Lebih dari itu, kebersamaan yang terjalin antara sekolah dan orang tua menjadi fondasi kuat dalam mendukung keberhasilan pendidikan anak di masa depan.
Kontributor: Wantoro (wawan)
Posting Komentar