KEDUNGBANTENG - Sebanyak 30 anggota Pramuka Penegak Ambalan KH Hasyim Asy’ari dan Dewi Masitoh, pangkalan MA Al Ikhsan Beji, resmi dilantik menjadi Penegak Bantara pada Jumat (16/10/2026). Pelantikan tersebut dilaksanakan setelah para peserta menyelesaikan napak tilas melalui 12 pos yang mengacu pada Syarat Kecakapan Umum (SKU) Penegak, sebagai bagian dari pembinaan karakter, keterampilan kepramukaan, dan kesiapan mengemban tanggung jawab pengabdian.
Sebelum mengikuti prosesi pengukuhan, para calon Penegak Bantara menjalani perjalanan napak tilas yang dirancang untuk menguji pengetahuan, keterampilan, kedisiplinan, ketahanan fisik, serta kemampuan bekerja sama dalam regu. Setiap pos menghadirkan tantangan yang berkaitan dengan pencapaian SKU Penegak, sehingga peserta dapat menerapkan materi kepramukaan yang telah dipelajari selama proses pembinaan.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi perjalanan melewati sejumlah titik. Napak tilas juga menjadi sarana pembelajaran langsung untuk menanamkan nilai tanggung jawab, keberanian, kemandirian, kekompakan, dan ketangguhan. Melalui tantangan yang harus diselesaikan bersama, peserta dilatih mengambil keputusan, saling membantu, serta menjaga semangat regu hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir.
Setelah menyelesaikan tahapan tersebut, 30 peserta mengikuti prosesi pelantikan sebagai Penegak Bantara. Pencapaian ini menjadi tonggak baru dalam perjalanan kepramukaan mereka. Namun, tingkatan Bantara bukan sekadar tanda kecakapan, melainkan amanah untuk semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai Tri Satya serta Dasa Darma dalam kehidupan sehari-hari.
Pembina Gugus Depan 05.3249–05.3250, Kak Ahmad Saman, S.Sos.I., M.Pd., dalam arahannya mengingatkan bahwa pelantikan harus menjadi awal dari pengabdian yang lebih luas. Ia mendorong anggota yang baru dilantik untuk menjadikan pengalaman selama napak tilas sebagai bekal membangun disiplin, kemandirian, dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Menjadi Pramuka Penegak Bantara bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk membuktikan kualitas diri. Jadilah Pramuka yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap sesama. Tunjukkan bahwa kalian mampu menjadi teladan, baik di lingkungan madrasah, keluarga, maupun masyarakat,” pesan Kak Saman.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan semangat belajar dalam setiap kegiatan. Menurutnya, kesulitan yang dihadapi selama napak tilas perlu dipandang sebagai pengalaman untuk melatih mental, memperkuat persaudaraan, dan membentuk karakter yang tangguh.
“Jangan mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Setiap tantangan adalah kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri. Teruslah berproses, saling membantu, dan mengamalkan Tri Satya serta Dasa Darma dalam kehidupan sehari-hari. Pramuka sejati bukan hanya pandai dalam keterampilan, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi orang lain,” tambahnya.
Pelantikan ini diharapkan mendorong para anggota Ambalan KH Hasyim Asy’ari dan Dewi Masitoh untuk terus mengembangkan potensi diri, kepemimpinan, dan keterampilan sosial. Pembinaan yang berkelanjutan penting agar nilai kepramukaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar tercermin dalam sikap sehari-hari, baik di madrasah, keluarga, maupun masyarakat.
Dengan dilantiknya 30 Penegak Bantara, MA Al Ikhsan Beji menegaskan pentingnya pendidikan karakter melalui kegiatan kepramukaan. Tanda Bantara yang disematkan menjadi pengingat bahwa setiap anggota memiliki tanggung jawab untuk terus belajar, berbuat, dan mengabdi, sekaligus tumbuh sebagai generasi muda yang berintegritas dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Kontributor: HUMASTIKA Kwarran Kedungbanteng 2026


Posting Komentar