Menginspirasi Lewat Literasi: Kuat Prayuga Raih Juara I Duta Baca Jawa Tengah 2026



SEMARANG, INFO BANYUMAS — Dunia literasi Kabupaten Banyumas kembali menorehkan tinta emas di tingkat regional melalui pencapaian salah satu kader terbaiknya dalam ajang kompetisi bergengsi tingkat provinsi. Kuat Prayuga, yang saat ini juga mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Kerja Cabang (DKC) Banyumas, secara resmi dinobatkan sebagai Juara I Pemilihan Duta Baca Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026. Keberhasilan tokoh muda asal Banyumas tersebut diraih setelah dirinya mampu melewati seluruh rangkaian tahapan seleksi ketat dan kompetitif yang diikuti oleh perwakilan terbaik dari 35 kabupaten serta kota di seluruh penjuru Jawa Tengah.


Prestasi gemilang tersebut tidak hanya menjadi sebuah kebanggaan personal bagi Kuat Prayuga, melainkan juga menjadi bukti konkret bahwa pergerakan budaya membaca dan menulis di tingkat akar rumput Kabupaten Banyumas mengalami perkembangan yang sangat masif. Kemenangan tersebut menegaskan bahwa kualitas pegiat literasi daerah mampu bersaing, bahkan memimpin di tingkat yang lebih tinggi. Perjalanan menuju takhta juara ini memerlukan konsistensi yang panjang, mengingat setiap daerah mengirimkan representasi terbaik dengan program kerja yang tidak kalah inovatif.


Tahapan kompetisi bergengsi tersebut sudah dimulai sejak pertengahan bulan April lalu melalui penyaringan dokumen yang ketat. Berdasarkan data yang dihimpun, rangkaian Pemilihan Duta Baca Provinsi Jawa Tengah diawali dengan pengumpulan berkas portofolio yang komprehensif pada 12 April 2026. Dalam tahapan awal tersebut, setiap peserta diwajibkan untuk mengirimkan biodata resmi, dokumen sertifikat, serta berbagai bukti penghargaan yang pernah diraih sebelumnya. Tidak hanya itu, para kandidat juga diharuskan menyusun sebuah naskah proyek mendalam yang merangkum rekam jejak perjalanan dan kontribusi nyata yang telah mereka dedikasikan bagi perkembangan literasi di wilayah masing-masing.


Seleksi administrasi dan penilaian portofolio bertindak sebagai penyaring awal untuk memisahkan ide-ide konvensional dengan gerakan literasi yang berdampak nyata. Setelah melalui proses penilaian administrasi yang sangat selektif tersebut, peserta terbaik yang mewakili masing-masing kabupaten dan kota berhak melanjutkan langkah mereka ke babak krusial berikutnya, yaitu tahap presentasi dan wawancara tatap muka.


Agenda krusial tersebut diselenggarakan secara terpusat pada 5 Mei 2026, bertempat di Aula Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang. Di hadapan para penguji, para peserta secara bergantian memaparkan portofolio, menunjukkan karya nyata, serta mempertahankan program-program literasi unggulan yang telah diimplementasikan di daerah asal mereka.



Kualitas dari kompetisi tersebut dijaga melalui standardisasi penilaian yang objektif dengan menghadirkan panel dewan juri dari berbagai latar belakang ahli. Proses penilaian performa para finalis dilakukan oleh dewan juri profesional yang terdiri atas:

  • Nugraheni Arumsari, S.Sos., M.I.Kom. (Lektor Universitas Negeri Semarang),

  • Eqhna Ariani Tartiningrum (CEO Maspang Production House), serta

  • Ani Setijawati, S.E. (Pustakawan Ahli Madya Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah).

Melalui penyampaian presentasi yang dinilai sangat kuat, artikulatif, dan mengusung gagasan literasi yang visioner sekaligus inspiratif, Kuat Prayuga berhasil memperoleh akumulasi nilai tertinggi dari para juri. Atas keunggulan poin tersebut, ia secara sah ditetapkan sebagai Juara I Duta Baca Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, menyisihkan puluhan kompetitor tangguh lainnya.


Keberhasilan memenangi kompetisi tersebut disambut dengan rasa syukur yang mendalam oleh pihak terkait. Gelar baru tersebut dipandang bukan sekadar simbol kemenangan di atas panggung, melainkan sebuah amanah baru untuk memperluas jangkauan minat baca di tengah masyarakat.


Saat ditemui setelah upacara penganugerahan penghargaan, Kuat Prayuga menyampaikan rasa terima kasih dan pandangannya mengenai esensi dari gelar yang kini ia sandang:


"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas kepercayaan yang diberikan sebagai Juara 1 Duta Baca Jawa Tengah. Saya merasa terhormat sekaligus memiliki tanggung jawab yang sangat besar untuk mengemban amanah ini, karena ini bukan hanya tentang juara, tetapi tentang terus memberikan dampak nyata bagi lingkungan, khususnya berkaitan dengan literasi," ungkap Kuat Prayuga dengan penuh takzim.


Lebih lanjut, ia merefleksikan bahwa dinamika kompetisi yang ia lalui memberikan ruang belajar yang sangat luas mengenai arti dari sebuah perjuangan yang kolektif. Dukungan dari ekosistem sekitar diakui menjadi bahan bakar utama dalam menyempurnakan gagasan-gagasan yang ia bawa ke tingkat provinsi.


"Setiap proses yang saya lalui mengajarkan bahwa hasil terbaik lahir dari usaha, doa, dan dukungan banyak orang. Terima kasih kepada keluarga, sahabat, dan semua pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini. Semoga perjalanan ini dapat menjadi motivasi untuk terus belajar dan berkarya bagi masyarakat," tambah Ketua DKC Banyumas tersebut.



Langkah pascakompetisi kini menjadi fokus utama bagi perkembangan literasi regional. Dengan kapasitas baru sebagai Duta Baca tingkat provinsi, Kuat Prayuga mengemban ekspektasi besar untuk mentransformasikan minat baca dari sekadar kewajiban akademis menjadi sebuah gaya hidup, terutama di kalangan generasi muda yang sangat lekat dengan dunia digital.


Melalui pencapaian monumental tersebut, Kuat Prayuga diharapkan dapat menjadi figur inspirator utama bagi generasi muda agar semakin gemar membaca, aktif menulis, dan konsisten dalam menghasilkan karya-karya kreatif. Kehadiran figur Duta Baca yang aktif dan dinamis seperti dirinya diyakini mampu memperluas jangkauan gerakan literasi hingga menyentuh berbagai lapisan masyarakat yang belum terjangkau, termasuk area pedesaan.


Melalui sinergi yang kuat antara program kerja Duta Baca, instansi pemerintahan, dan komunitas lokal, visi untuk mewujudkan budaya membaca yang kokoh, inklusif, serta berkelanjutan di wilayah Kabupaten Banyumas dan Jawa Tengah diyakini dapat segera terealisasi dengan baik. Kesuksesan tersebut menjadi fondasi awal bagi lahirnya inovasi-inovasi literasi berbasis digital dan komunitas yang relevan dengan perkembangan zaman.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama