DERMAJI - Tradisi Sedekah Bumi kembali digelar dengan penuh khidmat dan kebersamaan oleh masyarakat Grumbul Citunggul, Desa Dermaji, pada Senin, 27 April 2026. Kegiatan tahunan yang sarat makna ini diikuti seluruh warga masyarakat Citunggul dan dilaksanakan di beberapa titik wilayah sebagai wujud rasa syukur atas nikmat kehidupan sekaligus upaya menjaga budaya serta kearifan lokal yang diwariskan leluhur.
Sejak pagi hari, suasana Citunggul tampak hidup dengan kesibukan warga yang menyiapkan berbagai perlengkapan kegiatan. Masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua, terlibat aktif dalam rangkaian acara yang berlangsung dengan penuh semangat kekeluargaan dan gotong royong.
“Kami sangat bersyukur karena warga begitu antusias mengikuti kegiatan ini. Tradisi seperti ini membuat masyarakat semakin kompak dan saling peduli,” ujar Teguh Dwi, salah satu Ketua RT di Grumbul Citunggul.
Pelaksanaan kegiatan di beberapa titik dilakukan agar seluruh warga dapat berpartisipasi secara lebih merata dan nyaman. Selain itu, pola pelaksanaan tersebut juga menjadi bentuk penyesuaian dengan kondisi lingkungan serta jumlah peserta yang terus bertambah setiap tahunnya.
Sedekah Bumi bukan hanya sekadar acara seremonial, tetapi memiliki nilai sosial yang kuat. Tradisi ini menjadi ruang pertemuan masyarakat untuk mempererat hubungan antarwarga, memperkuat solidaritas, serta menanamkan rasa memiliki terhadap budaya setempat yang harus terus dijaga bersama.
“Kegiatan ini perlu terus dilestarikan karena merupakan bagian dari identitas masyarakat Citunggul. Kita ingin anak cucu nanti tetap mengenal budaya leluhurnya,” ungkap Ketua RW Citunggul, Risno, yang turut mendukung penuh kegiatan tersebut.
Para Ketua RT, RW, serta tokoh masyarakat bekerja sama menyiapkan seluruh rangkaian acara agar berjalan lancar. Kekompakan para pemangku wilayah tersebut menjadi cermin nyata semangat gotong royong yang masih kuat hidup di tengah masyarakat pedesaan.
Dalam kegiatan tersebut, warga juga membawa berbagai hasil bumi dan makanan untuk didoakan bersama sebagai simbol rasa syukur atas rezeki yang diberikan Tuhan. Momentum ini menjadi pengingat bahwa kehidupan masyarakat agraris sangat erat dengan alam dan nilai kebersamaan.
“Melihat masyarakat masih menjaga tradisi seperti ini membuat saya sangat bahagia. Ini tanda bahwa budaya kita belum hilang,” tutur Kusmidi, salah satu tokoh masyarakat yang dituakan di Citunggul.
Ia menambahkan bahwa Sedekah Bumi bukan hanya warisan budaya, tetapi juga sarana mendidik generasi muda agar memahami nilai syukur, hormat kepada leluhur, dan pentingnya hidup rukun dalam bermasyarakat. Menurutnya, tradisi akan tetap hidup jika diwariskan melalui keteladanan nyata.
Sedekah Bumi di Grumbul Citunggul tahun ini pun berlangsung lancar dan penuh kegembiraan. Di tengah arus modernisasi yang terus bergerak cepat, masyarakat Citunggul membuktikan bahwa budaya lokal tetap dapat berdiri tegak, dirawat bersama, dan menjadi sumber kekuatan sosial bagi masa depan desa.
Kontributor: Dian Prass
Posting Komentar