Sebanyak 85 siswa kelas III dan IV mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias. Pembelajaran berbasis pengalaman nyata ini dirancang selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka yang menekankan proses belajar bermakna, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan peserta didik. Kegiatan tidak sekadar rekreasi, tetapi difokuskan pada penguatan karakter, kepedulian lingkungan, kemandirian, serta kemampuan bekerja sama.
Kepala SDN Dawuhan Wetan, Ibu Umi Ngatiyah, S.Pd.SD, menegaskan bahwa pembelajaran tidak harus selalu berlangsung di dalam ruang kelas formal. Menurutnya, alam menyediakan ruang refleksi dan eksplorasi yang tidak terbatas bagi anak-anak.
“Belajar bisa di mana saja. Alam adalah ruang kelas yang luas dan penuh makna. Ketika anak-anak bersentuhan langsung dengan lingkungan, mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga pengalaman yang membentuk karakter,” ungkap Ibu Umi.
Dalam kegiatan tersebut, para guru membimbing siswa melakukan pengamatan langsung terhadap lingkungan sekitar. Anak-anak diajak mengenali keanekaragaman hayati, mengamati tumbuhan dan ekosistem, serta memahami pentingnya menjaga keseimbangan alam. Mereka juga mencatat hasil observasi dan mempresentasikan temuan secara sederhana di hadapan teman-temannya.
Ibu Umi menambahkan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar penguasaan materi pelajaran. Ia berharap pembelajaran di alam terbuka mampu menanamkan nilai tanggung jawab dan rasa syukur kepada Tuhan atas keindahan ciptaan-Nya.
Selain penguatan karakter, siswa juga dilat
ih menjaga kebersihan selama berada di lokasi wisata. Setiap kelompok membawa kantong sampah sendiri dan memastikan tidak meninggalkan sampah di area Alas Pitu. Disiplin dan gotong royong menjadi nilai yang dipraktikkan langsung, bukan sekadar teori yang tertulis di buku pelajaran.
Pihak sekolah menilai pembiasaan sederhana seperti menjaga kebersihan dan bekerja sama memiliki dampak jangka panjang terhadap pembentukan kepribadian anak. Guru-guru terus mendampingi dan memberikan teladan selama kegiatan berlangsung agar nilai-nilai tersebut benar-benar tertanam dalam diri siswa.
Salah satu siswa kelas IV mengaku senang mengikuti pembelajaran di alam terbuka karena suasana berbeda membuatnya lebih mudah memahami materi yang dipelajari. Ia merasa lebih bersemangat ketika bisa melihat langsung objek yang diamati dibandingkan hanya membaca dari buku.
“Belajar di sini lebih seru. Kami bisa melihat tumbuhan dan lingkungan secara langsung, jadi lebih paham dan tidak cepat bosan,” ujarnya polos namun penuh antusias.
Melalui pembelajaran kontekstual di Alas Pitu ini, SDN Dawuhan Wetan berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin sekolah. Dengan semangat “Hijaukan Hati, Kuatkan Karakter”, sekolah berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga membentuk generasi yang peduli lingkungan, berempati, dan siap menghadapi tantangan masa depan dengan karakter yang kokoh.
Kontributor: SIMAS KORWILCAM KEDUNGBANTENG
Posting Komentar