Kehadiran Marching Band Gema Mujahidin menjadi salah satu bentuk partisipasi peserta didik dalam menyambut perjalanan Tunas Kelapa Kwarda Jawa Tengah 2026. Dengan membawa perpaduan musik, kekompakan barisan, dan atraksi marching band, mereka siap tampil di jalur ETK yang melintasi wilayah Kwarran Sumbang.
Sebanyak 65 personel telah menjalani serangkaian latihan dan persiapan untuk memastikan penampilan berjalan maksimal. Kekompakan menjadi salah satu fokus utama dalam latihan karena setiap anggota memiliki peran penting untuk membangun harmoni permainan musik sekaligus menjaga formasi ketika berada di lapangan.
Marching Band Gema Mujahidin berada di bawah pimpinan Gita Pati Jenie. Penampilan tersebut juga akan diperkuat oleh tiga mayoret yang menjadi salah satu pusat perhatian dalam pertunjukan, yakni Evelyna Santika Putri, Lina Septiana, dan Della Octavia.
Baca juga:
- Bahasa Ibu Bergema di Ajibarang! FTBI 2026 Semai Tunas Budaya dan Perebutan Tiket ke Panggung Kabupaten
- Tampil Solid, SD Negeri 2 Lumbir Raih Dua Gelar di Jambore Ranting Kwarran Lumbir 2026
Kepala MTs Negeri Banyumas sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus), Sudir, mengatakan keikutsertaan Marching Band Gema Mujahidin merupakan bentuk dukungan madrasah terhadap kegiatan besar Gerakan Pramuka di Jawa Tengah. Menurutnya, ETK menjadi ruang yang tepat bagi peserta didik untuk mengembangkan sekaligus menunjukkan kreativitas, kedisiplinan, dan keterampilan yang selama ini mereka latih.
“Anak-anak sudah kami persiapkan untuk memberikan penampilan terbaik. Kami ingin kehadiran Marching Band Gema Mujahidin ikut menyemarakkan Estafet Tunas Kelapa Kwarda Jawa Tengah 2026,” kata Sudir.
Ia menjelaskan, persiapan penampilan tidak dilakukan secara instan. Para personel mendapatkan pembinaan secara bertahap agar mampu tampil dengan penuh percaya diri sekaligus tetap mengedepankan kekompakan sebagai sebuah tim.
Dalam proses pembinaannya, Marching Band Gema Mujahidin mendapatkan pendampingan dari Musthofa Nur, Rina Handayani Hanifah, dan Yeni Saras Susrintia. Ketiganya turut memberikan pembinaan kepada para anggota untuk meningkatkan kesiapan sebelum tampil dalam rangkaian ETK.
Sementara itu, penguatan dari sisi teknik permainan dan musikalitas dilakukan bersama tim pelatih yang dipimpin Sudiyanto dan rekan-rekan dari Korsik Ajenrem 701 Wijaya Kusuma. Pembinaan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas permainan musik, ketepatan gerakan, kedisiplinan formasi, serta koordinasi antaranggota.
Latihan yang dilakukan secara intensif menjadi modal bagi 65 personel Gema Mujahidin untuk menghadapi penampilan di jalur ETK. Selain kemampuan bermusik, para anggota juga dituntut mampu menjaga konsentrasi dan kekompakan selama mengikuti rangkaian kegiatan.
Sudir mengatakan, keterlibatan para peserta didik dalam ETK diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman tampil di hadapan masyarakat, tetapi juga menjadi proses pembelajaran karakter. Disiplin dalam berlatih, menghargai instruksi, menjaga kekompakan, dan bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing merupakan nilai yang dapat diperoleh melalui kegiatan tersebut.
“Dengan latihan yang terus digenjot, 65 personel Gema Mujahidin kini siap turun ke jalur ETK. Tak sekadar membawa musik dan atraksi, mereka juga membawa semangat madrasah dan Pramuka untuk menyambut perjalanan Tunas Kelapa Kwarda Jawa Tengah 2026,” lanjut Sudir.
Bagi peserta didik, kesempatan tampil dalam rangkaian ETK menjadi pengalaman yang berbeda dari kegiatan rutin di lingkungan madrasah. Mereka tidak hanya dituntut mampu memainkan alat musik secara bersama-sama, tetapi juga harus mampu menunjukkan sikap disiplin dan percaya diri ketika berada di tengah masyarakat.
Kehadiran Marching Band Gema Mujahidin juga diharapkan dapat memberikan warna tersendiri dalam perjalanan ETK di wilayah Sumbang. Alunan musik dan atraksi barisan yang ditampilkan diproyeksikan menjadi daya tarik bagi masyarakat yang berada di sepanjang jalur untuk menyaksikan prosesi estafet.
Lebih dari sekadar pertunjukan hiburan, keterlibatan Pramuka Penggalang MTs Negeri Banyumas tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ETK mampu menjadi ruang kolaborasi berbagai unsur pendidikan dan Gerakan Pramuka. Peserta didik diberikan kesempatan untuk mengambil bagian secara langsung dalam sebuah agenda kepramukaan tingkat daerah.
ETK Kwarda Jawa Tengah 2026 sendiri menjadi momentum untuk memperkuat semangat persaudaraan dan kesinambungan Gerakan Pramuka. Tunas Kelapa yang diestafetkan dari satu wilayah ke wilayah lainnya membawa simbol perjalanan, kebersamaan, dan semangat pengabdian yang terus dilanjutkan oleh generasi muda.
Di tengah perjalanan tersebut, Marching Band Gema Mujahidin hadir membawa energi dan semangat para Pramuka Penggalang. Sebanyak 65 personel yang telah menjalani latihan diharapkan mampu memberikan penampilan terbaik sekaligus menjadi bagian dari kemeriahan ETK di Banyumas.
Dengan persiapan yang telah dilakukan, MTs Negeri Banyumas optimistis para personel Gema Mujahidin dapat tampil maksimal. Dukungan pembina, pelatih, madrasah, dan seluruh anggota menjadi modal penting untuk menghadirkan pertunjukan yang kompak dan berkesan.
Penampilan mereka di jalur ETK nantinya bukan hanya tentang musik dan atraksi. Di balik setiap ketukan, gerakan, dan formasi, terdapat semangat Pramuka Penggalang untuk belajar, berkarya, tampil percaya diri, dan memberikan kontribusi bagi kegiatan bersama.
Masyarakat yang menyaksikan perjalanan ETK di wilayah Sumbang pun diharapkan dapat menikmati penampilan tersebut sebagai bagian dari kemeriahan kegiatan. Kehadiran Gema Mujahidin diharapkan mampu membangun atmosfer positif sekaligus memperlihatkan bahwa Gerakan Pramuka terus berkembang melalui kreativitas generasi muda.
Dengan 65 personel yang telah dipersiapkan, Marching Band Gema Mujahidin kini siap turun ke jalur ETK. Mereka membawa semangat madrasah, kebanggaan sebagai Pramuka Penggalang, serta tekad untuk memberikan penampilan terbaik dalam menyambut perjalanan Tunas Kelapa Kwarda Jawa Tengah 2026.

.jpeg)
Posting Komentar