62 Guru SD-MI Kembaran Bongkar Strategi Soal TKA, Dari CP hingga Praktik Menyusun 60 Butir


Kembaran, Info Banyumas. Sebanyak 62 guru kelas VI dari 39 SD dan MI negeri maupun swasta se-Kecamatan Kembaran mengikuti Talkshow TKA dan Pelatihan Pembuatan Soal TKA yang digelar Kelompok Kerja Guru (KKG) Guru Kelas VI Kecamatan Kembaran, Rabu (30/9/2026). Kegiatan tersebut tidak sekadar membahas konsep Tes Kemampuan Akademik (TKA), tetapi mengajak guru membongkar proses penyusunan soal mulai dari Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), hingga menghasilkan butir soal melalui praktik langsung.


Kegiatan yang berlangsung di Aula Asoka d'Garden Hall & Resto tersebut menjadi forum belajar bersama bagi guru kelas VI dalam memperkuat pemahaman mengenai TKA. Peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teoritis, tetapi juga diajak memahami karakteristik soal sekaligus mempraktikkan penyusunannya agar lebih dekat dengan kompetensi yang hendak diukur.


Baca juga:

Kegiatan tersebut dihadiri Korwilcam Dindik Kecamatan Kembaran Hery Supriyatno, M.Pd., Ketua K3S Kembaran Mulia Sujanti, S.Pd., beserta jajaran pengurus K3S, serta Ketua KKG Guru Kelas VI Kecamatan Kembaran Yusuf Yuniar Ratus, M.Pd. Narasumber yang memberikan materi adalah Rahmat Hidayat, S.Sos., S.Pd., M.Pd.


Rangkaian kegiatan tersebut dipandu Indar Purbatin, S.Pd. selaku pembawa acara dan Ema Suryani, S.Pd. sebagai moderator.


Membongkar Soal TKA dari Fondasi Kurikulum

Salah satu pembahasan utama dalam talkshow tersebut adalah pemahaman bahwa penyusunan soal tidak dapat dilepaskan dari fondasi kurikulum dan tujuan pembelajaran. Guru diajak melihat bahwa sebuah soal idealnya memiliki keterkaitan yang jelas dengan kompetensi yang hendak dicapai peserta didik.


Narasumber mengajak peserta menelusuri alur tersebut secara runtut. Prosesnya dimulai dari Capaian Pembelajaran (CP), kemudian diturunkan menjadi Tujuan Pembelajaran (TP), hingga menentukan kemampuan yang akan diukur melalui asesmen.



Pembahasan tersebut menjadi penting karena guru tidak hanya diajak mengenali bentuk soal TKA. Lebih dari itu, guru perlu memahami alasan mengapa sebuah soal disusun dengan bentuk dan karakteristik tertentu.


Selama ini guru sebenarnya telah akrab dengan penyusunan berbagai bentuk soal untuk kebutuhan pembelajaran. Namun, melalui kegiatan tersebut, peserta diajak melihat hubungan antara CP, TP, kompetensi yang diukur, karakteristik soal, dan asesmen secara lebih sistematis.


Talkshow tersebut juga membahas alasan pelaksanaan TKA, persiapan sekolah, serta karakteristik soal yang perlu dipahami guru. Peserta diarahkan agar tidak memandang persiapan TKA hanya sebagai kegiatan melatih siswa mengerjakan soal.


Persiapan tersebut justru perlu dimulai dari proses pembelajaran yang memberikan pengalaman kepada peserta didik untuk memahami informasi, bernalar, memecahkan masalah, serta menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh.


Tak Berhenti di Materi, Guru Langsung Menyusun Soal

Setelah mendapatkan penguatan konsep, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi praktik. Pada bagian tersebut, peserta tidak lagi hanya mendengarkan penjelasan, tetapi langsung mencoba menerjemahkan kompetensi dan tujuan pembelajaran menjadi butir soal.


Peserta dibagi dalam kelompok untuk menyusun soal dari dua mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia dan Matematika. Praktik tersebut menjadi bagian penting karena guru dapat langsung menguji pemahaman yang diperoleh selama sesi talkshow.


Baca juga:

Setiap kelompok ditargetkan menghasilkan 60 butir soal, yang terbagi dalam beberapa bentuk. Untuk masing-masing mata pelajaran, peserta menyusun 10 soal pilihan ganda (PG), 10 soal pilihan ganda kompleks atau Multiple Choice Multiple Answer (MCMA), dan 10 soal pilihan ganda kategori.


Dengan demikian, praktik tersebut menghasilkan 30 butir soal Bahasa Indonesia dan 30 butir soal Matematika. Proses penyusunan tersebut sekaligus memberikan pengalaman kepada guru untuk menyesuaikan bentuk soal dengan kemampuan yang hendak diukur.


Kegiatan tersebut menjadi menarik karena guru tidak hanya membicarakan karakteristik TKA secara konseptual. Mereka langsung berhadapan dengan proses menentukan materi, merumuskan stimulus, menyusun pertanyaan, menentukan pilihan jawaban, serta mempertimbangkan kesesuaian soal dengan tujuan pembelajaran.


Bangun Kesamaan Persepsi Guru Kelas VI

Kehadiran 62 guru dari 39 SD dan MI tersebut membuat kegiatan tidak hanya menjadi forum pelatihan. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang membangun kesamaan pemahaman antarguru kelas VI di Kecamatan Kembaran.


Diskusi dalam kelompok memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertukar pengalaman mengenai penyusunan asesmen. Guru dapat melihat cara pandang rekan sejawat dalam menerjemahkan kompetensi menjadi soal sekaligus mendiskusikan bentuk soal yang dianggap sesuai.



Proses tersebut menjadi penting karena guru memiliki posisi strategis dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi asesmen. Pemahaman yang relatif sama mengenai karakteristik TKA diharapkan dapat membantu sekolah menyiapkan pembelajaran secara lebih terarah.


Selain itu, kegiatan tersebut memperkuat budaya kolaborasi antarguru. Penyusunan soal tidak lagi dipandang sebagai pekerjaan individual, tetapi dapat dikembangkan melalui diskusi, telaah, dan berbagi pengalaman di antara guru.


Dari CP, Berujung pada Soal yang Lebih Terarah

Bagi peserta, pemahaman mengenai hubungan CP, TP, kompetensi, dan soal menjadi salah satu bagian yang memberikan perspektif baru. Guru memperoleh kesempatan untuk melihat kembali proses penyusunan asesmen yang selama ini dilakukan dalam pembelajaran.


Salah seorang peserta menyampaikan bahwa pembahasan fondasi penyusunan soal menjadi bagian yang membuka wawasan.


“Selama ini kami sudah sering membuat soal, tetapi melalui kegiatan ini kami menjadi lebih memahami bagaimana soal itu seharusnya diturunkan dari kompetensi dan tujuan pembelajaran. Penjelasannya membuat kami lebih memahami alasan di balik penyusunan sebuah soal.”


Ketua KKG Guru Kelas VI Kecamatan Kembaran, Yusuf Yuniar Ratus, M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan tersebut diharapkan memberikan bekal yang lebih konkret kepada guru dalam menghadapi TKA.


Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya KKG Guru Kelas VI Kecamatan Kembaran memperkuat kolaborasi, meningkatkan kualitas penyusunan asesmen, serta membangun kesiapan sekolah dalam mendampingi peserta didik menghadapi TKA.


Pada akhirnya, kegiatan tersebut membawa guru bergerak dari memahami konsep menuju praktik. Dari CP dan TP, guru diajak memahami kompetensi yang hendak diukur, kemudian menerjemahkannya menjadi soal yang sesuai karakteristik asesmen.


Sebanyak 62 guru dari 39 sekolah tersebut pun tidak hanya pulang membawa materi. Mereka mendapatkan pengalaman menyusun soal secara langsung sekaligus kesempatan menyamakan persepsi dengan sesama guru kelas VI.


Dari CP hingga soal TKA, proses tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama guru SD-MI se-Kembaran untuk menghadirkan pembelajaran dan asesmen yang semakin terarah, relevan, dan berkualitas bagi peserta didik.


Kontributor: Pria Santosa

Editor: Suripto

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama