Semangat Tak Pernah Padam, MI Ma’arif NU Pesawahan Sabet Juara Umum Jambore Rawalo

 



RAWALO - Kerja keras, kekompakan, dan semangat berkompetisi para peserta didik MI Ma’arif NU Pesawahan akhirnya berbuah manis. Pangkalan MI Ma’arif NU Pesawahan berhasil meraih Juara Umum Jambore Tingkat Kwartir Ranting (Kwarran) Rawalo Tahun 2026 yang dipusatkan di Lapangan Desa Tipar, Kecamatan Rawalo. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 12–14 Agustus 2026, tersebut menjadi ajang pembuktian kemampuan sekaligus pertemuan besar Pramuka Penggalang di wilayah Kwarran Rawalo.


Prestasi tersebut diraih melalui perjuangan para anggota Pramuka yang tergabung dalam Regu Saola dan Regu Santigi. Kedua regu dari Pangkalan MI Ma’arif NU Pesawahan itu tampil penuh percaya diri dengan menunjukkan semangat kompetisi, kekompakan, kedisiplinan, serta kemampuan dalam mengikuti berbagai rangkaian kegiatan jambore. Penampilan konsisten yang ditunjukkan kontingen tersebut akhirnya mengantarkan MI Ma’arif NU Pesawahan menempati peringkat pertama dan berhak menyandang predikat juara umum.


Capaian tersebut mendapat apresiasi tinggi dari Kak Darsino, S.Pd., selaku Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan (Mabigus) MI Ma’arif NU Pesawahan. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh peserta dan pembina yang telah bekerja keras mempersiapkan kontingen hingga mampu membawa nama madrasah ke posisi terbaik. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan, latihan, kerja sama, serta semangat pantang menyerah yang ditunjukkan seluruh anggota kontingen.


“Ucapan terima kasih kepada kontingen MIMA Pesawahan yang telah berjuang hingga menorehkan prestasi yang pantas untuk dibanggakan ini,” tutur Kak Darsino. 


Apresiasi tersebut juga menjadi bentuk penghargaan terhadap para pembina yang telah mendampingi peserta selama proses persiapan hingga pelaksanaan jambore. Dukungan dari madrasah, pembina, dan seluruh keluarga besar MI Ma’arif NU Pesawahan menjadi bagian penting dalam perjalanan kontingen meraih prestasi tersebut.


Menurut Kak Darsino, keberhasilan dalam jambore tidak semata-mata diukur dari jumlah piala atau posisi sebagai juara. Lebih jauh, kegiatan kepramukaan merupakan proses pendidikan yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik untuk belajar menghadapi tantangan, membangun keberanian, bekerja sama, serta mengembangkan kemandirian. Karena itu, para peserta diharapkan tidak cepat berpuas diri setelah memperoleh prestasi, tetapi menjadikan pengalaman selama jambore sebagai bekal untuk terus berkembang.


“Lebih dari sekadar perlombaan, ajang pertemuan Pramuka ini menjadi penguatan karakter dan sarana belajar para peserta didik,” pungkas Kak Darsino. 


Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa kemenangan yang diraih Regu Saola dan Regu Santigi memiliki makna lebih besar daripada sekadar gelar juara. Setiap tantangan selama jambore menjadi ruang pembelajaran yang membentuk mental, kedisiplinan, kepemimpinan, tanggung jawab, dan kemampuan beradaptasi para peserta didik.


Dengan diraihnya gelar Juara Umum Jambore Kwarran Rawalo 2026, MI Ma’arif NU Pesawahan kembali menunjukkan bahwa pembinaan kepramukaan mampu menjadi salah satu wadah strategis untuk mengembangkan potensi peserta didik. Prestasi Regu Saola dan Regu Santigi diharapkan menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk berani berprestasi dan terus mengembangkan kemampuan di berbagai bidang. Bagi keluarga besar MI Ma’arif NU Pesawahan, kemenangan ini bukanlah garis akhir, melainkan awal untuk menyalakan semangat prestasi yang lebih besar dengan karakter kuat, jiwa tangguh, dan semangat Pramuka yang terus berkobar.


Tim Media MIMA Pesawahan

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama