DERMAJI, Info Banyumas. Semangat belajar agama, keberanian, dan kreativitas anak-anak Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di Desa Dermaji, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, terlihat dalam Festival TPQ Desa Dermaji yang digelar di Masjid Baiturrahman, Senin (24/8/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari program mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Cilacap tersebut diikuti peserta dari sejumlah TPQ di lingkungan Desa Dermaji.
Festival TPQ tersebut menghadirkan sejumlah cabang lomba yang menggabungkan kemampuan keagamaan dan kreativitas anak. Perlombaan meliputi adzan, hafalan surat, bacaan salat, serta mewarnai kaligrafi. Kehadiran berbagai cabang tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk menunjukkan kemampuan yang telah dipelajari di TPQ masing-masing.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dan berlangsung dalam suasana penuh antusiasme. Anak-anak dari berbagai TPQ datang bersama pendamping dan guru untuk mengikuti perlombaan sekaligus menjalin silaturahmi dengan peserta lainnya.
Festival TPQ Desa Dermaji menjadi salah satu bentuk kegiatan pengabdian mahasiswa KKN UNUGHA selama berada di tengah masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berupaya menghadirkan ruang pembelajaran yang menyenangkan sekaligus memberikan motivasi kepada anak-anak untuk semakin mencintai pendidikan agama.
Baca juga:
- Menembus Batas di Kendalisada: Ratusan Pembina Pramuka Banyumas Asah Ketangkasan, Siap Cetak Generasi Tangguh
- Merdeka: Antara Perayaan dan Penghayatan
Masjid Baiturrahman yang menjadi lokasi kegiatan dipenuhi suasana ceria. Para peserta mengikuti perlombaan dengan penuh semangat, sementara guru, orang tua, pendamping, dan masyarakat memberikan dukungan agar anak-anak mampu tampil percaya diri.
Salah satu cabang yang menjadi perhatian adalah lomba adzan. Peserta diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan melantunkan panggilan salat dengan baik. Selain menguji kemampuan, lomba tersebut juga melatih keberanian anak untuk tampil di hadapan juri dan peserta lainnya.
Cabang hafalan surat juga menjadi bagian penting dalam festival tersebut. Peserta diuji kemampuan menghafal surat-surat Al-Qur’an yang telah dipelajari di TPQ. Kegiatan tersebut diharapkan dapat semakin mendorong anak-anak untuk rajin membaca, mempelajari, dan menghafalkan Al-Qur’an.
Sementara itu, lomba bacaan salat memberikan ruang bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan dalam membaca bacaan-bacaan salat dengan baik dan benar. Cabang tersebut menjadi bagian penting karena keterampilan menjalankan ibadah perlu dikenalkan dan dibiasakan sejak usia dini.
Melalui lomba bacaan salat, anak-anak tidak hanya belajar menghafal bacaan, tetapi juga mendapatkan motivasi untuk memahami dan mempraktikkan ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana evaluasi sederhana terhadap pembelajaran keagamaan yang mereka peroleh di TPQ.
Adapun lomba mewarnai kaligrafi menghadirkan suasana yang berbeda. Anak-anak diberikan ruang untuk mengekspresikan kreativitas melalui perpaduan warna dan kreasi masing-masing. Kegiatan tersebut memadukan unsur seni dengan nilai-nilai keislaman sehingga pembelajaran agama terasa lebih menyenangkan bagi anak.
Haryoto, Ketua Takmir Masjid Baiturrahman, memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Festival TPQ Desa Dermaji. Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat pendidikan dan kegiatan sosial masyarakat.
Kegiatan festival tersebut dinilai memberikan pengalaman positif bagi anak-anak. Mereka tidak hanya belajar menunjukkan kemampuan, tetapi juga berlatih berani tampil, mengikuti aturan, menghargai peserta lain, serta membangun persaudaraan.
Dukungan juga disampaikan Fitri Yoelani, Ketua Muslimat Dermaji. Menurutnya, kegiatan keagamaan yang melibatkan anak-anak perlu terus dikembangkan karena dapat menjadi sarana pembentukan karakter sekaligus memperkuat hubungan antara anak, keluarga, lembaga pendidikan keagamaan, dan masyarakat.
Sementara itu, Nisa, salah satu mahasiswa KKN UNUGHA, turut terlibat dalam pelaksanaan kegiatan. Ia mengatakan Festival TPQ menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa karena dapat berinteraksi langsung dengan anak-anak sekaligus ikut berkontribusi dalam kegiatan pendidikan keagamaan di masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi kami selama KKN. Kami berharap anak-anak dapat mengikuti festival dengan senang, mendapatkan pengalaman baru, dan semakin termotivasi untuk belajar agama,” ujar Nisa.
Menurutnya, perlombaan sengaja dikemas dalam suasana yang menyenangkan agar anak-anak tidak merasa terbebani. Semangat mengikuti kegiatan diharapkan dapat menjadi pengalaman positif yang mendorong mereka untuk terus belajar dan mengembangkan potensi.
Mai Saroh, salah satu guru agama di Desa Dermaji, turut mengapresiasi pelaksanaan Festival TPQ tersebut. Ia menilai kegiatan semacam ini memiliki manfaat besar bagi perkembangan anak karena menggabungkan pendidikan agama, keberanian, kreativitas, dan kebersamaan.
“Kegiatan seperti ini sangat positif untuk anak-anak. Mereka tidak hanya belajar ilmu agama di TPQ, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, berani tampil di depan orang lain, dan belajar berkompetisi secara sehat. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan semakin banyak anak yang termotivasi untuk belajar agama,” ungkap Mai Saroh.
Menurut Mai Saroh, pendidikan agama pada anak membutuhkan pendekatan yang menyenangkan dan sesuai dengan dunia mereka. Festival dan perlombaan dapat menjadi salah satu metode untuk memberikan motivasi sekaligus memberikan penghargaan terhadap proses belajar yang telah dilakukan anak-anak.
Ia berharap sinergi antara TPQ, guru agama, tokoh masyarakat, orang tua, mahasiswa, dan berbagai unsur lainnya dapat terus diperkuat. Dengan kerja sama tersebut, pembinaan generasi muda di Desa Dermaji diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Salah satu peserta lomba mewarnai kaligrafi, Masha Sheinafia Yumna, juga tampak antusias mengikuti kegiatan. Melalui lomba tersebut, ia mendapatkan kesempatan untuk mengekspresikan kreativitasnya melalui warna sekaligus mengenal lebih dekat seni kaligrafi yang memiliki nilai keagamaan.
Kehadiran peserta dari berbagai TPQ membuat Festival TPQ Desa Dermaji semakin semarak. Anak-anak tidak hanya berkompetisi, tetapi juga berinteraksi dengan teman-teman dari TPQ lainnya. Hal tersebut menjadi pengalaman sosial yang penting bagi perkembangan mereka.
Berbagai cabang lomba yang disiapkan juga memiliki nilai pendidikan masing-masing. Lomba adzan melatih keberanian, hafalan surat memperkuat kedekatan dengan Al-Qur’an, bacaan salat membangun keterampilan ibadah, sedangkan mewarnai kaligrafi memberikan ruang bagi kreativitas anak.
Dengan demikian, Festival TPQ tidak hanya menjadi ajang mencari pemenang. Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak untuk berani tampil, berkompetisi secara sehat, menghargai orang lain, dan mengembangkan potensi.
Bagi masyarakat Desa Dermaji, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kolaborasi positif antara mahasiswa KKN UNUGA dan masyarakat. Mahasiswa mendapatkan pengalaman pengabdian secara langsung, sedangkan masyarakat memperoleh kegiatan yang memberikan manfaat bagi perkembangan anak-anak.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pembinaan generasi muda membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pendidikan agama yang diberikan di TPQ akan semakin kuat apabila mendapatkan dukungan dari keluarga, guru, masyarakat, dan lingkungan sekitar.
Suasana kebersamaan yang tercipta di Masjid Baiturrahman menjadi bagian penting dari festival. Anak-anak, guru, orang tua, mahasiswa KKN, takmir masjid, Muslimat, dan masyarakat berada dalam satu ruang untuk memberikan dukungan terhadap perkembangan generasi muda.
Festival TPQ Desa Dermaji juga menjadi gambaran bahwa program pengabdian mahasiswa dapat diarahkan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Melalui kegiatan sederhana namun sarat nilai pendidikan, anak-anak mendapatkan pengalaman yang dapat menjadi bekal dalam perkembangan mereka.
Pada akhirnya, kegiatan tersebut bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, setiap peserta telah mendapatkan pengalaman untuk berani tampil, belajar, berkreasi, memperdalam pengetahuan agama, dan menjalin persahabatan.
Dari lantunan adzan, hafalan surat Al-Qur’an, bacaan salat, hingga warna-warni kaligrafi, Festival TPQ Desa Dermaji menghadirkan pesan bahwa pendidikan agama dapat dikemas secara kreatif, edukatif, dan menyenangkan.
Festival TPQ Desa Dermaji menjadi bukti bahwa masjid, TPQ, mahasiswa, guru, orang tua, dan masyarakat dapat bersinergi menciptakan ruang belajar yang positif bagi generasi muda menanamkan nilai agama sekaligus menumbuhkan keberanian, kreativitas, dan karakter sejak dini.
Kontributor: KKN 01 UNUGHA Desa Dermaji
Editor: Suripto



Posting Komentar