KEDUNGBANTENG — Pangkalan SD Negeri 1 Keniten, Kwartir Ranting (Kwarran) Kedungbanteng, mulai memanaskan mesin organisasi dengan mengintensifkan latihan Pramuka Siaga sebagai langkah matang menyongsong perhelatan Pesta Siaga Cabang Tahun 2026. Berpusat di lingkungan sekolah, kegiatan latihan rutin yang berlangsung pada Jumat (6/2/2026) tersebut dilaksanakan secara terprogram guna memastikan seluruh peserta didik yang tergabung dalam barung putra maupun putri memiliki kesiapan mental dan teknis yang mumpuni sebelum berlaga di tingkat kabupaten.
Langkah akselerasi latihan ini diambil untuk memperkuat fondasi keterampilan dasar kepramukaan yang meliputi kekompakan tim, kreativitas, hingga ketangkasan fisik para anggota Siaga. Fokus utama dalam pendalaman materi tersebut mencakup simulasi berbagai taman lomba yang diprediksi akan muncul dalam Pesta Siaga Cabang, di mana setiap peserta didik diajak untuk mengasah kepercayaan diri melalui permainan edukatif dan sorakan yel-yel khas Siaga yang membakar semangat.
Pihak sekolah menegaskan bahwa intensitas latihan yang ditingkatkan bukan sekadar mengejar trofi juara, melainkan sebuah manifestasi dari pembentukan karakter disiplin sejak usia dini. Melalui simulasi kegiatan yang dirancang secara khusus, para siswa diajarkan untuk memahami nilai-nilai sportivitas dan kemandirian dalam suasana yang penuh keceriaan. Upaya tersebut merupakan bagian dari strategi besar gugusdepan dalam mencetak generasi yang tangguh sekaligus memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap tantangan kelompok.
Sudarman, M.Pd., selaku Kepala SDN 1 Keniten sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan (Kamabigus), mengungkapkan kebanggaannya atas dedikasi yang ditunjukkan oleh para pembina dan antusiasme tinggi dari para peserta didik. Dalam pandangannya, rutinitas latihan ini adalah kawah candradimuka bagi anak-anak untuk belajar mengenai tanggung jawab kolektif. Ia menyatakan bahwa prestasi adalah bonus, sementara proses internalisasi nilai-nilai kebersamaan adalah tujuan utama yang harus dicapai oleh setiap anggota Pramuka di pangkalan tersebut.
“Pesta Siaga bukan hanya soal prestasi, tetapi tentang proses pembelajaran nilai-nilai kebersamaan, kemandirian, dan tanggung jawab. Kami berharap anak-anak bisa tampil percaya diri, ceria, dan menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Sudarman di sela-sela pemantauan latihan.
Lebih lanjut, Sudarman menekankan bahwa dukungan penuh sekolah terhadap kegiatan kepramukaan bersifat mutlak. Menurutnya, kurikulum kepramukaan saat ini sangat relevan sebagai pilar utama pendidikan karakter yang bersinergi dengan visi Profil Pelajar Pancasila. Ia menambahkan bahwa melalui Pramuka, siswa didorong untuk memiliki jiwa gotong royong dan kemandirian yang sulit didapatkan hanya melalui pembelajaran di dalam kelas formal.
Di sisi teknis lapangan, pola pembinaan di SDN 1 Keniten menerapkan pendekatan yang sangat spesifik mengingat rentang usia anggota Siaga yang berada pada fase bermain. Para pembina secara cermat mengemas materi teknis ke dalam balutan permainan agar beban latihan tidak dirasakan sebagai tekanan oleh siswa. Hal tersebut dilakukan agar penyerapan materi kepramukaan, seperti simpul tali, sandi sederhana, hingga pengetahuan umum, dapat berlangsung secara optimal dan natural.
Pembina Pendamping Pramuka Siaga SDN 1 Keniten, Kak Woro Kendarti, S.Pd., menjelaskan bahwa metodologi latihan yang digunakan selalu mengedepankan prinsip ramah anak. Penyesuaian metode ini dianggap krusial agar esensi dari dunia Siaga—yakni dunia kegembiraan—tetap terjaga meskipun target kompetisi di depan mata sudah mulai mendekat. Menurutnya, keberanian siswa untuk tampil di depan umum adalah indikator keberhasilan utama dari latihan intensif yang mereka jalani setiap minggunya.
“Kami mengemas latihan secara menyenangkan agar anak-anak tetap antusias. Target kami bukan hanya kesiapan teknis lomba, tetapi juga menumbuhkan keberanian, kerja sama, dan keceriaan khas Pramuka Siaga,” tutur Kak Woro menjelaskan filosofi pelatihannya.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan aktif siswa dalam setiap sesi yel-yel dan ketangkasan bertujuan untuk menghilangkan rasa cemas saat nanti harus berhadapan dengan barung dari sekolah lain. Dengan membiasakan siswa pada atmosfer kompetisi yang dibalut suasana bermain, diharapkan mentalitas "pantang menyerah" akan tumbuh dengan sendirinya tanpa merenggut kebahagiaan masa kecil mereka.
Pesta Siaga Cabang 2026 yang dijadwalkan akan digelar oleh Kwartir Cabang (Kwarcab) Banyumas pada April 2026 mendatang di Bumi Perkemahan (Buper) Jatilawang menjadi target jangka pendek yang sangat prestisius. SDN 1 Keniten optimistis bahwa dengan persiapan yang dimulai lebih awal dan dilakukan secara konsisten, mereka mampu memberikan performa terbaik. Keikutsertaan dalam ajang ini juga dipandang sebagai kesempatan emas untuk mengharumkan nama Gugusdepan serta Kwarran Kedungbanteng di level yang lebih luas.
Keseluruhan persiapan ini bukan hanya tentang bagaimana memenangkan setiap "taman" dalam perlombaan, namun juga bagaimana setiap anggota Siaga pulang membawa pengalaman berharga yang akan membekas hingga mereka dewasa. Dengan dukungan penuh dari jajaran Majelis Pembimbing Gugusdepan, orang tua, dan dedikasi para pembina, SDN 1 Keniten siap bertransformasi menjadi salah satu pangkalan yang diperhitungkan dalam peta kekuatan kepramukaan di Banyumas.
Kontributor: HUMASTIKA KWARRAN KEDUNGBANTENG


Posting Komentar