Ketua Penyelenggara kegiatan, Mujiono, S.Pd., menjelaskan bahwa bimtek ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut kebijakan nasional yang menekankan pentingnya digitalisasi pembelajaran serta peningkatan kapasitas guru dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran interaktif.
“Digitalisasi pembelajaran menjadi upaya percepatan agar anak-anak Indonesia mampu mengejar ketertinggalan sekaligus terbiasa dengan keterampilan abad ke-21,” ujar Mujiono dalam sambutannya.
Ia menambahkan bahwa kehadiran Papan Interaktif Pintar atau Interactive Flat Panel (IFP) di sekolah harus diimbangi dengan kompetensi guru agar perangkat tersebut benar-benar berdampak pada kualitas pembelajaran di kelas.
Kegiatan bimtek ini diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah Dasar Kabupaten Banyumas dengan fasilitasi Penerbit Yudistira Cabang Purwokerto serta dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas.
Mujiono menyampaikan bahwa digitalisasi pembelajaran tidak hanya berbentuk penyediaan perangkat, tetapi juga harus disertai dengan bimbingan teknis yang berkelanjutan agar guru mampu merancang pembelajaran mendalam berbasis digital.
“Melalui bimtek ini, kami berharap guru tidak hanya terampil menggunakan perangkat, tetapi juga mampu mengembangkan konten pembelajaran interaktif yang relevan dengan kebutuhan peserta didik,” tuturnya.
“Bimtek ini menjadi momentum strategis untuk mengoptimalkan IFP sebagai bagian dari digitalisasi pembelajaran di sekolah,” tegas Joko Wiyono.
Baca juga:
- BerandaPemerintahan Inspektorat Daerah Banyumas Tinjau Langsung Layanan SPM di Korwilcam Dindik Lumbir
- Khidmat dan Edukatif, SDN 1 Dermaji Tanamkan Cinta Salat Sejak Dini lewat Peringatan Isra Mikraj
Ia menilai kegiatan tersebut sejalan dengan kebijakan Presiden Republik Indonesia dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang unggul melalui peningkatan kompetensi guru, khususnya dalam penguasaan teknologi digital.
“Ini adalah wujud nyata upaya Presiden RI menyiapkan generasi terbaik bangsa melalui guru-guru yang memiliki kompetensi digital yang mumpuni,” katanya.
Lebih lanjut, Joko Wiyono mendorong agar materi yang diperoleh peserta bimtek dapat diseminasikan kepada guru-guru lain di sekolah masing-masing sehingga dampak kegiatan ini dapat dirasakan secara lebih luas.
“Materi hari ini harus disebarluaskan dan diterapkan, agar anak-anak kita benar-benar difasilitasi untuk terampil menguasai teknologi digital,” imbuhnya.
“Kita ingin menghantarkan anak didik Banyumas dengan potensi dan kualitas terbaiknya melalui sistem pembelajaran dan asesmen yang semakin relevan dengan tantangan zaman,” pungkasnya.
Kegiatan bimtek ini diikuti oleh 861 peserta yang terdiri dari Koordinator Korwilcam Dindik se-Kabupaten Banyumas, ketua dan pengurus K3S Kecamatan, serta perwakilan guru. Pelaksanaannya dibagi ke dalam tiga kelompok selama tiga hari, yakni 22 Januari, 23 Januari, dan 27 Januari 2026, dengan harapan mampu memperkuat ekosistem pembelajaran digital yang berkelanjutan di Kabupaten Banyumas.
Kontributor: Tim Infokom PGRI Lumbir




Posting Komentar