Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Drs. H. Joko Wiyono MR., M.Si., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penyerahan SK PPPK Paruh Waktu merupakan momentum penting yang patut disyukuri oleh para guru dan tenaga kependidikan yang menerima amanah sebagai bagian dari aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyumas.
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa berkumpul dalam keadaan sehat dan penuh rasa bahagia. Ini adalah momentum yang mulia karena pemerintah memberikan pengakuan dan kepercayaan kepada Bapak dan Ibu semua sebagai tenaga pendidik dan tenaga kependidikan,” ujar Joko Wiyono saat membuka acara.
Pelaksanaan penyerahan SK ini dihadiri oleh ratusan guru dan tenaga kependidikan dari berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Banyumas. Mereka hadir sesuai jadwal sesi yang telah ditentukan, sehingga proses administrasi berjalan tertib, efisien, dan tetap kondusif.
Dalam arahannya, Kepala Dinas Pendidikan menyampaikan bahwa rasa syukur tidak cukup hanya diucapkan melalui lisan, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk kinerja dan tanggung jawab nyata. Ia mengingatkan bahwa status sebagai PPPK Paruh Waktu harus diiringi dengan kesungguhan dalam menjalankan tugas sehari-hari.
“Bersyukur itu sederhana, cukup dengan mengucapkan Alhamdulillah, tetapi tidak semua orang mampu melakukannya dengan tulus. Karena itu, syukur harus diwujudkan dalam perilaku dan kinerja yang nyata, bukan sekadar formalitas,” tegasnya.
Lebih lanjut, Joko Wiyono menyoroti peran strategis guru dalam dunia pendidikan. Menurutnya, guru PPPK Paruh Waktu tetap memiliki tanggung jawab profesional yang sama dalam mendidik, membimbing, dan mendampingi peserta didik agar berkembang secara optimal, baik secara akademik maupun karakter.
Baca juga:
- Kabar Bahagia di Awal Tahun: 39 ASN PPPK Lumbir Resmi Terima KGB
- Revitalisasi Struktur Organisasi, Pengurus KPRI Dwija Usaha Lumbir Masa Bakti 2026 Resmi Dikukuhkan
Ia juga mengingatkan bahwa kinerja guru akan dievaluasi secara berkala oleh kepala sekolah. Evaluasi tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa proses pembelajaran berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi peserta didik.
“Bagi Bapak dan Ibu yang berstatus guru, jalani tugas ini dengan penuh kesadaran. Jangan sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi bekerjalah dengan sungguh-sungguh karena kinerja akan terus dievaluasi,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa konsistensi dalam mematuhi aturan merupakan kunci profesionalisme. Setiap aparatur diharapkan mampu menjaga sikap, tutur kata, dan tindakan agar tidak mencederai kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan.
“Jangan pernah merasa aman lalu mengabaikan aturan. Kode etik mengatur sikap dan perilaku kita, baik di tempat kerja maupun di masyarakat. Konsistensi adalah kunci profesionalisme,” kata Joko Wiyono dengan nada tegas.
Dalam kesempatan tersebut, para guru juga diajak untuk terus meningkatkan kompetensi dan keterampilan. Kepala Dinas mendorong guru agar memperkuat kemampuan pedagogik, meningkatkan inovasi pembelajaran, serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa.
Ia berharap sekolah dapat menjadi rumah kedua bagi anak-anak, sementara guru menjadi sosok yang dirindukan kehadirannya, mampu mendengar, membimbing, dan menjadi tempat berdiskusi bagi peserta didik dalam menghadapi berbagai tantangan belajar.
“Jadilah guru yang peduli, mendampingi, dan dirindukan kehadirannya oleh siswa. Sekolah harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk tumbuh dan belajar,” tuturnya.
Tidak hanya kepada guru, arahan juga disampaikan kepada tenaga kependidikan dan tenaga teknis. Mereka diminta untuk tetap mematuhi tata tertib, prosedur kerja, serta melaksanakan tugas dengan disiplin, bersih, dan penuh tanggung jawab.
“Saya termasuk orang yang tegas dalam menegakkan aturan. Bekerjalah dengan jujur dan bertanggung jawab, karena setiap amanah akan dimintai pertanggungjawaban,” pungkasnya.
Menutup sambutan, Joko Wiyono menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan atas dedikasi serta kerja keras yang telah diberikan. Ia berharap para penerima SK PPPK Paruh Waktu dapat menjalani pilihan hidup sebagai pendidik dengan ikhlas, penuh syukur, dan komitmen pengabdian yang tinggi.
“Menjadi guru dan tenaga kependidikan adalah pilihan hidup. Jalani dengan ikhlas, nikmati dengan hati lapang, dan optimalkan untuk memberikan pengabdian terbaik bagi dunia pendidikan. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan dan keberkahan bagi kita semua,” tutupnya.
Posting Komentar