Antisipasi Dampak Tanah Bergerak, Tim Gabungan Lintas Sektoral Gelar Kaji Cepat di Kecamatan Lumbir



LUMBIR, INFO BANYUMAS – Tim gabungan lintas sektoral melakukan kaji cepat terkait bencana alam tanah bergerak yang mengancam pemukiman di wilayah Kecamatan Lumbir pada Kamis (8/1/2026). Langkah tanggap darurat ini diambil setelah terjadinya pergerakan tanah yang signifikan guna memetakan risiko dan menentukan langkah mitigasi bagi warga yang terdampak.


Kegiatan kaji cepat tersebut melibatkan berbagai pihak mulai dari Pemerintah Desa (Pemdes) Lumbir, jajaran kepolisian dari Polsek Lumbir, hingga personel Koramil 07 Lumbir. Sinergi tersebut dilakukan untuk memastikan terjadinya keadaan darurat di lapangan berjalan secara terintegrasi dan mencakup seluruh aspek keamanan wilayah.


Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas juga turun langsung ke titik lokasi untuk melakukan asesmen teknis terhadap struktur tanah yang mengalami pergeseran. Keterlibatan BPBD tersebut sangat penting dalam menentukan apakah kawasan terdampak masih aman untuk ditinggali atau memerlukan langkah evakuasi segera.


Selain unsur pemerintah dan aparat, warga masyarakat setempat turut berpartisipasi aktif dalam menyatukan perkembangan retakan tanah di sekitar lingkungan mereka. Partisipasi warga tersebut menjadi sumber informasi awal yang sangat membantu tim dalam mengidentifikasi titik-titik rawan baru yang muncul setelah hujan turun.


Pihak Perhutani juga terlibat dalam kaji cepat ini mengingat lokasi tanah bergerak tersebut berada di kawasan yang bersinggungan dengan lahan milik negara. Koordinasi dengan Perhutani bertujuan untuk meninjau stabilitas lereng dan tegakan pohon yang dapat mempengaruhi pergerakan massa tanah di bagian atas.


Relawan dari Pramuli Kwarran Lumbir juga serta menerjunkan personelnya guna membantu lancarnya proses pendataan dan pendampingan warga di lapangan. Kehadiran bantuan relawan tersebut memberikan dukungan moral sekaligus teknis bagi keluarga yang merasa cemas dengan kondisi rumah mereka yang berada di zona bahaya.


Instansi teknis lainnya seperti Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dinperkim) serta Dinas Sosial (Dinsos) juga melakukan verifikasi data terhadap bangunan yang mengalami kerusakan fisik. Verifikasi tersebut dilakukan sebagai dasar pemberian bantuan stimulan atau logistik bagi korban yang rumahnya amblas akibat pergerakan tanah.


Secara teknis, kaji cepat ini menemukan adanya retakan tanah yang cukup luas dan dalam yang berpotensi memicu longsor berskala besar jika tidak segera ditangani. Kondisi tersebut diperparah dengan letak geografis wilayah Lumbir yang didominasi oleh perbukitan dengan tingkat kemiringan yang cukup ekstrem.


Agus Prihatin, S.Pd., selaku personel Unit Reaksi Cepat (URC) Pramuli Kwarran Lumbir, memberikan keterangan mendalam mengenai temuan di lapangan. “Berdasarkan hasil pemetaan kami bersama tim gabungan, ditemukan luas tanah yang retak mencapai panjang 35 meter dan lebar sekitar 24 meter,” ungkapnya di lokasi bencana.


Ia menjelaskan bahwa kondisi retakan tersebut menunjukkan tren yang mengganggu karena bersifat dinamis. “Jika hujan lebat, tanah di lokasi ini ternyata masih terus bergerak, sehingga kami harus terus melakukan pemantauan secara berkala,” jelas Agus dengan nada waspada.


Fenomena pergerakan tanah yang terus berlangsung ini diakui telah memicu dampak psikologis bagi masyarakat setempat. “Hal ini secara otomatis menimbulkan keresahan warga sekitar lokasi yang rumahnya berada dekat dengan lokasi tanah amblas tersebut,” lanjut Agus Prihatin.


Agus menambahkan bahwa warga selalu merasa was-was setiap kali langit mulai mendung dan turun hujan dengan intensitas tinggi. “Keresahan warga sangat beralasan karena pergerakan tanah bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama saat kondisi tanah sudah sangat jenuh udara,” tambahnya lagi.


Dalam kaji cepat tersebut, Agus juga mengimbau agar komunikasi antarwarga tetap terjaga melalui sistem peringatan dini sederhana seperti kentongan atau radio komunikasi. “Kami menyarankan agar warga yang rumahnya paling dekat dengan titik retakan untuk segera mengungsi saat intensitas hujan meningkat,” tegasnya.


Agus menekankan bahwa fokus utama tim URC saat ini adalah keselamatan jiwa di atas segala-galanya. “Tugas kami memastikan tidak ada korban jiwa, sementara untuk kerugian materiil masih terus dilakukan pendataan oleh instansi terkait seperti Dinperkim dan Dinsos,” ucap Agus menutup keterangannya.


Kegiatan kaji cepat lintas sektoral tersebut diharapkan dapat segera memberikan rekomendasi teknis demi memberikan rasa aman bagi warga Kecamatan Lumbir.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama