PURWOKERTO, INFO BANYUMAS – Gedung TK Negeri Pembina 1 Purwokerto menjadi saksi bisu momentum penting bagi masa depan dunia pendidikan di Kabupaten Banyumas. Pada hari Selasa pagi, suasana hangat dan penuh semangat kekeluargaan simpanan ruang pertemuan saat jajaran pengawas sekolah baru bersama Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas mengadakan pertemuan perdana. Pertemuan strategis ini diselenggarakan sebagai ajang silaturahmi sekaligus koordinasi awal untuk memperkuat peran pengawas dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan di wilayah Banyumas.
Kehadiran para pengawas sekolah dari berbagai jenjang pendidikan memberikan energi baru bagi organisasi APSI. Rapat koordinasi yang bertempat di Jalan Beringin Raya, Bojong, Tanjung, Kecamatan Purwokerto Selatan tersebut tidak sekadar menjadi seremonial perkenalan, melainkan menjadi titik awal perumusan strategi pendampingan satuan pendidikan. Fokus utama dari pertemuan tersebut adalah bagaimana para pengawas dapat menjadi motor penggerak dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan manajemen sekolah secara berkelanjutan.
Armo, S.Pd.SD., M.Pd , selaku Pengawas Sekolah Korwilcam Dindik Ajibarang yang mewakili rekan-rekan pengawas baru, memberikan pemaparan terkait komposisi tenaga pendidik yang baru bergabung. Dalam laporannya, merujuk pada data bahwa terdapat 31 pengawas baru untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), 2 pengawas Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 2 pengawas Taman Kanak-kanak (TK). Penambahan personel tersebut diharapkan mampu menutup celah kebutuhan pengawasan di berbagai wilayah pelosok Banyumas yang selama ini memerlukan perhatian ekstra.
Armo menyatakan bahwa seluruh pengawas baru telah menyatukan visi untuk bekerja secara kolektif. Beliau menegaskan komitmen mereka untuk bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan pendidikan, mulai dari jajaran Dinas Pendidikan hingga para kepala sekolah di lapangan. Baginya, tugas pengawas tidak lagi sekedar memeriksa administrasi, melainkan melakukan pendampingan yang menyentuh substansi kualitas pembelajaran di kelas
“Kami menyadari bahwa tantangan pendidikan ke depan semakin kompleks, terutama dalam mengawal implementasi kurikulum dan digitalisasi sekolah. Oleh karena itu, kami yang baru bergabung ini berkomitmen penuh untuk bersinergi dan belajar cepat agar dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas manajemen sekolah serta pendampingan satuan pendidikan secara berkelanjutan di Kabupaten Banyumas,” ujar Armo dalam berbagainya yang disambut antusias oleh peserta rapat.
Agenda utama rapat kemudian dilanjutkan pada pemaparan program kerja yang disampaikan langsung oleh Hj. Surtini, S.Pd., M.Pd , selaku Ketua APSI Kabupaten Banyumas. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa APSI memiliki peran sentral sebagai wadah profesional bagi para pengawas untuk meningkatkan kompetensinya. Program-program yang dicanangkan meliputi penguatan supervisi akademik dan manajerial yang lebih modern serta berbasis data.
Surtini menjelaskan secara mendalam mengenai perlunya optimalisasi peran pengawas dalam mendukung kebijakan pendidikan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Menurut beliau, program kerja yang disusun pada tahun tersebut dirancang agar lebih terarah dan memiliki dampak yang terukur bagi sekolah binaan. Hal tersebut mencakup lokakarya peningkatan frekuensi bagi pengawas dan pengawasan, instrumen pengembangan yang lebih aplikatif.
Dalam komunikasinya, Surtini menggarisbawahi bahwa kata tersebut menjadi kunci keberhasilan organisasi, yakni “Dampak Nyata”. Beliau menginginkan setiap kunjungan pengawas ke sekolah tidak hanya menghasilkan laporan di atas kertas, tetapi juga membawa perubahan positif pada cara guru mengajar dan cara kepala sekolah mengelola lembaganya.
“APSI Kabupaten Banyumas harus menjadi garda terdepan dalam penjaminan mutu pendidikan. Fokus utama kami adalah penguatan kompetensi profesional pengawas agar mereka mampu melakukan pengawasan yang solutif. Kita ingin memastikan bahwa setiap kebijakan pendidikan nasional dapat terimplementasi dengan baik hingga tingkat satuan pendidikan terkecil melalui pendampingan yang lebih terarah dan berdampak nyata bagi siswa,” tegas Hj. Surtini dengan nada optimis.
Selain membahas struktur organisasi dan program kerja, pertemuan perdana tersebut juga menjadi ruang diskusi bagi berbagai isu krusial di lapangan. Salah satu poin yang menjadi sorotan adalah pentingnya pemanfaatan data hasil pengawasan. Selama ini, data seringkali hanya berhenti sebagai arsip. Namun, dalam visi baru, data hasil pengawasan akan dijadikan dasar utama dalam menentukan kebijakan perbaikan mutu pendidikan di Kabupaten Banyumas.
Koordinasi memastikan antar pengawas lintas tingkat juga diperkuat untuk tersedianya kesinambungan pendidikan dari tingkat TK hingga SMP. Para pengawas sepakat bahwa kolaborasi dengan kepala sekolah dan guru harus dibangun di atas dasar kemitraan, bukan dengan instruksi satu arah. Hal ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, inovatif, dan berorientasi pada prestasi siswa.
Melalui rapat yang berlangsung khidmat tersebut, muncul harapan besar bahwa pembentukan pengawas sekolah baru di bawah naungan APSI Banyumas akan mampu membawa perubahan signifikan. Dengan semangat kebersamaan yang telah terpupuk sejak pertemuan pertama, langkah-langkah strategi yang telah disusun diharapkan dapat segera diimplementasikan guna mewujudkan layanan pendidikan yang lebih efektif, profesional, dan berorientasi pada kebersamaan.
“Rapat ini adalah fondasi. Kami ingin membangun komitmen bersama bahwa pengawas adalah mitra bagi sekolah untuk maju. Dengan penguatan koordinasi dan pemanfaatan data yang akurat, kami yakin layanan pendidikan di Banyumas akan semakin profesional dan mampu menjawab tantangan zaman,” pungkas salah satu peserta rapat menutup sesi diskusi.
Kontributor: Dian Wicaksono, S.Pd

Posting Komentar