Pawai Ta’aruf ini menjadi momentum istimewa bagi keluarga besar SDN 1 Tiparkidul dalam menumbuhkan semangat religius sekaligus mempererat kebersamaan. Rute pawai mengambil jalur di sekitar lingkungan sekolah dan menyusuri wilayah Desa Tiparkidul, sehingga nuansa syiar Islam terasa luas di tengah masyarakat.
Sejak pagi hari, para peserta didik telah bersiap dengan mengenakan busana muslim yang rapi dan beragam. Sebagian siswa membawa poster bertuliskan pesan-pesan Ramadan, sementara yang lain mengibarkan atribut bernuansa Islami. Sepanjang perjalanan, lantunan shalawat dan yel-yel Islami menggema, menciptakan suasana penuh semangat dan kekhidmatan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk syiar Islam sekaligus upaya menanamkan nilai-nilai keislaman kepada peserta didik sejak dini. Selain itu, pawai ini juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi siswa tentang makna menyambut Ramadan dengan hati yang gembira dan penuh persiapan. Sekolah memandang momentum ini sebagai bagian dari pendidikan karakter yang terintegrasi dalam kegiatan nyata.
Kepala sekolah dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pawai Ta’aruf merupakan kegiatan perdana yang digagas sekolah untuk menyambut Ramadan secara lebih semarak dan bermakna. Ia menilai kegiatan ini tidak sekadar seremoni, melainkan sarana pembentukan karakter religius anak-anak.
“Kegiatan pawai ta’aruf ini merupakan kegiatan perdana dari sekolah untuk menanamkan kecintaan anak-anak terhadap nilai-nilai Islam serta menyambut Ramadan dengan penuh kegembiraan,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan agama tidak hanya diberikan melalui pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang melibatkan emosi, kebersamaan, dan partisipasi aktif siswa. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda rutin tahunan yang semakin berkembang dari waktu ke waktu.
“Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar tentang ibadah, tetapi juga belajar kebersamaan, kedisiplinan, dan adab bermasyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa selama kegiatan berlangsung, para siswa diarahkan untuk menjaga ketertiban dan menghormati pengguna jalan lain. Guru-guru dan tenaga kependidikan turut mengawal barisan agar tetap rapi dan aman. Dengan pengawasan yang terkoordinasi, kegiatan berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Antusiasme peserta didik terlihat jelas sepanjang pawai. Mereka melangkah dengan penuh semangat, sesekali melambaikan tangan kepada warga yang menyaksikan dari depan rumah masing-masing. Beberapa warga tampak mengabadikan momen tersebut melalui telepon genggam, sementara yang lain memberikan senyum dan sapaan hangat kepada para peserta.
Bagi masyarakat Desa Tiparkidul, pawai tersebut menjadi hiburan sekaligus pengingat akan datangnya bulan suci. Nuansa kebersamaan terasa kental ketika sekolah dan masyarakat berbaur dalam suasana religius yang penuh kegembiraan. Dukungan orang tua juga menjadi faktor penting dalam suksesnya kegiatan tersebut.
Perwakilan wali murid yang hadir menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif sekolah. Ia menilai kegiatan seperti ini sangat positif dalam membentuk karakter religius anak sejak usia sekolah dasar.
“Kami sangat mendukung kegiatan positif seperti ini karena memberikan pengalaman berharga dan membangun karakter religius anak sejak dini,” tuturnya.
Menurutnya, pengalaman mengikuti pawai tidak hanya akan menjadi kenangan indah bagi anak-anak, tetapi juga memperkuat pemahaman mereka tentang pentingnya menyambut Ramadan dengan persiapan lahir dan batin. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan di tahun-tahun mendatang.
Pelaksanaan Pawai Ta’aruf ini juga mencerminkan sinergi yang baik antara pihak sekolah dan orang tua. Persiapan busana, atribut, hingga koordinasi teknis dilakukan melalui komunikasi yang intens. Hal tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung program-program sekolah yang berorientasi pada pembentukan karakter.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta kembali ke lingkungan sekolah dengan tertib. Wajah-wajah ceria tampak menghiasi barisan siswa yang merasa bangga telah menjadi bagian dari kegiatan tersebut. Guru-guru pun memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan semangat yang ditunjukkan peserta didik selama pawai berlangsung.
Melalui kegiatan ini, SDN 1 Tiparkidul tidak hanya menyemarakkan datangnya Ramadan 1447 H, tetapi juga menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan yang aktif menanamkan nilai-nilai religius dan sosial. Pawai Ta’aruf menjadi bukti bahwa pembelajaran dapat dikemas secara kreatif, menyenangkan, dan tetap sarat makna.
Dengan semangat kebersamaan yang terbangun, sekolah berharap peserta didik semakin siap menyambut Ramadan dengan hati yang bersih, sikap yang santun, serta semangat beribadah yang lebih baik. Syiar Islam yang menggema di Desa Tiparkidul pada pagi itu menjadi simbol bahwa pendidikan dan nilai keagamaan dapat berjalan seiring dalam membentuk generasi berkarakter.

.jpeg)
Posting Komentar