Kukuhkan Solidaritas dan Kesejahteraan Guru, PGRI Cabang Wangon Gelar Konkercab Tahun Pertama Masa Bakti XXIII

 Dokumentasi : Infokom PGRI Cabang Wangon

WANGON, INFO BANYUMAS – Pengurus Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Wangon bersama seluruh Ketua Ranting PGRI se-Cabang Wangon resmi menggelar Konferensi Kerja Cabang (Konkercab) Tahun Pertama Masa Bakti XXIII Tahun 2026. Pertemuan strategis yang berlangsung di Aula Korwilcam Dindik Wangon pada Kamis, 13 Agustus 2026 tersebut menjadi momentum krusial bagi organisasi profesi pendidik ini dalam mengevaluasi kinerja, menentukan arah kebijakan, serta mengesahkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pengurus pada tahun pertama masa bakti berjalan.

 

Melalui forum Konkercab ini, seluruh pengurus dan perwakilan ranting berkumpul untuk mencermati, mendiskusikan, hingga menyetujui rancangan pengesahan LPJ pelaksanaan program kerja tahun pertama Masa Bakti XXIII. Forum tahunan ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif organisasi, melainkan menjadi panggung evaluasi kritis terhadap sejauh mana program yang dirancang mampu menjawab kebutuhan riil para pendidik di akar rumput. Berbagai pencapaian kinerja, kendala lapangan, serta realisasi anggaran dipaparkan secara transparan demi memastikan akuntabilitas kepengurusan di tingkat cabang.

 

Dalam perjalanan organisasi, tantangan yang dihadapi para guru di wilayah Kabupaten Banyumas terbilang semakin kompleks. Oleh karena itu, Konkercab ini juga membedah isu-isu strategis, mulai dari penguatan tata kelola organisasi hingga langkah nyata dalam menjangkau seluruh anggota agar merasakan dampak hadirnya PGRI. Dalam kesempatan tersebut, dibahas pula mengenai program peningkatan kualifikasi akademik pendidik melalui skema Kuliah S2 Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Langkah ini dipandang sebagai jalan akselerasi bagi para guru untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme tanpa harus mengabaikan tugas utamanya di sekolah.

 

Tidak hanya berfokus pada pendidik di sekolah formal, forum tersebut turut memberikan perhatian besar terhadap nasib dan kesejahteraan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Selama ini, peran guru PAUD dalam meletakkan fondasi karakter anak kerap tidak sebanding dengan tingkat kesejahteraan yang mereka terima. Konkercab menegaskan pentingnya pengawalan kebijakan secara konsisten agar hak-hak guru PAUD dapat terpenuhi secara layak.

 

Selain itu, dinamika nasib guru di Kabupaten Banyumas juga menyoroti status kepegawaian tenaga honorer. Pembahasan intensif dilakukan terkait dengan perjuangan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Forum menyepakati bahwa skema PPPK paruh waktu harus dikawal dengan ketat agar dapat menjadi solusi berkeadilan bagi para guru yang telah mengabdi sekian lama, sehingga kepastian status dan kesejahteraan mereka terjamin.

 

Lebih jauh, perhelatan Konkercab ini dimanfaatkan sebagai wahana penyelarasan program kerja antara pengurus cabang dengan dinas pendidikan tingkat kecamatan. Sinergi yang kuat antara PGRI dan Korwilcam Dindik Wangon diharapkan mampu melahirkan pelayanan pendidikan yang unggul dan inklusif. Setiap keputusan yang diambil dalam konferensi ini ditargetkan untuk merancang program-program visioner yang tidak hanya berorientasi pada masa kini, tetapi juga mempersiapkan ekosistem pendidikan di Wangon agar siap menghadapi tantangan masa depan.

 

Kehadiran para pimpinan dan pimpinan dinas memberikan bobot tersendiri bagi pelaksanaan Konkercab tahun 2026 ini. Berbagai dorongan moral dan arahan strategis disampaikan langsung oleh para tokoh untuk memacu semangat para peserta konferensi.

 

Ketua PGRI Kabupaten Banyumas, Sarno, S.Pd., S.H., M.Si., menekankan beberapa poin substansial yang harus menjadi fokus perhatian seluruh jajaran pengurus dalam menjalankan roda organisasi.


"Ada tiga poin utama yang harus kita kawal bersama, yakni suksesnya Program Kuliah S2 Rekognisi, perjuangan gigih untuk kesejahteraan Guru PAUD, serta respons aktif terhadap dinamika nasib guru di Kabupaten Banyumas, termasuk dalam memperjuangkan status PPPK paruh waktu. Seluruh kegiatan dan kebijakan organisasi pada akhirnya harus benar-benar menyentuh dan dirasakan manfaatnya oleh para anggota di tingkat bawah," tegas Sarno.


Sementara itu, Ketua Korwilcam Dindik Wangon, Eko Purnomo, S.Pd., mengingatkan pentingnya perancangan strategi yang matang serta semangat melayani demi kemajuan dunia pendidikan di wilayahnya.

 

"Konferensi kerja ini adalah momentum tepat untuk menyusun rencana ke depan secara cermat. Kita semua harus senantiasa siap melayani dengan ketulusan agar PGRI mampu tumbuh menjadi organisasi yang luar biasa dan berdampak nyata bagi masyarakat," ujar Eko Purnomo.

 

Di sisi lain, Ketua PGRI Cabang Wangon, Binton Mustofa, S.Pd., menggarisbawahi pentingnya fondasi kebersamaan dan rasa kekeluargaan antar-sesama pendidik agar roda organisasi tetap solid dalam menghadapi tantangan zaman.

 

"Ruh solidaritas di antara sesama anggota dan pengurus harus tetap kita jaga dengan sepenuh hati agar senantiasa hidup. Tanpa solidaritas yang kuat, perjuangan kita untuk memajukan pendidikan dan membela hak-hak guru tidak akan pernah mencapai hasil yang maksimal," ungkap Binton Mustofa dengan penuh optimisme.

 

Dengan disahkannya LPJ tahun pertama Masa Bakti XXIII ini, PGRI Cabang Wangon bersiap melangkah ke tahap selanjutnya dengan komitmen baru. Konsolidasi yang kokoh antara pengurus daerah, cabang, hingga ranting diharapkan mampu menjadikan organisasi ini sebagai rumah yang aman, aspiratif, dan responsif bagi seluruh guru di Kecamatan Wangon.

Dokumentasi : Infokom PGRI Cabang Wangon


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama