“Jumat–Jari Kelingking Kanan”, Sinergikan Religiusitas, Kepedulian Lingkungan, dan Outing Class Menyenangkan


AJIBARANG - Program Jumat–Jari Kelingking Kanan dengan tajuk “Jumat Religi dan Kebersihan Lingkungan Sekolah serta Outing Class yang Menyenangkan” menjadi inovasi pembelajaran yang memadukan nilai religius, kepedulian lingkungan, dan pembelajaran di luar kelas. Kegiatan ini dirancang sebagai rangkaian aktivitas edukatif yang membangun karakter peserta didik sejak dini.


Melalui program tersebut, siswa mengikuti berbagai pembiasaan positif, mulai dari sholat dhuha berjamaah, membaca Asmaul Husna, kerja bakti menjaga kebersihan lingkungan sekolah, hingga kegiatan outing class. Seluruh rangkaian dikemas dalam suasana yang menyenangkan agar siswa belajar tanpa tekanan.


Pengawas Dabin, Armo, S.Pd., M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pembelajaran bermakna yang mengintegrasikan nilai karakter dengan pengalaman langsung.


“Pembelajaran tidak harus selalu di dalam kelas. Melalui Jumat–Jari Kelingking Kanan, anak-anak belajar religiusitas, kebersamaan, dan kepedulian lingkungan secara langsung dan menyenangkan,” ungkapnya.

Kegiatan sholat dhuha berjamaah dan pembacaan Asmaul Husna menjadi pembuka yang menanamkan nilai religius serta membangun suasana batin yang tenang dan positif sebelum siswa melaksanakan aktivitas lainnya.


Menurut Armo, pembiasaan spiritual di sekolah dasar sangat penting sebagai fondasi karakter anak.


“Pembiasaan ibadah sejak dini akan membentuk disiplin, ketenangan, dan akhlak yang baik. Ini bekal penting bagi anak dalam menghadapi tantangan di masa depan,” jelasnya.

Setelah kegiatan religius, siswa diajak melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah. Aktivitas ini tidak hanya melatih kepedulian terhadap kebersihan, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab dan cinta lingkungan.


Armo menambahkan bahwa kepedulian lingkungan harus ditanamkan melalui praktik langsung.


“Anak-anak tidak cukup hanya diberi teori tentang kebersihan. Dengan terlibat langsung, mereka belajar bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” katanya.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan outing class yang memberi kesempatan siswa belajar di luar kelas. Melalui pengamatan langsung dan interaksi dengan lingkungan sekitar, siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih kontekstual.


Menurut Armo, outing class mampu meningkatkan motivasi belajar siswa.


“Belajar di luar kelas membuat anak lebih antusias, kreatif, dan berani bereksplorasi. Ini sangat baik untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dan kemandirian belajar,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, siswa tampak ceria dan aktif berpartisipasi dalam setiap rangkaian acara. Guru berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan sekaligus memberi teladan dalam bersikap disiplin dan bertanggung jawab.


Program Jumat–Jari Kelingking Kanan menjadi bukti bahwa pembelajaran yang memadukan religiusitas, kepedulian lingkungan, dan pengalaman langsung dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna, serta memperkuat pendidikan karakter peserta didik secara utuh.


Kontributor : Iguh Erianto, S.Pd


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama