WANGON, INFO BANYUMAS – Di bawah naungan langit pagi yang cerah, gema lantunan 99 nama Allah menyelinap di antara celah pepohonan, menandai dimulainya agenda "Jumat Religius" di SD Negeri Ranjingan pada 6 Februari 2026. Seluruh elemen sekolah, mulai dari siswa hingga tenaga pendidik, bersatu dalam barisan yang rapi di halaman utama untuk melaksanakan Sholat Dhuha berjamaah serta mendengarkan tausiyah mendalam mengenai persiapan menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan sebuah ikhtiar sistematis dari pihak sekolah untuk mengokohkan fondasi spiritual dan karakter peserta didik di tengah arus modernisasi.
Langkah kaki kecil para siswa yang membawa perlengkapan ibadah sejak pagi hari menjadi pemandangan yang menyejukkan. Mereka tampak antusias mengikuti instruksi untuk duduk bersila secara teratur sebelum memulai pembacaan Asmaul Husna. Kesunyian lingkungan sekitar seketika pecah oleh harmoni suara anak-anak yang mengagungkan kebesaran Sang Pencipta, sebuah metode yang dipercayai dapat memberikan ketenangan batin sebelum memulai proses belajar mengajar.
Kepala Sekolah SD Negeri Ranjingan, Ibu Suprihati, S.Pd., menyampaikan bahwa program tersebut merupakan pilar utama dalam kurikulum pembiasaan yang diterapkan di sekolah tersebut. Beliau menjelaskan bahwa integrasi nilai-nilai agama ke dalam aktivitas harian adalah cara paling efektif untuk membentuk etika dan disiplin siswa secara natural. Inisiatif yang digerakkan oleh Hasnah Auliyah Fitriani, S.Pd., selaku guru Pendidikan Agama Islam (PAI), mendapatkan apresiasi tinggi karena dianggap mampu menghidupkan suasana sekolah yang lebih religius dan harmonis.
Lebih lanjut, pihak sekolah menegaskan bahwa dukungan penuh dari seluruh dewan guru menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan agenda rutin tersebut. Tanpa kekompakan para pendidik dalam mendampingi dan memberikan contoh langsung, pesan-pesan moral yang ingin disampaikan tentu tidak akan sampai dengan maksimal kepada para siswa. Upaya kolektif diharapkan dapat mentransformasi kebiasaan baik di sekolah menjadi karakter yang melekat kuat bahkan saat para siswa berada di lingkungan rumah masing-masing.
Suasana semakin khidmat ketika Ibu Sudarsih, S.Pd., naik ke podium untuk memberikan tausiyah singkat namun sarat makna. Dengan tema "Menyongsong Bulan Ramadhan 1447 Hijriah," beliau membedah pentingnya persiapan mental dan fisik sebelum memasuki bulan yang penuh berkah tersebut. Para siswa tampak menyimak dengan saksama, sesekali mengangguk saat sang guru memberikan ilustrasi sederhana tentang perbuatan baik yang bisa dilakukan oleh anak-anak seusia mereka.
Dalam ceramahnya, Ibu Sudarsih menekankan bahwa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah momentum untuk melakukan "pembersihan diri" secara menyeluruh. Beliau mengajak siswa untuk mulai melatih kejujuran, kesabaran, dan empati terhadap sesama sejak dini, agar ketika bulan Ramadhan tiba, mereka sudah terbiasa dengan pola hidup yang mulia. Pesan-pesan moral tersebut disampaikan dengan bahasa yang komunikatif sehingga mudah dicerna oleh siswa dari berbagai jenjang kelas.
Penerapan nilai-nilai kebaikan melalui tausiyah tersebut dinilai sangat relevan, mengingat tantangan degradasi moral di era digital yang semakin nyata. Dengan memberikan asupan rohani secara berkala, SD Negeri Ranjingan berupaya membentengi para siswanya dengan pemahaman agama yang moderat dan aplikatif. Kegiatan tersebut ditutup dengan doa bersama, memohon agar seluruh keluarga besar sekolah diberikan kesehatan dan kekuatan untuk menjalankan ibadah puasa di tahun ini dengan sempurna.
Keberhasilan acara tersebut tentu tidak lepas dari visi besar sang pemimpin sekolah yang menginginkan perubahan nyata pada perilaku anak didiknya. Ibu Suprihati, S.Pd., selaku Kepala Sekolah, memberikan pernyataan resmi mengenai dampak jangka panjang yang diharapkan dari program Jumat Religius ini.
"Kami percaya bahwa kecerdasan intelektual harus berjalan beriringan dengan kematangan spiritual. Melalui pembiasaan Sholat Dhuha dan pembacaan Asmaul Husna secara kolektif ini, kami ingin menanamkan rasa takut kepada Tuhan dan rasa kasih kepada sesama manusia di hati setiap anak. Saya pribadi sangat bangga melihat kedisiplinan siswa hari ini; mereka bukan hanya sekadar ikut-ikutan, tapi mulai memahami esensi dari ibadah yang mereka jalankan. Kami berharap, saat memasuki Ramadhan 1447 H nanti, anak-anak kami sudah siap secara lahir dan batin untuk menjadi pribadi yang lebih bertakwa," ujar Ibu Suprihati dengan penuh optimisme.
Senada dengan Kepala Sekolah, Hasnah Auliyah Fitriani, S.Pd., sebagai inisiator teknis kegiatan ini, menekankan pentingnya konsistensi dalam pendidikan agama di level sekolah dasar.
"Anak-anak adalah peniru yang hebat. Oleh karena itu, program Jumat Religius ini dirancang agar mereka melihat bahwa guru-guru mereka pun ikut bersujud dan berdoa bersama. Target kami adalah menjadikan ibadah sebagai kebutuhan, bukan beban. Dengan menyambut Ramadhan melalui kegiatan tausiyah seperti yang disampaikan Ibu Sudarsih tadi, kita memberikan peta jalan bagi siswa mengenai apa saja target ibadah yang harus mereka capai. Ini adalah langkah kecil kami untuk mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki akhlakul karimah yang bisa dibanggakan oleh orang tua dan masyarakat," pungkas Hasnah Auliyah Fitriani.
Melalui sinergi antara kepemimpinan yang kuat, inovasi pengajaran agama, dan keterlibatan aktif seluruh elemen sekolah, SD Negeri Ranjingan kini menjadi contoh nyata bagaimana institusi pendidikan dasar mampu menjadi kawah candradimuka bagi pembentukan karakter bangsa yang religius dan berintegritas.

Posting Komentar