Mengawal Mutu Pendidikan: Korwilcam Dindik Ajibarang Perkuat Kesiapan Guru Kelas VI Lewat Sosialisasi TKA 2026



AJIBARANG, INFO BANYUMAS BANYUMAS – Memasuki awal semester genap tahun ajaran 2025/2026, langkah strategi dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di wilayah Kabupaten Banyumas terus digencarkan. Bertempat di aula pertemuan setempat, Koordinator Wilayah Kecamatan Dinas Pendidikan (Korwilcam Dindik) Ajibarang secara resmi menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi seluruh guru kelas VI Sekolah Dasar se-Kecamatan Ajibarang pada Senin (19/1/2026). Kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi para pendidik untuk menyelaraskan langkah dalam melaksanakan evaluasi akhir yang menjadi standar pencapaian pembelajaran siswa.


Sosialisasi ini melibatkan puluhan guru kelas VI dari berbagai sekolah dasar, baik negeri maupun swasta, yang tersebar di wilayah Kecamatan Ajibarang. Fokus utama dari pertemuan ini adalah memberikan pemahaman yang komprehensif dan mendalam kepada para guru terkait kebijakan terbaru, mekanisme teknis, serta kesiapan mental dalam pelaksanaan TKA. Sebagai instrumen evaluasi, TKA tidak hanya dipandang sebagai ujian semata, melainkan sebagai cermin dari efektivitas proses belajar mengajar yang telah berlangsung selama enam tahun masa pendidikan dasar.


Dalam keterangannya, pihak Korwilcam Dindik Ajibarang melalui panitia penyelenggara menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan respon terhadap dinamika kurikulum yang menuntut adanya standarisasi evaluasi yang objektif. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan tidak ada lagi keraguan pada tingkat pelaksana lapangan mengenai alur dan prosedur yang harus ditempuh, sehingga integritas hasil ujian dapat terjaga dengan baik.


“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memastikan bahwa setiap guru kelas VI di Kecamatan Ajibarang memiliki peta jalan yang jelas dalam membimbing siswa-siswinya menjalani evaluasi akhir,” ujar Pengawas SD Korwilcam Dindik Ajibarang, Armo, S.Pd.SD., M.Pd., saat ditemui di lokasi acara.


Strategi dan Pemetaan Kompetensi

Agenda sosialisasi diawali dengan pemaparan mendalam mengenai tahap persiapan TKA. Para peserta diajak untuk melakukan kompetensi peserta didik secara individu. Hal ini dianggap penting karena setiap siswa memiliki karakteristik dan kecepatan belajar yang berbeda-beda. Dengan pemetaan yang akurat, guru diharapkan mampu menyusun strategi pembelajaran berbasis pencapaian akademik yang lebih personal dan tepat sasaran.


Armo menekankan bahwa penguatan peran guru dalam membimbing siswa tidak hanya dapat dicakup pada aspek kognitif saja. Guru kelas VI dituntut mampu memberikan sentuhan edukasi yang mencakup kesiapan mental dan penguatan karakter. Mengingat tekanan psikologis yang sering dialami siswa menjelang ujian, peran guru sebagai motivator menjadi sangat krusial dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan.


“Kami menekankan kepada rekan-rekan guru agar mempersiapkan peserta didik tidak hanya dari sisi penguasaan materi yang bersifat teoritis, tetapi juga membangun kesiapan mental dan ketangguhan karakter mereka agar siap menghadapi tantangan akademik ini tanpa beban,” lanjut Armo dalam penjelasannya kepada para peserta.



Instrumen Tryout sebagai Kompas Evaluasi

Bagian penting lainnya dalam sosialisasi ini adalah pembahasan mengenai pelaksanaan tryout TKA. Kegiatan uji coba ini dirancang bukan sekadar simulasi teknis, melainkan sebagai sarana latihan bagi siswa kelas VI untuk mengenali ritme soal dan manajemen waktu. Informasi terkait jadwal dan distribusi soal tryout disampaikan secara mendetail agar sekolah dapat mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung secara maksimal.


Pihak pengawas menjelaskan bahwa hasil dari uji coba tersebut harus dijadikan kompas atau bahan evaluasi bagi guru untuk menyusun tindak lanjut pembelajaran. Dengan mengenali kelemahan dan keunggulan siswa di setiap mata pelajaran, guru dapat memberikan intervensi atau pengayaan pada topik-topik tertentu yang masih dianggap sulit oleh sebagian besar siswa. Hal ini bertujuan agar saat TKA utama dilaksanakan, seluruh kekurangan tersebut telah terminimalisir.


“Tryout ini berfungsi sebagai cermin awal untuk mengukur kesiapan peserta didik, sehingga menjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi guru dalam menyempurnakan strategi pengajaran di sisa waktu yang ada,” jelas Pengawas SD, Anita Wardani, S.Pd.SD., M.Pd., saat memaparkan materi di depan para guru.


Digitalisasi dan Administrasi yang Akuntabel

Selain aspek akademik, mekanisme pendaftaran TKA juga menjadi sorotan utama. Dalam era transformasi digital ini, Korwilcam Dindik Ajibarang mulai menerapkan sistem pendataan yang lebih terintegrasi. Penjelasan mengenai kelengkapan administrasi, mulai dari validasi data pokok pendidikan (Dapodik) hingga prosedur teknis penginputan peserta, disampaikan secara lugas untuk menghindari terjadinya kesalahan data yang dapat merugikan siswa.


Anita menerangkan bahwa ketelitian guru dan operator sekolah dalam proses administrasi adalah gerbang utama kelancaran pelaksanaan TKA. Prosedur teknis yang harus dipahami mencakup tata tertib ruang, pengawasan silang, hingga mekanisme pelaporan hasil ujian yang harus dilakukan secara transparan dan akuntabel. Ia mengingatkan bahwa kelemahan apa pun dalam tahap pendaftaran dapat berdampak pada proses distribusi soal dan sertifikasi izin di kemudian hari.


“Mekanisme pendaftaran TKA tahun ini menuntut ketelitian tinggi, mulai dari pendataan peserta hingga kelengkapan administrasi yang harus sinkron dengan data pusat,” tambah Anita untuk mempertegas pentingnya akurasi data.


Sinergi Tiga Pilar Pendidikan

Kesuksesan TKA tidak dapat dicapai jika hanya mengandalkan peran sekolah secara sepihak. Pemateri kedua, Armo dan Anita, secara konsisten menekankan pentingnya sinergi antara sekolah, guru, dan orang tua. Orang tua diharapkan mampu menciptakan ekosistem belajar yang mendukung di rumah, sementara guru memberikan bimbingan intensif di sekolah. Komunikasi yang harmonis antara guru dan orang tua akan sangat membantu dalam memadukan perkembangan belajar siswa secara real-time .


Menurut Armo, keberhasilan pendidikan adalah tanggung jawab kolektif. Sosialisasi ini diharapkan memicu para guru untuk lebih aktif berkomunikasi dengan wali murid. Dengan adanya pemahaman yang sama mengenai pentingnya TKA, orang tua tidak akan lagi memandang ujian sebagai beban, melainkan sebagai sarana untuk melihat potensi terbaik anak-anak mereka.


“Kami sangat menekankan pentingnya sinergi antara sekolah, guru, dan orang tua dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan TKA ini secara holistik,” kata Armo dengan penuh penekanan.


Harapan dan Output Jangka Panjang

Sebagai penutup rangkaian sosialisasi, diharapkan para guru kelas VI di Kecamatan Ajibarang memiliki standar pemahaman yang seragam. Persiapan yang matang dari sisi pendidik diharapkan berbanding lurus dengan ketenangan siswa dalam mengerjakan soal. Jika semua prosedur dijalankan dengan lancar dan tertib, maka hasil TKA akan mampu memberikan gambaran pencapaian peserta akademik secara objektif dan jujur.


Hasil evaluasi ini nantinya akan menjadi rapor bagi kualitas pendidikan di Kecamatan Ajibarang. Data yang dihasilkan akan dianalisis untuk menjadi dasar kebijakan pendidikan di tahun-tahun mendatang, baik dalam hal peningkatan sarana sekolah maupun pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan.


“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan agar pelaksanaan TKA dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan mampu memberikan gambaran kemampuan akademik peserta didik yang benar-benar autentik,” tegas Anita Wardani dalam pernyataan penutupnya.


Kegiatan sosialisasi yang berlangsung hingga hari-hari tersebut diakhiri dengan sesi tanya jawab yang dinamis, menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para guru dalam menyukseskan agenda pendidikan di Kabupaten Banyumas. Dengan persiapan yang dimulai lebih awal, Korwilcam Dindik Ajibarang optimistis bahwa prestasi akademik siswa kelas VI di wilayahnya akan mengalami peningkatan yang signifikan tahun ini.


Kontributor : Daryono, S.Pd ( Koordinator KKG Kelas VI)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama