Langkah Muda Mengabdi Siswa SMKN Nusawungu Tebar Kepedulian dan Harapan di SDN 2 Sibrama


KEMRANJEN - Semangat pengabdian dan kepedulian sosial tampak nyata ketika para siswa SMK Negeri Nusawungu melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di berbagai wilayah, salah satunya di SD Negeri 2 Sibrama, Rabu, 13 Mei 2026. Kegiatan yang melibatkan seluruh siswa kelas X dan XI itu menjadi salah satu bentuk pembelajaran nyata di luar kelas, yang menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan sekaligus membangun karakter sosial peserta didik.


Program tersebut menjadi bagian dari agenda pendidikan karakter yang dikembangkan sekolah. Para siswa tidak hanya dibekali ilmu akademik, tetapi juga diajak terjun langsung ke tengah masyarakat untuk memahami pentingnya kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar. Kehadiran mereka di sekolah dasar itu pun disambut hangat oleh warga sekolah yang melihat kegiatan tersebut sebagai langkah positif membangun generasi peduli.


“Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta didik semakin tumbuh karakter kepeduliannya terhadap lingkungan maupun kehidupan sosial masyarakat,” ujar Parwoto saat menjelaskan tujuan kegiatan.


Dalam pelaksanaannya, seluruh siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil yang masing-masing terdiri atas tujuh hingga sepuluh orang. Setiap kelompok ditempatkan di lokasi berbeda sesuai tema kegiatan yang telah disiapkan. Pembagian ini dimaksudkan agar para siswa dapat bekerja lebih fokus dan menjalankan program pengabdian secara optimal di lokasi masing-masing.


Di SDN 2 Sibrama, kegiatan difokuskan pada edukasi lingkungan dan pembiasaan hidup hemat sumber daya. Para siswa memberikan materi sederhana namun aplikatif kepada anak-anak sekolah dasar tentang pentingnya menghemat penggunaan listrik, menggunakan air secara bijak, serta menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah.


“Saya menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas pengabdian kalian di SDN 2 Sibrama ini,” kata Aris Sumbono saat menerima rombongan siswa.


Materi yang disampaikan dibuat menarik dan mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Dengan pendekatan interaktif, para siswa SMKN Nusawungu mengajak adik-adik mereka berdiskusi, bermain sambil belajar, hingga mengenal kebiasaan kecil yang dapat berdampak besar bagi lingkungan. Edukasi tersebut menjadi pengalaman baru yang menyenangkan bagi para siswa SD.


Tidak berhenti pada penyampaian materi, kelompok pengabdian juga melakukan aksi nyata berupa penghijauan di lingkungan sekolah. Mereka menanam bibit pohon jambu citra di beberapa titik serta membagikan bibit tambahan untuk dirawat bersama oleh pihak sekolah. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam sejak dini.


“Kegiatan kami meliputi edukasi hemat listrik, hemat air, dan penghijauan lingkungan sekolah. Kami ingin apa yang dilakukan hari ini bisa bermanfaat untuk jangka panjang,” jelas Maryatul Kibtiah.


Penanaman bibit pohon menjadi salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian siswa sekolah dasar. Mereka tampak antusias ikut menggali tanah, menanam bibit, hingga menyiram tanaman bersama kakak-kakak dari SMKN Nusawungu. Suasana akrab pun terjalin, menciptakan pengalaman belajar yang berbeda dan penuh makna.


Bagi pihak sekolah, kegiatan ini tidak hanya memberi manfaat lingkungan, tetapi juga menghadirkan inspirasi bagi siswa. Anak-anak sekolah dasar melihat langsung bagaimana kakak-kakak mereka dari sekolah menengah datang untuk berbagi ilmu dan melakukan aksi nyata. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat belajar sekaligus menanamkan nilai gotong royong.


“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut karena manfaatnya sangat besar, baik bagi anak-anak kami maupun lingkungan sekolah,” ungkap salah satu guru SDN 2 Sibrama yang mendampingi kegiatan.


Program pengabdian masyarakat ini juga menjadi bentuk pembelajaran kontekstual bagi siswa SMKN Nusawungu. Mereka belajar bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga di tengah masyarakat, melalui tindakan yang memberi manfaat bagi orang lain. Dari kegiatan ini, siswa diajak memahami arti kepedulian, tanggung jawab, dan kerja sama secara langsung.


Menurut pihak sekolah, pengalaman semacam ini penting untuk membentuk karakter peserta didik di tengah tantangan zaman. Ketika generasi muda terlibat dalam kegiatan sosial dan lingkungan, mereka tidak hanya menjadi cerdas secara akademik, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang peka terhadap kebutuhan masyarakat.


Kegiatan pengabdian di SDN 2 Sibrama berlangsung sederhana, namun sarat makna. Gelak tawa anak-anak, semangat para siswa menanam pohon, serta diskusi hangat di bawah rindangnya halaman sekolah menjadi pemandangan yang menunjukkan bahwa pembelajaran terbaik sering lahir dari pengalaman nyata.


Dari langkah-langkah kecil para siswa SMKN Nusawungu itu, tersimpan pesan besar bahwa masa depan bangsa dibangun tidak hanya dengan ilmu, tetapi juga dengan kepedulian. Di SDN 2 Sibrama, mereka tidak sekadar datang membawa program, tetapi juga menanam benih kebaikan yang diharapkan tumbuh bersama pohon-pohon yang mereka tanam hari itu.


Kontributor: IFA ANISA

Post a Comment

أحدث أقدم