AJIBARANG, INFO BANYUMAS – Gemuruh suara gamelan dan warna-warni busana adat menyemarakkan Aula Korwilcam Dindik Ajibarang pada Sabtu (7/2/2026), saat SD Islam Terpadu (IT) Insan Cita Mulya menggelar Festival Budaya bertajuk “Jembatan Persaudaraan, Menjelajah Warisan Nusantara”. Perhelatan akbar ini tidak hanya sekadar pentas seni biasa, melainkan menjadi momentum strategis bagi penguatan identitas nasional dan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal bagi generasi Z. Di tengah kemeriahan tersebut, sebuah kabar gembira turut mewarnai acara dengan adanya komitmen bantuan anggaran pendidikan senilai Rp1 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk peningkatan mutu sekolah tersebut pada tahun 2026.
Kegiatan festival budaya tersebut dirancang sebagai wadah ekspresi bagi para siswa untuk mengenal lebih dalam kekayaan tradisi Indonesia tanpa meninggalkan nilai-nilai religiusitas. Sebagai institusi pendidikan yang mengintegrasikan nilai Islam dan nasionalisme, sekolah tersebut berupaya menanamkan kecintaan terhadap tanah air sejak usia dini melalui pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan aplikatif. Aula Korwilcam Dindik Ajibarang yang menjadi lokasi pusat kegiatan tersebut dipenuhi oleh ratusan peserta didik, orang tua, dan tamu undangan yang antusias menyaksikan setiap penampilan yang merepresentasikan keberagaman suku dari Sabang hingga Merauke.
Acara bergengsi tersebut dihadiri oleh jajaran pemangku kebijakan tingkat provinsi maupun daerah, yang memberikan sinyal kuat akan dukungan pemerintah terhadap model pendidikan berbasis budaya. Beberapa tokoh yang tampak hadir di lokasi tersebut antara lain Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Setya Ari Nugroho, SH; Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banyumas sekaligus Pengurus Yayasan Insan Cita Mulya, Joko Pramono, S.E.; serta jajaran Korwilcam Dindik Ajibarang yang diwakili oleh Armo, S.Pd.SD., M.Pd., dan Pengawas SD, Anita Wardani, S.Pd.SD., M.Pd. Kehadiran para tokoh penting tersebut memberikan legitimasi bahwa kolaborasi lintas sektoral sangat krusial dalam memajukan dunia pendidikan di wilayah Ajibarang.
Dalam keterangannya, Setya Ari Nugroho menekankan bahwa institusi pendidikan memiliki peran vital sebagai penjaga gawang kebudayaan di tengah gempuran modernisasi. Politisi tersebut menyatakan bahwa sinergi antara pihak sekolah, yayasan, dan pemerintah daerah harus terus dipupuk agar program-program inovatif seperti festival budaya tersebut dapat terus berlanjut. Selain memberikan dukungan moral, pihaknya juga membawa komitmen konkret berupa alokasi dana aspirasi pendidikan sebesar Rp1 miliar untuk tahun anggaran 2026. Dana tersebut diproyeksikan untuk mendukung sarana dan prasarana serta peningkatan kualitas pembelajaran di SD IT Insan Cita Mulya agar dapat menjadi sekolah unggulan yang representatif.
Senada dengan hal tersebut, Joko Pramono selaku perwakilan yayasan menegaskan bahwa visi besar sekolah tersebut adalah mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki mentalitas yang tangguh dan berkarakter. Pihak yayasan tersebut berkomitmen untuk terus memfasilitasi setiap bakat siswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Melalui kegiatan gelar budaya tersebut, diharapkan muncul rasa percaya diri dan kerja sama tim yang kuat di antara peserta didik, sehingga mereka siap menghadapi tantangan zaman dengan identitas bangsa yang kokoh.
Apresiasi tinggi juga datang dari pihak Korwilcam Dindik Ajibarang melalui Armo, S.Pd.SD., M.Pd., yang memandang kegiatan tersebut sebagai implementasi nyata dari pembelajaran holistik. Beliau menilai bahwa festival budaya tersebut mampu menyentuh aspek afektif siswa dengan cara yang sangat menyentuh. Selain itu, kegiatan tersebut dianggap telah memenuhi unsur pendidikan bermakna, di mana siswa tidak hanya belajar teori tentang kebudayaan di dalam kelas, tetapi mengalami langsung proses kreatif dalam melestarikan warisan leluhur yang diselaraskan dengan nilai-nilai keislaman.
Keberhasilan penyelenggaraan festival tersebut merupakan buah dari kerja keras kolektif antara guru, orang tua, dan peserta didik. Panitia penyelenggara menyebutkan bahwa persiapan intensif telah dilakukan selama beberapa bulan terakhir untuk memastikan setiap detail acara berjalan sempurna. Harapan besarnya, Festival Budaya SD IT Insan Cita Mulya ini dapat menjadi inspirasi dan barometer bagi satuan pendidikan lain di Kabupaten Banyumas dalam menyelenggarakan kegiatan edukatif yang mampu menyatukan elemen pendidikan, budaya, dan masyarakat dalam satu harmoni yang indah.
Kehadiran para tokoh dalam acara tersebut memberikan perspektif mendalam mengenai arah pendidikan masa depan. Berikut adalah pernyataan langsung dari para narasumber yang memberikan penguatan pada acara tersebut:
"Pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu di papan tulis, tapi memiliki fungsi kultural yang strategis untuk menjaga nilai-nilai bangsa. Saya sangat mengapresiasi keberanian SD IT Insan Cita Mulya dalam menggelar festival ini. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap mutu pendidikan, kami telah mengawal agar pada tahun 2026 ini, sekolah mendapatkan bantuan anggaran sebesar Rp1 miliar. Harapan kami, dana ini digunakan secara optimal untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik bagi anak-anak kita."
Joko Pramono, S.E. (Wakil Ketua DPRD & Pengurus Yayasan Insan Cita Mulya)
"Kami di jajaran yayasan tidak akan pernah berhenti mendorong agar sekolah ini terus maju dan berdaya saing. Target kita adalah menghasilkan generasi yang handal, berkarakter, serta memiliki kecakapan akademik dan non-akademik yang seimbang. Festival budaya ini adalah salah satu instrumen untuk mencapai karakter tersebut."
Armo, S.Pd.SD., M.Pd. (Perwakilan Korwilcam Dindik Ajibarang)
"Gelar budaya ini adalah wadah strategis untuk mengembangkan bakat dan kreativitas peserta didik. Kami berterima kasih kepada kepala sekolah, guru, dan para orang tua yang telah bersinergi. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran bermakna dan holistik. Siswa belajar tentang kerja sama, kepercayaan diri, dan yang terpenting adalah menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri."
Anita Wardani, S.Pd.SD., M.Pd. (Pengawas SD Korwilcam Dindik Ajibarang)
"Selaku pengawas, saya melihat adanya energi positif yang luar biasa hari ini. Festival ini menjadi jembatan bagi siswa untuk memahami bahwa perbedaan adalah kekayaan. Semoga kegiatan ini dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di wilayah Ajibarang untuk terus berinovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan."


Posting Komentar