KEMRANJEN, INFO BANYUMAS.COM — Suasana semarak dan penuh semangat keagamaan mewarnai gelaran Musabaqah dan Pentas Seni Pendidikan Agama Islam (MAPSI) ke-27 tingkat Kecamatan Kemranjen yang resmi digelar pada Rabu, 23 September 2026.
Ajang tahunan bergengsi yang diprakarsai oleh Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG-PAI) Kecamatan Kemranjen ini berhasil menyedot perhatian antusiasme masyarakat serta sivitas akademika sekolah dasar setempat.
Sebanyak 700 peserta didik dari 33 sekolah dasar di wilayah Kecamatan Kemranjen memadati area perlombaan untuk menunjukkan kebolehan terbaik mereka dalam mengintegrasikan pemahaman nilai-nilai keagamaan serta bakat seni Islami.
Tahun ini, panitia mendesain iklim kompetisi yang komprehensif dengan mempertandingkan sebanyak 23 cabang lomba yang terbagi secara proporsional untuk mengukur ketangkasan intelektual maupun keahlian seni para siswa secara maksimal.
Rincian cabang yang dikompetisikan tersebut meliputi 11 kategori putra, 10 kategori putri, serta dua cabang beregu yang menguji kekompakan tim, yakni pertunjukan seni Hadroh dan alunan Duet Religi.
Guna mengantisipasi lonjakan partisipan serta memastikan alur kompetisi berjalan aman dan efektif, pihak panitia membagi pelaksanaan acara ke dalam beberapa titik lokasi strategis di sekitar area pusat kegiatan.
Beberapa fasilitas publik dan sarana pendidikan dikerahkan secara maksimal, antara lain kompleks SD Negeri Karangjati, Lapangan Desa Kecila, Balai Desa Karangjati, hingga sejumlah musala yang berada di pemukiman warga.
Kredibilitas penentuan pemenang menjadi prioritas utama panitia dengan melibatkan juri profesional yang berasal dari latar belakang guru PAI, praktisi seni, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga perwakilan Kantor Urusan Agama.
Panitia penyelenggara menegaskan bahwa esensi utama perhelatan MAPSI tidak sekadar berfokus pada perebutan piala, melainkan sebagai wadah pembinaan karakter, penjelajahan bakat, serta sarana memupuk potensi diri para siswa secara berkelanjutan.
Pihak panitia juga menyebutkan bahwa ajang ini berfungsi sebagai tahapan penyaringan bakat untuk menemukan talenta-talenta terbaik yang nantinya akan dikirim mewakili Kecamatan Kemranjen pada perlombaan MAPSI tingkat Kabupaten Banyumas.
Firdaus Mukti, selaku perwakilan panitia penyelenggara, secara resmi menegaskan fokus utama dari pelaksanaan agenda tahunan ini dalam sambutannya di hadapan para peserta dan tamu undangan.
“MAPSI menjadi ajang untuk mencari bakat dan potensi siswa, sekaligus memilih peserta terbaik yang nantinya akan mewakili Kecamatan Kemranjen pada tingkat Kabupaten,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, pihak Korwilcam Kemranjen turut menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan konsistensi KKG-PAI yang terus berkomitmen mempertahankan tradisi penyelenggaraan MAPSI setiap tahunnya tanpa melupakan pembenahan kualitas.
Pihak pengawas mengimbau seluruh peserta agar bertanding dengan sportivitas tinggi, memupuk rasa percaya diri, serta menjadikan gelanggang lomba sebagai ruang ekspresi yang aman untuk menampilkan performa terbaik mereka.
Selain pesan bagi peserta, pihak pengawas juga menekankan pentingnya objektivitas serta profesionalisme dewan juri dalam mengawal seluruh proses penilaian agar menelurkan juara yang benar-benar berkualitas dan siap bersaing di tingkat selanjutnya.
Pengawas Korwilcam Kemranjen, Etik Lathifah, memberikan dorongan moral serta arahan langsung kepada segenap unsur yang terlibat guna menjaga kelancaran serta keadilan dalam jalannya kompetisi.
“Saya mengimbau seluruh peserta untuk menampilkan kemampuan terbaiknya dan mengikuti perlombaan dengan penuh semangat. Kompetisi ini harus menjadi ruang bagi siswa untuk menunjukkan bakat sekaligus membangun kepercayaan diri,” tutur Etik.
Ia juga menambahkan harapannya terkait netralitas tim penilai dalam menentukan pemenang pada setiap cabang. "Saya berharap para juri dapat menjalankan tugas secara profesional dan objektif sehingga menghasilkan juara yang benar-benar memiliki kemampuan terbaik sesuai bidang yang dilombakan," tambangnya.
Evaluasi positif turut mengalir dari juri cabang TIKI yang mengamati adanya peningkatan signifikan, baik dari segi kuantitas pendaftar maupun kualitas teknis karya yang dipresentasikan oleh para peserta tahun ini.
Tim penilai mengutarakan bahwa hasil karya para siswa memperlihatkan kemajuan yang pesat, terutama pada kerapian tata letak teks serta kejelian peserta dalam menggunakan aksesoris pendukung presentasi yang kian estetis.
Perkembangan positif ini menjadi indikator kuat bahwa proses pembinaan Pendidikan Agama Islam dan literasi teknologi di tingkat sekolah dasar wilayah Kemranjen telah berjalan dengan baik dan mengalami grafik kenaikan.
Laelatul Rohmaniyah, salah seorang juri yang mengawal jalannya perlombaan pada cabang TIKI, menyampaikan kesan dan pengamatannya terkait peningkatan performa para peserta.
“Secara kuantitas jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan. Tidak hanya dari sisi jumlah, kualitas karya peserta juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan,” ungkap Laelatul.
Ia secara mendalam mengulas sisi teknis perkembangan karya para siswa yang dinilainya makin matang. “Hal tersebut terlihat jelas dari karya-karya peserta yang semakin tertata, baik dari aspek penyusunan teks maupun penggunaan aksesoris dalam presentasi,” jelasnya.
Melalui panggung MAPSI ke-27 ini, Kecamatan Kemranjen tidak hanya sukses menghadirkan kompetisi yang semarak, tetapi juga memperkokoh fondasi pembinaan mental, spiritual, dan kreativitas generasi muda sejak dini.
Seluruh juara terpilih pada tingkatan kecamatan ini selanjutnya akan langsung memasuki pemusatan latihan intensif guna mempersiapkan diri membawa nama baik Kemranjen pada ajang MAPSI tingkat Kabupaten Banyumas mendatang.
Kontributor : Aris Sumbono
Editor : Eko Yuliansor


Posting Komentar