Tiga Hari Menguatkan Kurikulum, SKB Ajibarang Siap Wujudkan Pembelajaran Mendalam Berkualitas

Foto bersama Kepala Dinas Pendidikan Banyumas dengan narasumber, tamu undangan & seluruh peserta. (Info Banyumas)


AJIBARANG, INFO BANYUMAS – Workshop Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) dalam rangka Penerapan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) pada Pendidikan Kesetaraan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Ajibarang resmi ditutup pada Jumat (26/6/2026) setelah berlangsung selama tiga hari. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas kurikulum agar mampu menjawab tantangan pendidikan sekaligus memenuhi kebutuhan belajar peserta didik secara lebih bermakna.


Workshop yang dimulai sejak Rabu (24/6/2026) tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kab. Banyumas dan diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta. Selama tiga hari, peserta mendapatkan pendampingan intensif dalam menyusun Kurikulum Satuan Pendidikan yang selaras dengan arah kebijakan penerapan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning).


Keberhasilan pelaksanaan workshop tidak terlepas dari hadirnya para narasumber yang memiliki kompetensi tinggi di bidangnya. Mereka memberikan penguatan konseptual sekaligus praktik penyusunan kurikulum yang aplikatif sehingga peserta mampu memahami setiap tahapan penyusunan KSP secara komprehensif.


Dua narasumber dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah turut memberikan materi utama, yakni Wali Wilayah Banyumas, Bapak Andri Budianto, S.T., M.T., serta Dr. Pujiadi, M.Pd., M.Kom. Kehadiran keduanya memberikan perspektif yang kuat mengenai implementasi kebijakan pembelajaran mendalam pada pendidikan kesetaraan.


Selain itu, workshop juga menghadirkan Instruktur Tingkat Nasional, Drs. Slamet Sularto, M.Si., yang juga pernah menjabat sebagai Kepala SKB Ajibarang. Pengalaman panjangnya dalam mengembangkan pendidikan nonformal menjadi nilai tambah yang memperkaya proses diskusi dan praktik penyusunan kurikulum selama kegiatan berlangsung.


Berbagai sesi workshop dikemas secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi kelompok, pendampingan penyusunan dokumen, hingga presentasi hasil kerja peserta. Suasana tersebut membuat seluruh peserta aktif bertukar pengalaman sekaligus mengembangkan gagasan yang dapat diterapkan di lingkungan satuan pendidikan masing-masing.


Dengan dukungan narasumber yang kompeten dan berpengalaman, kegiatan berlangsung dinamis dan mampu menarik perhatian peserta sejak hari pertama hingga penutupan. Berbagai persoalan teknis maupun konseptual terkait penyusunan kurikulum dapat dibahas secara mendalam sehingga menghasilkan solusi yang relevan dengan kebutuhan satuan pendidikan.


Output workshop pun dinilai sesuai dengan ekspektasi yang telah dirancang sejak awal. Dokumen Kurikulum Satuan Pendidikan yang disusun diharapkan mampu menjadi pedoman pelaksanaan pembelajaran yang lebih terarah, kontekstual, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan pendidikan kesetaraan.


Salah satu fokus utama dalam penyusunan kurikulum tersebut adalah memastikan bahwa setiap proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga membangun pemahaman yang mendalam, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta karakter peserta didik.


Wali Wilayah Banyumas BBPMP Provinsi Jawa Tengah, Andri Budianto, S.T., M.T., mengatakan bahwa penyusunan kurikulum harus menjadi fondasi kuat bagi lahirnya pembelajaran yang benar-benar bermakna bagi peserta didik.


"Kurikulum bukan sekadar dokumen administrasi, melainkan arah yang akan menentukan bagaimana proses belajar mampu memberikan pengalaman yang mendalam dan relevan dengan kebutuhan peserta didik," ujarnya.


Narasumber lain yang juga dari BBPMP Provinsi Jawa Tengah, Dr. Pujiadi, M.Pd., M.Kom., mengingatkan bahwa penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) membutuhkan kesiapan seluruh unsur satuan pendidikan dalam merancang pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.


"Melalui kurikulum yang disusun secara tepat, proses pembelajaran diharapkan mampu mengembangkan kompetensi secara utuh sehingga peserta didik memiliki bekal yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan," jelasnya.


Kegiatan workshop di hari terakhir dengan narasumber Bapak Drs. Slamet Sularto, M.Si. (Info Banyumas)


Sementara itu, Drs. Slamet Sularto, M.Si., menyampaikan apresiasinya terhadap semangat seluruh peserta selama mengikuti workshop. Menurutnya, antusiasme peserta menjadi modal penting dalam mewujudkan implementasi kurikulum yang berkualitas di lingkungan pendidikan kesetaraan.


"Saya melihat komitmen yang luar biasa dari seluruh peserta. Semoga hasil workshop ini benar-benar dapat diterapkan sehingga membawa perubahan positif bagi layanan pendidikan di SKB Ajibarang," tuturnya.


Penutupan workshop menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan sekaligus awal dari implementasi hasil penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan yang telah dirancang bersama. Dokumen yang dihasilkan akan menjadi acuan dalam mengembangkan proses pembelajaran yang selaras dengan prinsip-prinsip Pembelajaran Mendalam.


Plt. Kepala SKB Ajibarang, Rini Fitriadin, S.Pd., menegaskan bahwa melalui kegiatan ini, SKB Ajibarang menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan kesetaraan melalui penguatan kurikulum yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Pembelajaran yang berkualitas diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi setiap warga belajar.


Pada akhirnya, implementasi Kurikulum Satuan Pendidikan berbasis Pembelajaran Mendalam diharapkan dapat melahirkan proses pembelajaran yang efektif, relevan, dan berkelanjutan, sehingga mampu memenuhi kebutuhan peserta didik sekaligus mewujudkan dimensi profil lulusan yang unggul, berkarakter, kompeten, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama