Kegiatan yang berlangsung di Aula SMP Negeri 1 Lumbir mulai pukul 09.00 WIB tersebut menjadi ruang bagi para siswa untuk berhenti sejenak dari rutinitas pembelajaran sekaligus melihat lebih jauh potensi yang ada dalam diri mereka. Para siswa diajak mengenali kemampuan, memahami karakter diri, membangun kepercayaan diri, serta mulai menentukan langkah untuk menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.
Seminar tersebut juga menjadi momentum penting bagi siswa kelas IX yang sebentar lagi akan meninggalkan bangku SMP. Masa transisi menuju pendidikan selanjutnya tersebut membutuhkan kesiapan, bukan hanya dari sisi akademik, tetapi juga mental, minat, kemampuan, dan keberanian dalam menentukan pilihan.
Kepala SMP Negeri 1 Lumbir, Sutomo, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya keberanian siswa untuk memiliki cita-cita. Menurutnya, mimpi dapat menjadi titik awal seseorang dalam menentukan arah kehidupan apabila disertai kemauan untuk berusaha.
“Jangan pernah takut untuk bermimpi, karena setiap kesuksesan selalu berawal dari sebuah impian. Percayalah pada dirimu sendiri. Tidak masalah jika hari ini kamu belum sehebat orang lain. Teruslah belajar, berusaha, berdoa, dan jangan mudah menyerah,” pesan Sutomo kepada para siswa.
Pesan tersebut diberikan agar siswa tidak menjadikan kondisi saat ini sebagai batas dalam menentukan masa depan. Setiap anak memiliki kesempatan untuk berkembang dengan kemampuan dan kecepatan masing-masing. Perbedaan pencapaian tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk kehilangan keyakinan terhadap kemampuan diri.
Sutomo juga mengingatkan bahwa perjalanan menuju cita-cita tidak selalu berjalan mudah. Akan ada tantangan, kegagalan, maupun kondisi yang membuat seseorang ingin berhenti. Namun, hal tersebut justru menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan pengalaman yang akan berguna pada masa mendatang.
“Bermimpilah setinggi mungkin, karena tidak ada mimpi yang terlalu besar bagi mereka yang mau berjuang,” lanjutnya.
Seminar tersebut menghadirkan Sugiarto, M.Psi., Psikolog, Direktur LPPSDM Quantum Nusa Konsultan, sebagai pembicara utama. Kehadiran narasumber tersebut memberikan perspektif psikologis kepada siswa mengenai pentingnya mengenali diri sebelum menentukan arah pengembangan diri dan cita-cita.
“Dengan kalian mengenali diri, kalian bisa menggali potensi diri untuk bisa mencapai cita-cita yang kalian inginkan,” ungkap Sugiarto.
Menurutnya, mengenali diri tersebut tidak sebatas mengetahui kelebihan dan kekurangan. Lebih dari itu, siswa perlu memahami minat, kemampuan, karakter, kebiasaan, gaya belajar, serta berbagai hal yang menjadi kekuatan maupun bagian yang masih perlu dikembangkan.
Pemahaman tersebut penting karena setiap siswa memiliki karakter dan potensi yang berbeda. Siswa tidak perlu memaksakan diri untuk menjadi seperti orang lain hanya karena melihat kelebihan yang dimiliki teman. Perbedaan tersebut justru dapat menjadi modal untuk menemukan keunikan dan kekuatan masing-masing.
Sugiarto juga menjelaskan bahwa potensi seseorang terkadang tidak langsung terlihat sejak awal. Potensi tersebut dapat muncul melalui proses yang panjang, termasuk belajar, mencoba, berlatih, mendapatkan pengalaman, dan berani mengambil kesempatan.
Karena itu, siswa kelas IX didorong untuk tidak takut mencoba berbagai kegiatan positif. Kegagalan dalam proses mencoba tersebut tidak selalu berarti ketidakmampuan. Sebaliknya, pengalaman tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui kemampuan sekaligus menemukan bidang yang sesuai dengan diri.
Hal tersebut menjadi penting bagi siswa kelas IX karena mereka mulai dihadapkan pada berbagai pilihan untuk melanjutkan pendidikan. Pilihan tersebut idealnya tidak hanya didasarkan pada ikut-ikutan teman, tetapi juga mempertimbangkan minat, kemampuan, cita-cita, serta kesiapan masing-masing siswa.
Seminar tersebut sekaligus mengajak siswa memahami bahwa cita-cita membutuhkan proses. Keinginan untuk menjadi seseorang di masa depan perlu diterjemahkan menjadi langkah-langkah yang dapat dilakukan mulai sekarang. Belajar secara konsisten, mengembangkan keterampilan, membangun kebiasaan positif, dan berani mencoba menjadi bagian dari proses tersebut.
Bagi sekolah, kegiatan tersebut juga menjadi salah satu bentuk pendampingan bagi siswa dalam menghadapi fase penting sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Bekal motivasi dan pemahaman diri diharapkan dapat membantu siswa mengambil keputusan secara lebih sadar dan bertanggung jawab.
Para siswa juga diingatkan bahwa keberhasilan tidak selalu ditentukan oleh siapa yang paling cepat mencapai sesuatu. Proses setiap orang dapat berbeda. Yang terpenting adalah memiliki tujuan, mengenali kemampuan diri, kemudian berusaha secara konsisten untuk mencapai tujuan tersebut.
Dengan demikian, seminar “Mengenali Potensi, Meraih Masa Depan” tidak berhenti pada pemberian motivasi sesaat. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi pemantik bagi siswa kelas IX SMP Negeri 1 Lumbir untuk mulai melihat masa depan dengan perspektif yang lebih luas.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan mampu mengenali keunikan dirinya, mengembangkan potensi yang dimiliki, serta mempersiapkan diri menghadapi jenjang pendidikan berikutnya. Masa depan memang belum diketahui, tetapi langkah untuk menuju ke sana dapat dipersiapkan mulai hari ini melalui belajar, kerja keras, doa, keberanian mencoba, dan pantang menyerah.
Kontributor: Nuzulina Kurnia Budi Rahayu

.jpeg)
Posting Komentar