Cirahab, Info Banyumas. Setelah hampir satu bulan menggerakkan semangat gotong royong bersama masyarakat, pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung III Tahun Anggaran 2026 di Desa Cirahab, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, resmi ditutup pada Kamis (13/8/2026). Salah satu hasil pembangunan yang paling dirasakan masyarakat adalah jalan lingkar usaha tani di Grumbul Karangtengah yang kini menjadi akses baru untuk memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas pertanian.
Penutupan TMMD tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Sejumlah unsur terlibat dalam kegiatan tersebut, mulai dari jajaran Kodim 0701 Banyumas, pemerintah daerah, Pemerintah Kecamatan Lumbir, Pemerintah Desa Cirahab, hingga masyarakat setempat. Kehadiran berbagai elemen tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan desa tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi dan keterlibatan seluruh komponen masyarakat.
TMMD Sengkuyung III Tahun 2026 mengangkat tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” Tema tersebut menjadi gambaran dari semangat pembangunan yang menempatkan desa sebagai salah satu fondasi penting dalam memperkuat kemajuan daerah. Melalui program tersebut, TNI bersama pemerintah dan masyarakat hadir secara langsung untuk mengerjakan berbagai sasaran pembangunan yang dibutuhkan masyarakat.
Dalam upacara penutupan, amanat disampaikan oleh Komandan Kodim 0701 Banyumas, Letkol Inf. Edward Samosir. Dalam pesannya, ia menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong sebagai kekuatan utama dalam pembangunan di wilayah pedesaan. Menurutnya, keberhasilan sebuah program pembangunan bukan hanya diukur dari selesainya pekerjaan fisik, tetapi juga dari tumbuhnya rasa memiliki masyarakat terhadap hasil pembangunan tersebut.
Semangat tersebut terlihat selama pelaksanaan TMMD di Desa Cirahab. TNI, pemerintah, dan masyarakat berkolaborasi dalam menyelesaikan berbagai pekerjaan yang telah ditetapkan. Kehadiran masyarakat dalam proses pembangunan menjadi bagian penting karena warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga turut terlibat dalam mewujudkan fasilitas yang nantinya digunakan bersama.
Salah satu sasaran yang menjadi perhatian masyarakat adalah pembangunan jalan lingkar usaha tani di wilayah Grumbul Karangtengah. Jalan tersebut memiliki fungsi strategis bagi masyarakat yang sebagian aktivitas kehidupannya berkaitan erat dengan sektor pertanian. Akses yang lebih baik diharapkan dapat memudahkan warga menuju lahan pertanian sekaligus memperlancar mobilitas dalam membawa berbagai kebutuhan maupun hasil pertanian.
Bagi masyarakat, pembangunan jalan usaha tani bukan sekadar pembangunan fisik. Jalan tersebut menjadi bagian dari harapan baru untuk memperbaiki akses dan memperlancar aktivitas ekonomi warga. Kondisi jalan yang lebih baik dapat membantu masyarakat menghemat waktu dan tenaga ketika melakukan aktivitas menuju lahan maupun mengangkut hasil pertanian.
Sebagai simbol selesainya pembangunan, rangkaian penutupan TMMD juga ditandai dengan prosesi pemotongan pita. Kegiatan tersebut dilakukan dengan didampingi Camat Lumbir dan Kepala Desa Cirahab. Prosesi sederhana tersebut menjadi penanda bahwa hasil pembangunan telah selesai dan selanjutnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Suasana penuh kebersamaan tampak dalam kegiatan tersebut. Warga yang sejak awal ikut mendukung pelaksanaan TMMD menyambut berakhirnya program dengan rasa syukur. Bagi mereka, pembangunan yang telah dilakukan memberikan manfaat langsung terhadap kehidupan sehari-hari, khususnya masyarakat yang berada di sekitar jalur lingkar usaha tani.
Salah seorang warga Grumbul Karangtengah, Sabar Riyadi, menyampaikan apresiasinya kepada jajaran Kodim 0701 Banyumas yang telah melaksanakan pembangunan di wilayah tersebut. Ia menilai keberadaan jalan lingkar usaha tani memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami masyarakat Grumbul Karangtengah mengucapkan terima kasih kepada Kodim 0701 Banyumas yang telah membangun jalan lingkar usaha tani di wilayah kami. Jalan ini sangat membantu masyarakat, terutama untuk aktivitas pertanian dan akses warga. Semoga hasil pembangunan ini dapat terus dirawat dan bermanfaat dalam jangka panjang,” ujar Sabar Riyadi.
Pernyataan tersebut menggambarkan besarnya harapan masyarakat terhadap keberadaan infrastruktur yang telah dibangun. Jalan yang sebelumnya menjadi bagian dari kebutuhan warga kini memiliki kondisi yang lebih baik dan diharapkan mampu menunjang aktivitas masyarakat secara berkelanjutan.
Di sisi lain, berakhirnya TMMD bukan berarti berakhir pula semangat gotong royong yang telah terbangun selama kegiatan berlangsung. Justru setelah program resmi ditutup, masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga hasil pembangunan agar tetap dapat digunakan dalam waktu yang panjang.
Pemeliharaan fasilitas menjadi bagian penting dari keberlanjutan pembangunan. Jalan lingkar usaha tani yang telah selesai dibangun membutuhkan perhatian bersama, baik dari pemerintah desa maupun masyarakat. Dengan pemanfaatan dan perawatan yang baik, infrastruktur tersebut dapat terus memberikan manfaat bagi warga dan mendukung aktivitas pertanian di Grumbul Karangtengah.
Program TMMD juga memperlihatkan bahwa pembangunan di tingkat desa memiliki dimensi yang lebih luas. Selain menghasilkan infrastruktur, kegiatan tersebut mempertemukan berbagai unsur dalam satu semangat yang sama. TNI hadir melalui program pembangunan, pemerintah memberikan dukungan dan fasilitasi, sementara masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pelaksanaannya.
Kolaborasi semacam itu menjadi modal sosial yang sangat berharga bagi pembangunan desa. Ketika pemerintah, TNI, dan masyarakat mampu bergerak dalam satu tujuan, berbagai kebutuhan masyarakat dapat lebih mudah diidentifikasi dan diwujudkan. Semangat tersebut pula yang menjadi pesan utama dari tema TMMD Sengkuyung III Tahun 2026.
Desa Cirahab kini memiliki salah satu warisan pembangunan dari pelaksanaan TMMD berupa jalan lingkar usaha tani yang diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang. Infrastruktur tersebut bukan hanya menjadi bukti fisik bahwa program TMMD pernah dilaksanakan, tetapi juga menjadi simbol kerja bersama antara aparat dan masyarakat.
Penutupan TMMD Sengkuyung III akhirnya menjadi titik akhir sebuah rangkaian kegiatan sekaligus awal dari tanggung jawab baru. Masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan hasil pembangunan secara optimal, menjaga fasilitas yang telah tersedia, serta meneruskan semangat gotong royong dalam berbagai kegiatan pembangunan lainnya.
Dari Grumbul Karangtengah, pembangunan tersebut memberikan pesan sederhana bahwa kemajuan desa dapat dimulai dari kebutuhan yang paling dekat dengan masyarakat. Sebuah jalan mungkin terlihat sebagai infrastruktur sederhana, tetapi bagi warga yang setiap hari menggunakannya, jalan tersebut dapat menjadi penghubung menuju lahan pertanian, aktivitas ekonomi, dan kehidupan yang lebih mudah.
Dengan berakhirnya TMMD Sengkuyung III Tahun 2026 di Desa Cirahab, semangat “Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa” diharapkan tidak berhenti bersamaan dengan penutupan program. Semangat itu diharapkan terus hidup dalam keseharian masyarakat melalui kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong untuk membangun Cirahab yang semakin maju dan mandiri.
Kontributor: Topo Setyanto
Editor: Suripto

.jpg)
Posting Komentar