LUMBIR, INFO BANYUMAS – Gema selawat dan tabuhan rebana yang selaras dengan pelataran SD Negeri 3 Canduk pada Selasa pagi. Dalam suasana khidmat namun meriah, seluruh keluarga besar sekolah berkumpul untuk memperingati peristiwa agung Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Agenda tahunan ini bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan momentum krusial bagi pihak sekolah untuk menanamkan fondasi kedisiplinan ibadah shalat dan penguatan akhlak mulia kepada para siswa sejak usia dini.
Peringatan Isra Mi'raj yang mengusung tema "Meneladani Kedisipilinan Shalat dan Akhlak Mulia Nabi Muhammad SAW" ini dimulai tepat pukul 08.00 WIB. Acara dibuka dengan penampilan memukau dari Grup Hadroh Al Ikhlas , yang seluruh personelnya merupakan siswa-siswi SD Negeri 3 Canduk. Dengan seragam yang rapi dan pukulan terbang yang ritmis, mereka membawakan lagu-lagu pujian kepada Rasulullah, menciptakan suasana religius yang kental sebelum memasuki acara inti.
Kepala Sekolah SD Negeri 3 Canduk, Kuraesin, S.Pd. , dalam berbagai tekanan pentingnya memaknai peristiwa perjalanan malam Nabi Muhammad SAW bukan hanya sebagai cerita sejarah, melainkan sebagai pedoman hidup. Beliau menyampaikan bahwa hal tersebut merupakan upaya sekolah dalam membentuk karakter religius siswa di tengah tantangan zaman digital. Menurutnya, esensi utama dari Isra Mi'raj adalah perintah shalat lima waktu yang merupakan instrumen utama dalam melatih kedisiplinan manusia.
Kuraesin menjelaskan lebih lanjut bahwa melalui peringatan tersebut , pihak sekolah berharap para siswa mampu menyerap nilai-nilai kejujuran dan kesabaran yang dicontohkan oleh Nabi. Beliau memaparkan bahwa lingkungan sekolah harus menjadi ekosistem yang mendukung pertumbuhan spiritual, di mana nilai-nilai agama tercermin dalam perilaku sehari-hari, bukan sekadar teori di dalam kelas agama.
Puncak acara yang paling dinantikan adalah ceramah agama. Berbeda dari biasanya, SD Negeri 3 Canduk menampilkan potensi internal mereka sendiri melalui Raif Gian Ramadhan , seorang siswa kelas 4 yang dikenal sebagai Dai Cilik berbakat. Dengan gaya bahasa yang lugas dan penuh percaya diri, Raif berhasil memukau ratusan pasang mata yang hadir, termasuk guru, rekan sejawat, dan wali murid.
Dalam tausiyahnya, Raif menekankan bahwa shalat adalah kunci utama dari segala kebaikan. Ia mengajak rekan-rekannya untuk tidak lagi menunda-nunda waktu shalat, karena di dalam disiplin ilmu shalat terdapat rahasia kesuksesan seorang pelajar. Penampilan Dai Cilik tersebut sekaligus membuktikan bahwa pelatihan bakat dan minat di SD Negeri 3 Canduk berjalan dengan sangat baik, khususnya dalam bidang dakwah dan seni Islami.
Ditemui usai acara, Kepala Sekolah SD Negeri 3 Canduk, Kuraesin, S.Pd. , memberikan pernyataan langsung mengenai visi besar di balik terselenggaranya kegiatan ini.
Isra Mi'raj adalah momen terbaik untuk mengingatkan kembali bahwa perintah shalat adalah 'oleh-oleh' yang paling berharga dari perjalanan Rasulullah ke Sidratul Muntaha,” ujar Kuraesin dengan penuh semangat.
Beliau juga menambahkan mengenai keterlibatan siswa secara aktif dalam acara ini, termasuk penampilan grup hadroh dan dai cilik.
“Saya sangat bangga melihat anak-anak kami tampil. Grup Hadroh Al Ikhlas berlatih sangat keras, dan Raif, meskipun masih kelas 4, mampu menyampaikan pesan agama dengan sangat baik. Ini adalah bukti bahwa anak-anak kita memiliki potensi luar biasa jika diberikan wadah yang tepat. Kami ingin sekolah ini tidak hanya mencetak siswa yang pintar secara akademik, tetapi juga memiliki kecerdasan spiritual dan berakhlakul karimah,” tambahnya.
Sementara itu, sang narasumber utama, Raif Gian Ramadhan , berbagi perasaannya setelah berdiri di podium menyampaikan pesan-pesan kebaikan kepada teman-temannya.
"Awalnya saya merasa sedikit gugup karena bicara di depan guru-guru dan teman-teman semua. Tapi saya ingat pesan orang tua dan guru, bahwa menyampaikan kebaikan itu adalah tugas kita sebagai umat Nabi Muhammad. Saya ingin mengajak teman-teman semua, ayo kita rajin shalat lima waktu. Jangan sampai kalah sama main game atau menonton TV. Kalau kita disiplin shalat, insya Allah Allah akan mudahkan cita-cita kita semua," ungkap Raif dengan senyum polosnya.
Kegiatan peringatan Isra Mi'raj di SD Negeri 3 Canduk ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Partisipasi aktif dari para wali murid juga terlihat dari antusiasme mereka menghadiri acara hingga selesai. Banyak orang tua yang mengapresiasi langkah sekolah dalam memberikan panggung kepada siswa untuk menunjukkan bakat keagamaan mereka.
Pihak sekolah berkomitmen untuk menjadikan nilai-nilai yang dibahas dalam acara tersebut sebagai bagian dari budaya sekolah (budaya sekolah). Rencananya, program pembiasaan shalat berjamaah dan latihan hadroh akan terus ditingkatkan intensitasnya demi mendukung visi sekolah dalam mencetak generasi yang unggul dalam prestasi dan mulia dalam budi pekerti.
Dengan suksesnya acara tersebut, SD Negeri 3 Canduk telah menunjukkan bahwa pendidikan karakter tidak harus selalu kaku di dalam ruang kelas. Melalui seni, pidato, dan kebersamaan dalam hari besar keagamaan, pesan-pesan moral dapat tersampaikan dengan lebih efektif dan membekas di hati para siswa.


Posting Komentar