Inovasi Pemanfaatan Lahan Sekolah SD Negeri 2 Besuki: Wujudkan Laboratorium Berkebun dan Edukasi Lingkungan


Sumber Dokumen : SDN 2 Besuki

LUMBIR, INFO BANYUMAS
— SD Negeri 2 Besuki mengoptimalkan pemanfaatan lahan kosong di area sekolah menjadi sarana belajar berkebun berbasis edukasi lingkungan bagi para siswa pada Jumat, 16 Oktober 2026. Program inovatif yang diinisiasi bersama antara pihak manajemen sekolah dan tenaga kependidikan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman kontekstual (hands-on learning), menumbuhkan kepedulian ekologis, serta membekali peserta didik dengan keterampilan hidup (life skills) sejak usia dini.


Pengembangan area hijau produktif ini difungsikan sebagai laboratorium alam terpadu untuk mendukung mata pelajaran IPA dan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Di area tersebut, para siswa diajak mengenal berbagai jenis tanaman sayuran, obat keluarga, hingga teknik perawatan tanaman secara organik. Pendekatan belajar di luar kelas ini terbukti efektif dalam mengatasi kejenuhan belajar di dalam ruangan sekaligus meningkatkan keterikatan emosional siswa terhadap kelestarian lingkungan sekolah.


Pemanfaatan lahan pekarangan sekolah secara produktif memiliki dampak multidimensional bagi ekosistem pendidikan modern. Selain menciptakan estetika lingkungan yang asri dan sejuk, aktivitas berkebun melatih kedisiplinan, kesabaran, dan rasa tanggung jawab para siswa dalam merawat makhluk hidup. Di samping itu, hasil panen tanaman organik ini juga memberikan nilai tambah pangan sehat bagi warga sekolah serta mendidik siswa tentang pentingnya ketahanan pangan berbasis lingkungan sekitar.


Kepala SD Negeri 2 Besuki, Wasto, S.Pd., menjelaskan bahwa optimalisasi lahan kosong merupakan komitmen sekolah dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang ramah anak dan berkelanjutan. Menurut beliau, proses pendidikan tidak boleh berjarak dari realitas alam. Pihak sekolah mengintegrasikan aktivitas berkebun ke dalam agenda pembiasaan mingguan agar siswa dapat melihat langsung teori sains yang dipelajari di kelas terkonfirmasi secara nyata di lapangan.


“Pemanfaatan lahan sekolah ini merupakan langkah nyata kami untuk menghadirkan pembelajaran yang aplikatif dan menyenangkan bagi anak-anak. Kami ingin siswa tidak hanya pandai secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap lingkungan hidup. Melalui sarana berkebun ini, anak-anak belajar proses kehidupan, kedisiplinan merawat tanaman, hingga pentingnya kemandirian sejak dini,” ujar Wasto, S.Pd.


Beliau menambahkan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari sinergi dan kolaborasi erat dari seluruh warga sekolah, termasuk jajaran guru dan tenaga pendukung. Dukungan teknis harian di lapangan dari penjaga sekolah menjadi pilar utama yang memastikan kelangsungan serta kesuburan tanaman yang dikelola bersama para siswa.


Sementara itu, Penjaga Sekolah SD Negeri 2 Besuki, Amin Musalim, yang terlibat langsung dalam penataan media tanam dan pendampingan teknis anak-anak, menyampaikan rasa bahagianya melihat antusiasme para siswa saat beraktivitas di kebun sekolah. Ia menjelaskan bahwa proses pembimbingan meliputi pengolahan tanah, pemupukan organik, hingga teknik penyiraman yang benar sesuai jenis tanaman.


“Saya sangat senang bisa mendampingi anak-anak belajar berkebun di area sekolah ini. Kami menyiapkan media tanam yang aman dan ramah anak agar mereka bisa belajar mencangkul kecil, menanam bibit, dan menyiram tanaman dengan gembira. Melihat antusiasme anak-anak saat merawat tanaman hingga berbuah memberikan kepuasan tersendiri bagi kami,” tutur Amin Musalim saat mendampingi aktivitas siswa di kebun sekolah.


Secara pedagogis dan sosiologis, integrasi pembelajaran luar kelas berbasis ruang hijau menjadi solusi adaptif dalam membentuk karakter generasi muda yang peduli lingkungan (eco-literacy). Kegiatan berkebun melatih kerja sama tim, kemampuan memecahkan masalah praktis, serta mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai (gadget) melalui aktivitas fisik yang menyehatkan di bawah sinar matahari.


Ke depan, SD Negeri 2 Besuki berkomitmen untuk terus memperluas variasi tanaman produktif serta mengembangkan sistem pengelolaan sampah organik sekolah menjadi pupuk kompos mandiri. Langkah konsisten ini diharapkan dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk mengoptimalkan potensi lahan yang dimiliki guna mencetak generasi penerus yang cerdas, mandiri, dan berwawasan lingkungan berkelanjutan.

Kontributor : Amin Musalim
Editor : Eko Yuliansor

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama