SDN 1 Besuki Gelar Bimtek Literasi Numerasi, Guru Didorong Manfaatkan Data Asesmen untuk Perkuat Pembelajaran


Lumbir, Info Banyumas. Penguatan literasi dan numerasi menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Hal tersebut menjadi fokus dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Literasi Numerasi melalui BOS Kinerja Tahun 2026 yang digelar di SDN 1 Besuki, Korwilcam Dindik Lumbir, Jumat (2/10/2026).


Kegiatan tersebut menghadirkan Lilies Putri Rakhmawati, S.Pd.SD., M.Pd., fasilitator daerah dari BBPMP Jawa Tengah, sebagai narasumber. Bimtek dirancang tidak hanya memberikan penguatan konsep, tetapi juga mengajak peserta menganalisis data, berdiskusi, menyusun perencanaan pembelajaran, hingga merancang tindak lanjut berdasarkan hasil asesmen.


Kepala SDN 1 Besuki, Nurkhayati Fatimah, S.Pd.SD., dalam kapasitasnya sebagai panitia penyelenggara, menyampaikan sambutan pada pembukaan kegiatan. Acara tersebut juga dihadiri Arifin Nur Hayadi, S.Pd., M.Pd., selaku Korwilcam Dindik Lumbir.


“Bimtek ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan hari ini. Apa yang diperoleh guru dapat diterapkan dalam pembelajaran dan kemudian dibagikan kepada guru lainnya melalui komunitas belajar di sekolah,” kata Nurkhayati Fatimah.


Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, kemudian dilanjutkan dengan sambutan kepala sekolah dan Korwilcam Dindik Lumbir.


Memasuki kegiatan inti, peserta mendapatkan penguatan mengenai konsep serta strategi pengembangan literasi dan numerasi dalam pembelajaran. Peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga terlibat dalam berbagai aktivitas kelompok dan pengerjaan lembar kerja.


Salah satu materi awal adalah analisis hasil capaian literasi dan numerasi satuan pendidikan. Dalam sesi tersebut, peserta melakukan eksplorasi data Rapor Pendidikan, curah pendapat, diskusi, presentasi, serta mendapatkan umpan balik. Hasil analisis tersebut kemudian dituangkan dalam lembar kerja yang diunggah melalui platform ORBIT.



Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa data hasil asesmen tidak berhenti sebagai angka atau laporan, tetapi dapat digunakan sebagai dasar untuk memahami kondisi pembelajaran dan menentukan langkah perbaikan yang diperlukan.


Materi berikutnya berupa penguatan konsep dan strategi penguatan literasi numerasi. Peserta mengikuti gim interaktif, eksplorasi, diskusi kelompok, refleksi, serta penguatan materi dari fasilitator.


Pendekatan tersebut memberikan kesempatan kepada guru untuk melihat bahwa literasi dan numerasi dapat diterapkan dalam berbagai aktivitas pembelajaran. Penguatannya tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca atau berhitung, tetapi juga kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, memecahkan masalah, dan menerapkan pengetahuan dalam situasi kehidupan sehari-hari.


Bimtek tersebut juga mengaitkan literasi numerasi dengan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Peserta mengikuti sesi analisis kerangka dan capaian asesmen TKA yang dilanjutkan dengan eksplorasi materi, workshop penyusunan dan perencanaan pembelajaran, serta gallery walk dan umpan balik.


Melalui kegiatan tersebut, guru diajak memahami hubungan antara capaian pembelajaran, asesmen, dan perencanaan pembelajaran. Dengan demikian, hasil asesmen dapat menjadi pijakan untuk menyusun strategi pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan peserta didik.


Kegiatan berlanjut dengan perencanaan tindak lanjut hasil TKA. Peserta melakukan eksplorasi materi dan berdiskusi untuk menyusun perencanaan pembelajaran berbasis TKA. Hasil pekerjaan tersebut kemudian dipresentasikan untuk memperoleh masukan dari peserta lainnya.


Salah satu bagian penting dalam rangkaian Bimtek tersebut adalah penyusunan rencana implementasi literasi dan numerasi berbasis digitalisasi pembelajaran. Pemanfaatan teknologi diarahkan sebagai sarana pendukung agar strategi pembelajaran dapat dikembangkan secara lebih efektif dan sesuai dengan perkembangan kebutuhan peserta didik.


Selain materi dan diskusi, peserta juga mengikuti pretest dan posttest melalui ORBIT. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian evaluasi untuk melihat pemahaman peserta sebelum dan setelah mengikuti Bimtek.


Penguatan literasi dan numerasi melalui kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan Bimtek. Hasil kegiatan akan ditindaklanjuti melalui diseminasi kepada guru dalam komunitas belajar sekolah serta pengimbasan kepada sekolah terdekat.


“Penguatan literasi dan numerasi harus menjadi bagian dari proses pembelajaran sehari-hari. Guru perlu membangun pengalaman belajar yang kontekstual sehingga peserta didik tidak hanya menghafal, tetapi mampu memahami, menggunakan, dan menerapkan pengetahuan,” ungkap Arifin.


Guru juga didorong untuk mengintegrasikan strategi literasi dan numerasi dalam perencanaan serta pelaksanaan pembelajaran. Pemetaan kebutuhan peserta didik berdasarkan hasil asesmen menjadi salah satu langkah penting agar pembelajaran dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing peserta didik.


Selain itu, sekolah merencanakan tindak lanjut berupa pembelajaran remedial, pengayaan, serta kegiatan literasi dan numerasi yang kontekstual. Monitoring dan refleksi secara berkala juga diperlukan untuk memastikan program berjalan secara konsisten.


Dalam pelaksanaannya, sekolah masih menghadapi sejumlah tantangan. Kemampuan awal literasi dan numerasi peserta didik yang beragam membutuhkan strategi pembelajaran yang berbeda. Guru juga perlu menyediakan waktu untuk menyiapkan bahan ajar dan aktivitas yang mampu menguatkan kedua kompetensi tersebut.


Ketersediaan serta pemanfaatan sumber belajar dan media pembelajaran juga masih perlu dikembangkan. Di sisi lain, sebagian guru membutuhkan pendampingan dalam menganalisis hasil asesmen dan menjadikannya sebagai dasar penyusunan tindak lanjut pembelajaran.



Karena itu, kolaborasi seluruh warga sekolah menjadi bagian penting agar program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan. Penggunaan BOS Kinerja juga diarahkan untuk mendukung program peningkatan mutu literasi dan numerasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Melalui Bimtek tersebut, guru diharapkan semakin memahami bahwa penguatan literasi dan numerasi bukan hanya tanggung jawab mata pelajaran tertentu. Kemampuan tersebut dapat dibangun melalui seluruh proses pembelajaran dengan menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual, dekat dengan kehidupan peserta didik, serta mendorong mereka untuk berpikir, menganalisis, dan memecahkan masalah.


Kegiatan Bimtek Penguatan Literasi Numerasi BOS Kinerja Tahun 2026 di SDN 1 Besuki tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kapasitas guru sekaligus mendorong pembelajaran yang lebih bermakna. Hasil kegiatan selanjutnya diharapkan dapat diterapkan secara konsisten melalui kolaborasi, refleksi, asesmen, dan tindak lanjut sehingga memberikan dampak terhadap peningkatan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik.


Kontributor: Nurkhayati Fatimah

Editor: Suripto

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama