CILACAP, INFO BANYUMAS – Gema tepuk tangan membahana di GOR Wijayakusuma, Cilacap, saat wasit mengangkat tinggi lengan Fathimah Kiswah Alfiah pada Jumat (24/1/2026). Siswi berbakat kelas VIII SMP PGRI 1 Ajibarang tersebut sukses mengukuhkannya dominasi dengan menyabet Juara 1 Tanding Kelas D Pra Remaja Putri dalam ajang kejuaraan Pencak Silat Cilacap Challenge Tingkat Provinsi Jawa Tengah. Kemenangan ini tidak hanya menjadi catatan manis bagi karir atletik Fathimah, tetapi juga membawa harum nama Kabupaten Banyumas di kancah persilatan daerah.
Kejuaraan yang mempertemukan ratusan pesilat tangguh dari berbagai pelosok Jawa Tengah ini menjadi ujian nyata bagi ketangguhan fisik dan mental para atlet muda. Dalam laporan kompetisi tersebut , Fathimah tercatat tampil dominan sejak peluit babak penyisihan ditiupkan. Dengan kombinasi tendangan sabit yang presisi dan bantingan yang taktis, ia berhasil menyisihkan ketahanan lawan-lawan dari kota-kota besar di Jawa Tengah yang juga mengincar posisi podium utama.
Panitia penyelenggara menjelaskan bahwa ajang Cilacap Challenge tersebut memang dirancang sebagai kawah candradimuka untuk menjaring bibit-bibit unggul pencak silat sejak usia dini. Melalui intensitas pertandingan yang tinggi, para atlet diharapkan tidak hanya mengejar medali, tetapi juga mengasah sportivitas dan kecintaan terhadap budaya asli bangsa. Kemenangan Fathimah dalam kategori Pra Remaja Putri tersebut sekaligus membuktikan bahwa pembinaan atlet di tingkat sekolah menengah mampu bersaing dengan klub-klub besar di tingkat provinsi.
Keberhasilan luar biasa ini diakui merupakan buah dari kedisiplinan yang sangat ketat. Berdasarkan keterangan resmi pihak sekolah, persiapan Cilacap Challenge tersebut telah dilakukan selama berbulan-bulan melalui sesi latihan intensif yang menguras keringat. Fathimah dinilai mampu menyerap instruksi pelatih dengan sangat baik, terutama dalam hal menjaga ritme pernapasan dan ketenangan mental saat menghadapi tekanan di partai final yang krusial tersebut .
Ditemui sesaat setelah upacara pengalungan medali, wajah Fathimah memancarkan rona bahagia meski sisa-sisa kelelahan masih tampak jelas. Baginya, emas ini adalah kado terindah bagi semua pihak yang telah mempercayai kemampuannya sejak awal.
"Saya sangat bersyukur dan bangga bisa meraih juara satu. Ini adalah momen yang luar biasa bagi saya pribadi. Terima kasih kepada orang tua yang selalu mendoakan, pelatih yang tidak mengarahkan rasa lelah, dan sekolah yang selalu memberikan dukungan penuh kepada saya," ujar Fathimah dengan mata berbinar.
Ia juga berbagi pengalaman mengenai kerasnya persaingan di tingkat provinsi. Menurutnya, setiap lawan yang ia hadapi di GOR Wijayakusuma memiliki karakteristik serangan yang unik dan sangat kompetitif.
“Pertandingan di tingkat provinsi memberikan pengalaman yang sangat berharga. Lawan-lawan yang saya hadapi memiliki kemampuan yang sangat baik dan teknik yang beragam, sehingga menuntut fokus penuh dan kesiapan mental yang kuat di setiap detik laga,” tambahnya lagi.
Prestasi ini disambut dengan penuh kegembiraan oleh keluarga besar SMP PGRI 1 Ajibarang. Keberhasilan Fathimah dianggap sebagai bukti nyata bahwa sekolah swasta mampu mencetak prestasi di bidang nonakademik yang sejajar dengan sekolah-sekolah unggulan lainnya di Jawa Tengah.
Kepala SMP PGRI 1 Ajibarang mengungkapkan rasa harunya saat mendengar kabar kemenangan tersebut . Beliau menegaskan bahwa pihak sekolah akan terus berkomitmen memberikan ruang bagi siswa-siswi yang memiliki minat dan bakat di bidang olahraga, khususnya seni bela diri pencak silat. Dukungan moral dan fasilitas latihan akan terus diupayakan guna menjaga momentum prestasi tersebut .
Dalam pernyataan resminya, Kepala Sekolah menekankan betapa pentingnya bagi seorang atlet untuk tetap rendah hati meski telah mencapai puncak tertinggi di sebuah turnamen.
“Kami sangat bangga dan bersyukur atas prestasi yang diraih ananda Fathimah Kiswah Alfiah. Terima kasih karena telah membawa nama harum SMP PGRI 1 Ajibarang di ajang tingkat provinsi. Kami berharap prestasi ini tidak berhenti sampai di sini saja,” tuturnya dengan nada optimis.
Beliau juga memandang bahwa olahraga seperti pencak silat memiliki nilai lebih dari sekedar urusan fisik, melainkan juga instrumen pembangunan karakter bagi generasi muda.
“Prestasi di bidang olahraga pencak silat ini juga dapat menjadi bekal penting bagi masa depan peserta didik, baik dalam pembentukan karakter, kedisiplinan, maupun peluang untuk terus berprestasi di level yang jauh lebih tinggi seperti nasional atau bahkan internasional,” tutupnya.
Kejuaraan Pencak Silat Cilacap Challenge 2026 ini bukan sekedar ajang kompetisi, melainkan perayaan terhadap identitas budaya Indonesia. Melalui kemenangan Fathimah, pesan tentang kerja keras dan ketekunan tersampaikan dengan sangat kuat kepada rekan-rekan sejawatnya di sekolah.
Secara tidak langsung, pencapaian Fathimah tersebut diharapkan mampu memicu semangat kompetitif di kalangan siswa lain. Pihak sekolah meyakini bahwa setiap anak memiliki potensi unik yang jika diasah dengan tepat—seperti Fathimah—akan mampu melahirkan prestasi yang menakjubkan. Dengan berakhirnya turnamen di Cilacap ini, Fathimah kini bersiap untuk kembali ke meja sekolah sambil tetap menjaga ritme latihannya untuk menghadapi tantangan di kejuaraan berikutnya.


Posting Komentar