RAWALO, INFO BANYUMAS – Gemuruh keceriaan dan semangat kompetisi yang sehat menyelimuti kompleks Masjid Markas Muhammad Rawalo pada Selasa pagi (11/02/2026), saat puluhan tunas bangsa berkumpul dalam perhelatan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) TK Aisyiyah se-Kecamatan Rawalo. Perhelatan tahunan ini menjadi panggung prestisius bagi kurang lebih 90 anak didik untuk mengeksplorasi bakat, mengasah kreativitas, sekaligus memperkuat fondasi nilai-nilai keislaman sejak usia dini. Dengan mengusung misi besar dalam membangun karakter yang tangguh dan beradab, kegiatan ini bertransformasi menjadi lebih dari sekadar perlombaan, melainkan sebuah festival edukasi yang menyatukan seluruh elemen pendidikan Aisyiyah di wilayah tersebut dalam satu harmoni ukhuwah yang erat.
Pelaksanaan Porseni tahun ini dirancang secara komprehensif untuk menyentuh berbagai aspek perkembangan anak, mulai dari aspek kognitif, motorik, hingga spiritualitas yang menjadi ciri khas lembaga pendidikan di bawah naungan Aisyiyah. Lokasi acara yang dipusatkan di Masjid Markas Muhammad dipilih guna memberikan nuansa religius yang kental, sehingga anak-anak merasa nyaman dan terbiasa berada di lingkungan ibadah. Para peserta yang hadir merupakan representasi dari berbagai unit TK Aisyiyah yang tersebar di pelosok Kecamatan Rawalo, membawa misi masing-masing untuk menunjukkan hasil pembinaan karakter yang selama ini dilakukan di sekolah.
Panitia pelaksana menegaskan bahwa pemilihan jenis perlombaan dalam agenda tersebut telah disesuaikan dengan kurikulum pendidikan anak usia dini yang berbasis agama. Cabang lomba seperti salat berjamaah dan adzan bertujuan untuk melatih kemandirian serta tata cara ibadah yang benar, sementara lomba hifdzil Qur’an putra dan putri menjadi ajang untuk menguji kedekatan anak dengan kitab suci. Keberhasilan penyelenggaraan acara tersebut juga tidak lepas dari dukungan penuh para guru dan orang tua yang sejak pagi buta telah mempersiapkan putra-putri mereka agar tampil maksimal. Selain itu, keterlibatan aktif masyarakat sekitar dalam menyukseskan kegiatan tersebut membuktikan bahwa pendidikan karakter anak adalah tanggung jawab kolektif yang harus didukung oleh semua pihak.
Lebih jauh, panitia menjelaskan bahwa lomba lari mengurutkan huruf hijaiyah merupakan salah satu inovasi dalam kegiatan tersebut untuk menggabungkan ketangkasan fisik dengan kecerdasan kognitif. Melalui metode bermain sambil belajar tersebut, anak-anak tidak merasa terbebani oleh materi pelajaran, melainkan menikmatinya sebagai sebuah permainan yang menantang. Demikian pula dengan lomba mewarnai kaligrafi, di mana melalui aktivitas tersebut, para juri dapat melihat sejauh mana ketelitian dan apresiasi estetika anak terhadap seni Islami dikembangkan. Keseluruhan rangkaian lomba tersebut diakhiri dengan pemberian apresiasi yang merata, guna memastikan bahwa setiap anak pulang dengan perasaan bangga atas usaha yang telah mereka lakukan.
Ketua Panitia Porseni, Ibu Karyati, S.Pd., tidak dapat menyembunyikan rasa syukurnya melihat kelancaran acara yang melebihi ekspektasi awal. Baginya, melihat senyum percaya diri di wajah anak-anak adalah pencapaian terbesar dari kepanitiaan yang ia pimpin.
"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas terselenggaranya kegiatan ini dengan lancar. Antusiasme yang ditunjukkan oleh para peserta, guru, dan orang tua sungguh luar biasa di luar dugaan kami. Kami berharap Porseni ini dapat menjadi momentum krusial untuk membangun karakter anak yang percaya diri, mandiri, dan tentu saja memiliki akhlak yang mulia sejak mereka masih berada di jenjang taman kanak-kanak," ungkap Karyati dengan mata berbinar di sela-sela penyerahan piala.
Dukungan senada juga datang dari unsur pimpinan Muhammadiyah setempat. Bapak Warsono, selaku perwakilan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Rawalo, memberikan pesan mendalam mengenai esensi kompetisi bagi anak usia dini.
"Kegiatan Porseni ini bukan sekadar ajang untuk mencari siapa yang menang atau kalah, tetapi lebih kepada sarana pendidikan karakter yang nyata. Di sini, anak-anak dilatih untuk berani tampil di depan publik, menjunjung tinggi nilai sportivitas, serta menanamkan kecintaan yang mendalam terhadap ajaran Islam melalui berbagai kegiatan yang menyenangkan dan edukatif. Inilah cara kita menyiapkan pemimpin masa depan," tegas Warsono saat memberikan sambutan.
Puncak acara ditandai dengan pengumuman pemenang yang disambut dengan riuh rendah tepuk tangan. Panitia memberikan penghargaan untuk kategori Juara 1, 2, dan 3, serta Harapan 1, 2, dan 3 di setiap cabang lomba sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras para siswa. Suasana haru menyeruak ketika para balita tersebut naik ke atas panggung dengan langkah kecil mereka, menerima trofi dan piagam yang mungkin menjadi prestasi formal pertama dalam hidup mereka. Bagi para guru, momen ini adalah bukti otentik bahwa pola asuh dan metode pengajaran yang diterapkan di sekolah telah membuahkan hasil yang manis.
Eksistensi Porseni TK Aisyiyah se-Kecamatan Rawalo ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni tahunan semata. Dampak jangka panjang yang diinginkan adalah terciptanya ukhuwah atau tali persaudaraan yang semakin erat antarlembaga TK Aisyiyah di wilayah tersebut. Dengan adanya standarisasi kualitas melalui kompetisi ini, diharapkan setiap sekolah terus terpacu untuk meningkatkan mutu pendidikannya. Harapan besar disematkan agar dari rahim Porseni ini, akan lahir generasi emas Indonesia yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan tangkas secara fisik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan akhlakul karimah yang akan menjadi bekal utama mereka dalam mengarungi masa depan.
Kontributor: Media Center Kecamatan Rawalo

Posting Komentar