Tunas Kelapa dan panji-panji Pramuka dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Cilacap diserahkan kepada Sekda Banyumas Agung Nur Hadie selaku Ketua Harian Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab). Penyerahan tersebut dilakukan oleh Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap Annisa Fabriana dalam prosesi timbang terima yang menandai perpindahan tanggung jawab estafet dari Cilacap ke Banyumas.
Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian perjalanan ETK Kwarda Jawa Tengah 2026 yang dilaksanakan secara berantai. Setelah diterima Kwarcab Banyumas, Tunas Kelapa dan panji-panji Pramuka kembali diarak menuju sejumlah titik yang telah ditentukan, sebelum akhirnya disemayamkan di Sanggar Bakti Pramuka Kwarcab Banyumas.
Baca juga:
- Dari Dapur ke Peluang Usaha! DWP Kelompok V Kemranjen Sulap Pertemuan Rutin Jadi Panggung Kreativitas
- MENCARI TUJUH BINTANG BAHASA JAWA: FTBI 2026 WANGON BUKA JALAN MENUJU PANGGUNG PRESTASI KABUPATEN DAN PROVINSI
Sekretaris Kwarcab Banyumas Wahyu Handoko menjelaskan, Estafet Tunas Kelapa merupakan kegiatan kepramukaan yang dilaksanakan secara berantai antarkwartir cabang dan dilanjutkan antarkwartir ranting. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyongsong upacara Hari Pramuka yang pelaksanaannya melibatkan berbagai unsur Gerakan Pramuka.
“Estafet ini adalah satu rangkaian membawa misi kepramukaan yang dilakukan secara berantai dan titik akhir tujuannya di Purwokerto, Banyumas, sebagai tuan rumah Peringatan Hari Pramuka Tingkat Jawa Tengah,” kata Handoko.
Ia menambahkan, Kwarcab Banyumas pada pelaksanaan ETK tahun ini menerima timbang terima dari dua kwarcab. Selain dari Kwarcab Cilacap yang berlangsung pada Jumat, 4 September 2026, timbang terima juga akan dilakukan dengan Kwarcab Purbalingga pada Minggu, 6 September 2026. Prosesi dari Purbalingga tersebut dijadwalkan berlangsung di Lapangan Desa Silado, Kecamatan Sumbang.
Handoko mengatakan, setelah prosesi serah terima di Cindaga, rombongan pembawa panji Pramuka dan Tunas Kelapa Kwarcab Banyumas melanjutkan perjalanan menuju etape pertama. Rombongan tersebut beranggotakan Pramuka Penegak dan Penggalang dari berbagai sekolah di Kecamatan Kebasen.
“Setelah serah terima, rombongan pembawa panji Pramuka dan Tunas Kelapa Kwarcab Banyumas, yang beranggotakan Pramuka Penegak dan Penggalang dari berbagai sekolah di Kecamatan Kebasen, melanjutkan perjalanan menuju etape pertama sekitar Masjid Serayu Desa Tumiyang Kecamatan Kebasen. Rombongan kemudian melanjutkan estafet menuju etape 2 yang berakhir di Lapangan Patikraja,” katanya.
Dari wilayah Kebasen, perjalanan estafet diteruskan oleh Kwarran Kebasen kepada Kwarran Patikraja. Selanjutnya, tanggung jawab estafet diserahkan kepada Kwarran Purwokerto Selatan yang bertugas di Etape 4, tepatnya di pertigaan perbatasan Kedungwringin dan Kelurahan Tanjung.
“Pasukan ETK Kwarran Purwokerto Selatan menyusuri Jalan Gerilya, Jl Bung Karno Komplek Menara, kemudian Jl Jenderal Sudirman dan berakhir di Alun-alun Purwokerto, untuk dilanjutkan oleh Pasukan ETK dari Purwokerto Timur yang membawa hingga garis finish di Sanggar Bakti Pramuka Kwarcab Banyumas untuk disemayamkan,” lanjutnya.
Semangat masyarakat terhadap kegiatan tersebut terlihat sepanjang perjalanan rombongan ETK. Mulai dari Cindaga, Kebasen, Gambarsari, Mandirancan, Patikraja, wilayah Kota Purwokerto, hingga Kwarcab Banyumas, para pelajar dan masyarakat berdiri di tepi jalan untuk menyambut rombongan yang melintas membawa panji Tunas Kelapa.
Sambutan tersebut tidak hanya berupa tepuk tangan dan lambaian tangan. Tim Penggerak PKK serta ibu-ibu RT dari berbagai wilayah turut menyiapkan minuman dan makanan ringan bagi pasukan inti maupun pasukan penggembira. Dukungan sederhana tersebut menjadi bentuk kepedulian masyarakat terhadap para peserta yang menjalankan perjalanan estafet dalam rangkaian kegiatan kepramukaan.
Kehadiran pelajar di sepanjang rute juga memperlihatkan bahwa ETK tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Perjalanan tersebut menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal nilai kebersamaan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat gotong royong yang menjadi bagian dari pendidikan kepramukaan.
Juri Estafet Tunas Kelapa Kwarda Jawa Tengah Tahun 2026, Taufik Rahmadi, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai, antusiasme yang muncul dari berbagai unsur menunjukkan bahwa ETK mendapat perhatian luas dari masyarakat.
“Sangat luar biasa sambutannya baik dari Mabiran, organisasi profesi, organisasi wanita, hingga masyarakat, ikut mendukung,” katanya.
Rahmadi menegaskan, dukungan dari berbagai elemen menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran perjalanan estafet. Keterlibatan Mabiran, organisasi profesi, organisasi wanita, serta masyarakat memperlihatkan bahwa kegiatan kepramukaan dapat menjadi ruang kolaborasi lintas kelompok.
Dengan diterimanya Tunas Kelapa dan panji-panji Pramuka di perbatasan Cilacap, perjalanan ETK Kwarda Jawa Tengah 2026 di Banyumas pun resmi dimulai. Dari Cindaga hingga Sanggar Bakti Pramuka Kwarcab Banyumas, setiap etape menjadi bagian dari perjalanan bersama menuju puncak peringatan Hari Pramuka Tingkat Jawa Tengah di Purwokerto.
Kontributor: Parsito
Editor: Suripto

.jpeg)
Posting Komentar