TUMIYANG – Tawa ceria anak-anak memenuhi Rumah Posko Tumiyang RT 04 RW 03 pada Selasa (4/8/2026) ketika Mahasiswa KKN Responsif UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto meluncurkan program Rumah Tumbuh Anak (RUTA). Program unggulan tersebut menghadirkan ruang belajar yang memadukan pendidikan, permainan edukatif, serta pengembangan karakter bagi anak-anak usia sekolah dasar di Desa Tumiyang. Melalui suasana yang hangat dan menyenangkan, RUTA diharapkan menjadi tempat tumbuh yang mampu menumbuhkan kreativitas, kepercayaan diri, dan semangat belajar anak-anak di lingkungan desa.
Rumah Tumbuh Anak merupakan salah satu program utama dalam pelaksanaan KKN Responsif yang dirancang untuk mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga memberikan pengalaman belajar aktif yang mendorong keberanian, kerja sama, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan sosial. Beragam aktivitas edukatif dikemas secara kreatif agar anak-anak dapat belajar sambil bermain dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh semangat kebersamaan.
Retno Ayu Nurhayati selaku narasumber menyampaikan bahwa Rumah Tumbuh Anak lahir dari keinginan mahasiswa KKN untuk menghadirkan ruang belajar alternatif yang mampu memberikan pengalaman positif bagi anak-anak di Desa Tumiyang. Menurutnya, pendidikan tidak selalu harus berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dapat tumbuh melalui aktivitas yang menyenangkan, interaktif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa KKN mengajak anak-anak mengikuti berbagai permainan edukatif, diskusi sederhana, serta aktivitas kreatif yang melatih keberanian untuk menyampaikan pendapat. Suasana akrab yang terjalin membuat anak-anak tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka saling bekerja sama, berdiskusi, dan menyelesaikan berbagai tantangan yang diberikan secara berkelompok. Pendekatan tersebut dipilih agar proses belajar terasa lebih menyenangkan sekaligus membangun rasa percaya diri sejak usia dini.
"Melalui Rumah Tumbuh Anak, kami ingin menghadirkan ruang yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan karakter, kreativitas, serta rasa percaya diri anak-anak. Kami berharap mereka merasa senang belajar, berani mengemukakan pendapat, mampu bekerja sama dengan teman-temannya, dan memiliki semangat untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki," ujar Retno Ayu Nurhayati.
Kehadiran RUTA juga mendapat sambutan positif dari anak-anak dan masyarakat sekitar. Orang tua melihat program tersebut sebagai kesempatan berharga bagi putra-putri mereka untuk memperoleh pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran formal di sekolah. Sementara itu, anak-anak menikmati setiap kegiatan karena dikemas dengan metode yang menyenangkan sehingga mereka dapat belajar tanpa merasa terbebani. Interaksi yang hangat antara mahasiswa KKN dan peserta turut menciptakan suasana kekeluargaan yang memperkuat kedekatan dengan masyarakat.
Program ini sekaligus menunjukkan bahwa pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata tidak hanya berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan fisik, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan. Mahasiswa KKN Responsif UIN Saizu Purwokerto berupaya menjadi mitra masyarakat dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan karakter anak. Sinergi antara mahasiswa, keluarga, dan masyarakat menjadi fondasi penting untuk membangun generasi muda yang cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia.
"Harapan kami, Rumah Tumbuh Anak tidak hanya menjadi kegiatan selama pelaksanaan KKN, tetapi mampu menginspirasi masyarakat untuk terus menghadirkan ruang-ruang belajar yang positif bagi anak-anak. Ketika anak memperoleh lingkungan yang mendukung, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mampu bekerja sama, memiliki kepedulian terhadap sesama, dan siap menghadapi tantangan masa depan," tambah Retno Ayu Nurhayati.
Melalui program Rumah Tumbuh Anak, Mahasiswa KKN Responsif UIN Saizu Purwokerto membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui sentuhan pendidikan yang sederhana namun berdampak besar. Kehadiran RUTA menjadi simbol kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun generasi penerus bangsa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kaya karakter, kreatif, serta memiliki semangat belajar sepanjang hayat. Dari sebuah rumah sederhana di Desa Tumiyang, tumbuh harapan besar bahwa masa depan anak-anak akan semakin cerah melalui pendidikan yang ramah, menyenangkan, dan penuh makna.
Kontributor: Retno
Posting Komentar