CITUNGGUL – Semangat gotong royong masih menjadi kekuatan yang hidup di tengah masyarakat Dusun Citunggul Desa Dermaji Kecamatan Lumbir. Puluhan warga RT 03 Dusun Citunggul, bahu-membahu dalam tradisi sambatan untuk membantu pembangunan rumah Slamet, Kamis (13/8/2026). Sejak pagi, warga secara sukarela datang membawa tenaga, kebersamaan, dan semangat persaudaraan, mengerjakan pembangunan rumah mulai dari penataan struktur awal hingga pemasangan tembok dan genting. Di tengah kesibukan dan keterbatasan, sambatan kembali membuktikan bahwa pekerjaan berat akan terasa ringan ketika dikerjakan bersama.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi tersebut memperlihatkan kuatnya budaya gotong royong yang masih terpelihara di lingkungan RT 03. Warga tidak membedakan usia maupun peran ketika berada di lokasi pembangunan. Mereka bekerja secara bergantian, mengangkat bahan bangunan, menata struktur rumah, mendirikan tembok, hingga membantu proses pemasangan genting. Pekerjaan yang semula menjadi tanggung jawab sebuah keluarga berubah menjadi pekerjaan bersama ketika para tetangga memilih hadir dan memberikan bantuan secara sukarela.
Suasana kebersamaan semakin terasa sepanjang proses pembangunan. Di sela-sela pekerjaan, gelak tawa dan gurauan warga terdengar mengiringi estafet bahan bangunan. Interaksi sederhana tersebut membuat suasana kerja bakti terasa akrab dan hangat. Bagi masyarakat, sambatan bukan hanya persoalan menyelesaikan pekerjaan fisik, melainkan juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan sosial, menjaga komunikasi antartetangga, serta merawat rasa kekeluargaan yang menjadi bagian penting kehidupan masyarakat pedesaan.
Mas Slamet selaku pemilik rumah mengaku terharu sekaligus bersyukur melihat kepedulian warga yang datang membantu. Menurutnya, kehadiran puluhan tetangga bukan sekadar memberikan tenaga, tetapi juga menghadirkan dukungan moral yang sangat berarti bagi keluarganya. Ia menyadari bahwa pembangunan rumah akan membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit apabila dikerjakan sendiri. Karena itu, bantuan warga melalui tradisi sambatan menjadi energi besar yang membuat proses pembangunan berjalan lebih ringan dan cepat.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh warga RT 03 yang sudah meluangkan waktu dan tenaganya. Tanpa bantuan dan semangat sambatan dari tetangga semua, tentu proses pembangunan rumah ini tidak akan bisa berjalan secepat dan semudah ini,” ujar Slamet penuh haru.
Kekompakan tersebut juga mendapat apresiasi dari Ketua RT 03, Teguh, yang mengaku bangga melihat kepedulian masyarakatnya. Menurutnya, tradisi sambatan merupakan salah satu bentuk nyata bahwa nilai kekeluargaan dan solidaritas masih tumbuh kuat di tengah warga. Baginya, kebersamaan seperti itu harus terus dipertahankan karena menjadi modal sosial yang sangat berharga ketika masyarakat menghadapi berbagai kebutuhan dan persoalan bersama.
“Sebagai Ketua RT, saya sangat tersentuh dan bangga melihat kebersamaan warga. Tradisi sambatan seperti ini adalah bukti nyata bahwa rasa kekeluargaan dan solidaritas di RT 03 masih sangat kuat. Semoga kekompakan seperti ini terus terjaga sampai kapan pun,” ungkap Teguh di sela-sela kegiatan.
Kegiatan sambatan warga RT 03 Dusun Citunggul akhirnya bukan hanya meninggalkan hasil berupa pembangunan fisik rumah hingga tahap pemasangan tembok dan genting. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menghadirkan pesan sosial yang jauh lebih dalam: bahwa rumah dapat dibangun dengan batu, pasir, kayu, dan genting, tetapi rasa kekeluargaan dibangun dengan kepedulian dan keikhlasan. Dari halaman rumah Slamet, warga Citunggul kembali menunjukkan bahwa ketika tangan-tangan warga bersatu, pekerjaan menjadi ringan, silaturahmi semakin erat, dan semangat gotong royong tetap memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat.
Kontributor: Lucky
Posting Komentar