CILONGOK - Upaya meningkatkan mutu pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di kelas, tetapi juga oleh kualitas asesmen yang digunakan untuk mengukur capaian belajar peserta didik. Berangkat dari semangat tersebut, PGRI Cabang Cilongok bekerja sama dengan KKKS Wiyata Tama Korwilcam Dindik Cilongok menyelenggarakan Workshop Penyusunan Soal bagi Guru SD bertema "Menciptakan Asesmen Berkualitas Melalui Workshop Penyusunan Soal Berbasis Tes Kemampuan Akademik (TKA)" di Aula Graha Cendekia Korwilcam Dindik Cilongok, Kamis (25/6/2026). Kegiatan ini menjadi ruang kolaboratif bagi guru untuk memperkuat kompetensi dalam menyusun instrumen asesmen yang berkualitas, objektif, dan relevan dengan perkembangan kebijakan pendidikan nasional.
Workshop tersebut diikuti oleh perwakilan guru kelas dari seluruh sekolah dasar di wilayah Korwilcam Dindik Cilongok, serta perwakilan Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) dan KKG Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Kehadiran para peserta mencerminkan tingginya kesadaran bahwa peningkatan kualitas pendidikan harus diawali dengan peningkatan kapasitas guru sebagai ujung tombak pembelajaran, termasuk dalam merancang alat evaluasi yang mampu menggambarkan kemampuan peserta didik secara menyeluruh.
Ketua PGRI Cabang Cilongok, Ismanto, S.Pd.I., dalam sambutannya menegaskan bahwa guru dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan paradigma pendidikan yang semakin menitikberatkan pada kemampuan berpikir tingkat tinggi. “Asesmen yang baik merupakan bagian penting dari proses pembelajaran. Melalui workshop ini, kami berharap para guru semakin terampil menyusun soal yang berkualitas dan sesuai dengan karakteristik Tes Kemampuan Akademik (TKA), sehingga hasil belajar peserta didik dapat terukur secara optimal,” ujarnya.
Menurut Ismanto, asesmen tidak lagi dipandang sebagai sekadar alat untuk memberikan nilai, melainkan sebagai instrumen yang mampu memotret proses berpikir peserta didik secara lebih mendalam. Oleh karena itu, penyusunan soal harus dirancang secara sistematis, mengacu pada indikator pembelajaran, serta mampu mengukur kemampuan bernalar, menganalisis, mengevaluasi, hingga memecahkan masalah. Kompetensi tersebut menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21.
Workshop secara resmi dibuka oleh Korwilcam Dindik Cilongok, Roko Adi Nugroho, S.Pd., M.Pd., yang menyampaikan apresiasi atas sinergi antara PGRI Cabang Cilongok dan KKKS Wiyata Tama dalam menghadirkan program peningkatan kompetensi guru. Menurutnya, kolaborasi antarlembaga pendidikan merupakan langkah strategis untuk menjawab dinamika kebijakan pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas layanan pembelajaran di sekolah dasar.
“Guru merupakan aktor utama dalam menentukan kualitas pembelajaran. Kemampuan menyusun asesmen yang baik menjadi salah satu indikator profesionalisme guru. Saya mengapresiasi kolaborasi ini karena memberikan bekal yang sangat aplikatif sehingga nantinya dapat langsung diterapkan di sekolah masing-masing untuk meningkatkan mutu evaluasi pembelajaran,” kata Roko Adi Nugroho saat membuka kegiatan.
Selama workshop, peserta memperoleh pemahaman mengenai tujuan utama penyusunan asesmen yang berkualitas, mulai dari meningkatkan kompetensi profesional guru, menghasilkan instrumen yang valid dan reliabel, menyelaraskan penyusunan soal dengan perkembangan kurikulum dan kebijakan Tes Kemampuan Akademik (TKA), hingga mengoptimalkan proses evaluasi melalui analisis hasil belajar yang lebih akurat. Seluruh materi disusun agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam praktik pembelajaran sehari-hari.
Sebagai narasumber utama, Muhamad Yusuf Setyadi, S.Pd., M.Pd., memaparkan berbagai prinsip penyusunan soal berdasarkan kaidah penilaian modern. Materi yang disampaikan meliputi penyusunan indikator soal, teknik merancang butir soal berdasarkan level kemampuan berpikir, hingga strategi menyusun soal berbasis Tes Kemampuan Akademik yang berorientasi pada kemampuan bernalar, berpikir kritis, menganalisis informasi, dan menyelesaikan permasalahan secara logis.
“Penyusunan soal tidak cukup hanya menguji kemampuan mengingat. Guru perlu menghadirkan soal yang mampu mengukur bagaimana peserta didik memahami informasi, menghubungkan konsep, menganalisis persoalan, hingga menghasilkan solusi yang tepat. Dengan demikian, asesmen benar-benar menjadi alat untuk melihat kualitas proses belajar, bukan sekadar hasil akhir,” jelas Muhamad Yusuf Setyadi di hadapan peserta workshop.
Suasana workshop berlangsung interaktif sejak sesi awal hingga penutupan. Selain menerima materi, para peserta juga diajak berdiskusi, menyusun contoh soal sesuai mata pelajaran masing-masing, kemudian mempresentasikan hasilnya untuk mendapatkan umpan balik langsung dari narasumber. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul mengenai implementasi asesmen berbasis TKA, teknik menyusun soal kontekstual, hingga strategi meningkatkan kualitas evaluasi pembelajaran di sekolah masing-masing. Diskusi yang hidup tersebut menunjukkan tingginya komitmen para guru untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensinya.
Melalui kegiatan ini, PGRI Cabang Cilongok bersama KKKS Wiyata Tama Korwilcam Dindik Cilongok berharap seluruh guru semakin siap menghadapi perubahan kebijakan pendidikan sekaligus mampu menghasilkan instrumen asesmen yang lebih berkualitas. Kolaborasi yang terbangun dalam workshop ini diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan, melainkan terus berkembang menjadi gerakan bersama dalam meningkatkan profesionalisme guru. Dari Aula Graha Cendekia, lahir optimisme bahwa asesmen yang baik akan melahirkan pembelajaran yang lebih bermakna, sementara guru yang terus belajar akan menjadi fondasi utama terciptanya pendidikan yang unggul bagi generasi masa depan di Kecamatan Cilongok.
Kontributor: TAFT
Posting Komentar