LUMBIR, INFO BANYUMAS - SD Negeri 2 Canduk berhasil menunjukkan inovasi pembelajaran yang inspiratif dengan menyulap lahan kosong sekolah menjadi kebun produktif. Program edukasi bercocok tanam yang fokus pada penanaman kacang tanah ini tidak hanya memberikan pengalaman praktis bagi siswa, tetapi juga menghasilkan panen yang melimpah, tercatat mencapai 25 kilogram dari sepetak kecil lahan.
Pemanfaatan lahan kosong tersebut adalah inisiatif strategis sekolah untuk mengintegrasikan pendidikan lingkungan hidup dan keterampilan praktis ke dalam kurikulum sehari-hari. Lahan yang sebelumnya dibiarkan tidak terawat kini menjadi laboratorium alam terbuka bagi para siswa.
Kegiatan bercocok tanam tersebut melibatkan seluruh siswa dari berbagai tingkatan kelas, mulai dari proses pengolahan tanah, penanaman bibit, hingga perawatan intensif, yang semuanya diarahkan oleh guru pembimbing. Hal ini bertujuan agar siswa dapat memahami langsung siklus pertumbuhan tanaman.
Fokus utama penanaman tersebut adalah kacang tanah, komoditas yang dinilai mudah perawatannya dan memiliki siklus panen yang relatif cepat, menjadikannya pilihan ideal untuk proyek belajar jangka pendek. Kacang tanah dipilih juga karena nilai gizi dan pasar yang baik.
Keberhasilan program tersebut secara cepat menarik perhatian masyarakat sekitar, membuktikan bahwa ruang sempit pun dapat diubah menjadi sumber daya pendidikan yang bernilai tinggi. Sekolah kini dikenal sebagai pionir dalam implementasi praktik ramah lingkungan.
Guru Pembimbing, Bapak Teguh Tri Haryono, S.Pd., menjelaskan bahwa dimensi lahan sekolah yang digunakan untuk proyek edukasi tersebut berukuran 10x8 meter persegi. Ukuran lahan tersebut sangat efisien untuk kegiatan praktikum berkala bagi kelompok-kelompok siswa.
Bapak Teguh juga menyebutkan bahwa meskipun ukurannya terbatas, lahan tersebut menunjukkan produktivitas luar biasa. Hasil panen kacang tanah yang didapatkan dari proses tersebut mencapai angka 25 kilogram.
Pencapaian hasil panen dari lahan yang terbatas tersebut menunjukkan sinergi yang baik antara metode pengajaran dan partisipasi aktif dari para murid. Keberhasilan ini diharapkan dapat memacu semangat belajar siswa lainnya.
Kepala Sekolah SD Negeri 2 Canduk, Bapak Tasirin, S.Pd., juga memberikan apresiasi tinggi terhadap program tersebut. Beliau melihat program penanaman kacang tanah di lahan sekolah tersebut sebagai model ideal pembelajaran berbasis proyek.
Menanggapi keberhasilan proyek tersebut, Bapak Teguh Tri Haryono, S.Pd., selaku Guru Pembimbing, tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya terhadap kerja keras siswa.
"Lahan sekolah yang ukurannya relatif kecil, yaitu 10x8 meter, ini telah menghasilkan panen kacang yang sangat baik, kami berhasil mengumpulkan sebanyak 25 kilogram kacang tanah," ujar Bapak Teguh.
Bapak Teguh menambahkan bahwa capaian tersebut melebihi target awal yang ditetapkan, menunjukkan antusiasme dan ketekunan para siswa dalam merawat tanaman mereka. "Hasil ini adalah bukti nyata bahwa teori bisa diubah menjadi praktik yang menguntungkan," lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah, Bapak Tasirin, S.Pd., menegaskan komitmen sekolah untuk terus mendukung inisiatif serupa di masa mendatang.
"Kami, sebagai pihak sekolah, sangat mendukung program ini. Ini bukan hanya tentang panen, tetapi tentang menanamkan nilai-nilai kerja keras dan cinta lingkungan kepada anak-anak sejak dini," kata Bapak Tasirin.
Bapak Tasirin berharap proyek ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dengan ketersediaan lahan kosong. "Kami berencana akan memperluas jenis tanaman yang ditanam pada musim tanam berikutnya," tutupnya.


Posting Komentar