Dari Ludo King hingga Bakar-Bakar, Malam Kemerdekaan Citunggul Satukan Tawa Tiga Generasi

 


CITUNGGUL - Semangat kemerdekaan kembali menggema di tengah masyarakat Dusun Citunggul. Ratusan warga memadati Sanggar Karang Taruna Citunggul, Sabtu (15/8/2026) malam, untuk mengikuti sederet lomba malam dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Bukan sekadar perlombaan, kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan lintas generasi, mempertemukan anak-anak, kaum muda, hingga para sesepuh kampung dalam suasana penuh keakraban, tawa, dan semangat kebersamaan.


Rangkaian kegiatan dikemas dengan konsep sederhana tetapi mampu menghadirkan antusiasme tinggi dari masyarakat. Tiga jenis perlombaan disiapkan panitia, yakni turnamen gim digital Ludo King yang banyak diminati anak-anak dan remaja, pertandingan tenis meja yang berlangsung cukup kompetitif, serta lomba kartu remi yang dipadukan dengan agenda bakar-bakar bersama warga. Perpaduan kegiatan tradisional, olahraga, hiburan digital, dan aktivitas makan bersama tersebut membuat suasana perayaan kemerdekaan terasa lebih inklusif karena setiap kelompok usia memiliki ruang untuk berpartisipasi.


Ketua Panitia Acara, Haryanto, mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat sekaligus peran generasi muda yang terlibat aktif dalam menyukseskan kegiatan. Menurutnya, keberhasilan acara tidak hanya ditentukan oleh meriahnya perlombaan, tetapi juga oleh kemauan warga untuk hadir, berinteraksi, dan menjaga suasana kebersamaan. 


“Kami sangat mengapresiasi seluruh lapisan masyarakat yang sudah hadir. Khususnya untuk para pemuda, kontribusi mereka luar biasa dalam menyukseskan acara malam ini,” ujar Haryanto di lokasi kegiatan.


Dukungan terhadap kegiatan juga disampaikan Ketua RW setempat, Risno, yang melihat kegiatan tersebut sebagai langkah positif dalam menjaga hubungan sosial masyarakat. Menurutnya, momentum peringatan kemerdekaan idealnya tidak hanya diisi dengan kegiatan hiburan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat silaturahmi dan rasa kekeluargaan. Kehadiran warga dalam satu ruang yang sama, tanpa memandang usia maupun latar belakang, menjadi modal sosial penting untuk menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat Citunggul.


“Kegiatan seperti ini sangat positif. Selain untuk memeriahkan hari kemerdekaan, yang terpenting adalah menjaga kebersamaan dan kekeluargaan antarwarga Citunggul,” ungkap Risno. 


Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa kemeriahan lomba malam memiliki makna yang lebih luas. Di balik persaingan dalam permainan, terdapat proses membangun komunikasi, saling mengenal, dan mempererat hubungan antartetangga. Semangat tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa perayaan HUT ke-81 RI dapat menjadi momentum untuk merawat nilai gotong royong yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.


Menariknya, kemeriahan tidak hanya menjadi milik generasi muda. Para sesepuh kampung juga turut menikmati suasana yang tercipta. Siswandi, salah satu tokoh senior Citunggul, mengaku senang melihat kegiatan yang mampu melibatkan berbagai kelompok usia. Baginya, berkumpulnya warga dalam suasana santai menjadi pemandangan yang semakin mempererat rasa persaudaraan. Kehadiran generasi tua di tengah aktivitas anak-anak dan pemuda juga menunjukkan adanya ruang interaksi antargenerasi yang semakin penting di tengah perubahan pola kehidupan masyarakat.


“Tentu kami yang tua-tua ini sangat senang dan terhibur. Suasananya ramai, kumpul bersama seperti ini bikin kampung makin rukun,” kata Siswandi. 


Hingga kegiatan berlangsung, suasana Sanggar Karang Taruna Citunggul dipenuhi gelak tawa, sorak dukungan, serta interaksi warga yang menikmati setiap rangkaian acara. Dari permainan Ludo King, ketegangan pertandingan tenis meja, hingga keseruan lomba kartu remi dan bakar-bakar bersama, seluruh kegiatan menjadi bagian dari pesta rakyat yang sederhana tetapi sarat makna. Semarak tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan dapat dirayakan melalui kebersamaan, gotong royong, dan kegembiraan bersama. Di Citunggul, merah putih bukan hanya dikibarkan, tetapi juga dihidupkan melalui kerukunan warganya.


Kontributor : Luki Henderiyansah

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama