Latihan rutin yang digelar di halaman SDN 3 Karangmangu tersebut tidak sekadar menjadi agenda mingguan kepramukaan. Kegiatan itu dirancang sebagai wahana pembinaan karakter sekaligus penguatan kecakapan peserta didik sejak usia dini. Prosesi pelantikan enam Siaga Bantu menjadi puncak acara setelah para andik menyelesaikan seluruh tahapan SKU sesuai ketentuan Gerakan Pramuka.
Kehadiran pelatih dari Kwarcab Banyumas memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Dalam arahannya, Kak Ernawati menekankan pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat kebersamaan sebagai fondasi karakter anak-anak. Ia menyampaikan bahwa menjelang Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai spiritual sekaligus meningkatkan kualitas diri melalui kegiatan positif seperti Pramuka.
Menurutnya, pendidikan karakter tidak dapat dilepaskan dari pembiasaan dan keteladanan. Oleh karena itu, latihan rutin Pramuka harus menjadi ruang belajar yang menyenangkan sekaligus mendidik. Ia juga menegaskan bahwa kecakapan yang diperoleh melalui SKU bukan sekadar simbol kenaikan tingkat, tetapi bukti proses belajar yang sungguh-sungguh.
“Kakak-kakak Siaga yang hari ini dilantik telah menunjukkan usaha, ketekunan, dan keberanian. Ini bukan hanya tentang tanda kecakapan, tetapi tentang proses belajar menjadi pribadi yang lebih mandiri dan bertanggung jawab,” ujar Kak Ernawati dalam amanatnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah yang juga bertindak sebagai Mabigus memberikan apresiasi kepada enam andik yang berhasil menyelesaikan SKU. Ia menyebut pencapaian tersebut sebagai hasil kerja keras peserta didik yang didampingi secara konsisten oleh para pembina. Menurutnya, keberhasilan itu diharapkan menjadi motivasi bagi peserta didik lain untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan.
“Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi nanda-nanda yang lain untuk terus semangat berlatih, meningkatkan kecakapan, dan berani menantang diri menjadi lebih baik,” ungkap Megawati Purwaningrum dalam sambutannya.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa kegiatan kepramukaan di sekolah bukan hanya bertujuan memenuhi program ekstrakurikuler, melainkan bagian integral dari proses pendidikan. Melalui Pramuka, peserta didik dilatih untuk belajar bekerja sama, memimpin, dan memecahkan masalah secara mandiri. Nilai-nilai tersebut dinilai selaras dengan semangat menyambut Ramadan sebagai bulan pembinaan diri.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan penuh dari para guru pembina Pramuka di SDN 3 Karangmangu. Mereka terlibat aktif dalam mempersiapkan materi latihan, membimbing proses ujian SKU, hingga memastikan pelantikan berlangsung tertib dan khidmat. Sinergi antara kepala sekolah, pelatih dari Kwarcab, dan pembina internal sekolah menjadi kekuatan utama dalam menjaga kualitas pembinaan.
Menurut salah satu pembina, keberhasilan pelantikan enam Siaga Bantu tidak lepas dari konsistensi latihan yang dilakukan secara rutin. Ia menjelaskan bahwa peserta didik dibimbing secara bertahap untuk memahami dan mempraktikkan setiap poin dalam SKU, mulai dari keterampilan dasar kepramukaan hingga sikap disiplin dan tanggung jawab.
“Kami berusaha mendampingi anak-anak dengan pendekatan yang menyenangkan. Mereka belajar sambil bermain, tetapi tetap diarahkan untuk mencapai target kecakapan yang telah ditentukan,” ujarnya.
Kegiatan pelantikan berlangsung sederhana namun sarat makna. Para andik berdiri tegap mengikuti prosesi, mengucapkan janji, dan menerima tanda kecakapan dengan penuh kebanggaan. Orang tua yang hadir turut menyaksikan momen tersebut dengan rasa haru. Bagi sebagian peserta didik, pelantikan ini menjadi pengalaman pertama yang membekas dalam perjalanan pendidikan mereka.
Kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut mencerminkan komitmen sekolah dalam menyemai “Cikal Satria”, yakni generasi muda yang tangguh, disiplin, dan berakhlak mulia. Melalui kegiatan terarah dan berkelanjutan, sekolah berupaya menanamkan nilai kemandirian dan gotong royong sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Selain sebagai pembinaan karakter, kegiatan ini juga sejalan dengan upaya peningkatan mutu pendidikan di wilayah Purwojati. Hal tersebut merupakan bagian dari langkah strategis Korwilcam Dindik Purwojati dalam mendorong transformasi pendidikan melalui penguatan pemanfaatan informasi dan teknologi di lingkungan sekolah. Melalui sinergi program, kegiatan-kegiatan pembinaan seperti Pramuka diharapkan mampu mendukung ekosistem pendidikan yang adaptif dan inovatif.
Dalam konteks tersebut, sekolah tidak hanya menekankan pada aspek akademik, tetapi juga pada penguatan karakter dan kecakapan abad ke-21. Transformasi pendidikan yang dimaksud mencakup perubahan pola pembelajaran, pemanfaatan teknologi informasi, serta penguatan budaya literasi dan kolaborasi. Kegiatan Pramuka dinilai relevan sebagai wahana pembelajaran kontekstual yang membentuk keterampilan sosial dan kepemimpinan.
Seorang perwakilan dari unsur pengawas pendidikan setempat menyampaikan bahwa kolaborasi antara sekolah dan Kwarcab menjadi contoh praktik baik dalam pengembangan karakter peserta didik. Ia menilai kegiatan semacam ini perlu terus diperkuat agar pembinaan tidak berhenti pada seremoni, tetapi berdampak nyata dalam kehidupan sehari-hari siswa.
“Transformasi pendidikan tidak hanya berbicara tentang perangkat teknologi, tetapi juga tentang perubahan pola pikir dan budaya belajar. Pramuka menjadi salah satu ruang efektif untuk membangun karakter sekaligus kesiapan menghadapi perkembangan zaman,” tuturnya.
Menjelang Ramadan, semangat yang tercermin dalam kegiatan tersebut menjadi simbol kesiapan peserta didik untuk memasuki bulan penuh berkah dengan hati dan sikap yang lebih baik. Nilai disiplin, tanggung jawab, dan kebersamaan yang dilatih dalam Pramuka diharapkan semakin memperkuat kualitas ibadah dan perilaku sehari-hari.
Dengan kolaborasi yang solid antara sekolah, pelatih Kwarcab, pembina, dan dukungan Korwilcam Dindik Purwojati, SDN 3 Karangmangu menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi unggul. Latihan rutin Pramuka tidak lagi sekadar aktivitas ekstrakurikuler, melainkan menjadi bagian penting dari gerakan transformasi pendidikan yang menyeimbangkan kecerdasan intelektual, karakter, dan kecakapan sosial.
Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan yang konsisten dan terarah mampu melahirkan capaian positif bagi peserta didik. Enam Siaga Bantu yang dilantik hari itu bukan hanya simbol keberhasilan individu, tetapi juga representasi dari semangat kolektif dalam membangun pendidikan yang bermakna. Dengan langkah kecil namun pasti, sekolah terus bergerak menyemai generasi berkarakter demi masa depan bangsa yang lebih cerah.

Posting Komentar