Semarak Ukhuwah di Ujung Desa: Pawai Ramadan SDN 2 Pancurendang dan TKMNU Diponegoro 215 Satukan Langkah, Satukan Hati

 

PANCURENDANG - Suasana penuh keceriaan dan ukhuwah mewarnai jalanan desa saat SDN 2 Pancurendang bersama TKMNU Diponegoro 215 menggelar Pawai Menyambut Ramadan 1447 Hijriah, Jumat (13/02/2026) pagi. Ratusan siswa berjalan tertib menyusuri ruas jalan desa, melantunkan shalawat dan yel-yel Ramadan sebagai tanda suka cita menyambut bulan suci yang segera tiba.


Sejak pagi hari, para peserta didik dari kedua lembaga telah berkumpul di halaman sekolah dengan mengenakan busana muslim dan muslimah yang rapi dan beragam. Mereka membawa poster ajakan berpuasa, kalimat thayyibah, serta hiasan bulan sabit dan bintang yang memperindah barisan pawai. Warga sekitar tampak antusias menyaksikan iring-iringan anak-anak yang berjalan dengan penuh semangat dan keceriaan.


Kepala SDN 2 Pancurendang dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pawai, melainkan sarana pendidikan karakter religius yang dikemas secara menyenangkan dan membumi di tengah masyarakat.


“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan semangat kebersamaan dan kecintaan anak-anak terhadap bulan suci Ramadan. Sejak dini mereka perlu memahami bahwa Ramadan adalah bulan yang istimewa, penuh ibadah dan nilai-nilai kebaikan,” ujarnya.


Ia menjelaskan bahwa kolaborasi dengan TKMNU Diponegoro 215 menjadi wujud sinergi antar satuan pendidikan di lingkungan desa. Menurutnya, kebersamaan seperti ini penting untuk memperkuat silaturahmi sekaligus memberikan pengalaman sosial yang positif bagi peserta didik.


“Ketika anak-anak berjalan bersama, bernyanyi shalawat bersama, dan saling menyemangati, di situlah nilai ukhuwah tumbuh. Kami ingin mereka belajar bahwa kebersamaan adalah kekuatan,” tambahnya.


Perwakilan guru dari TKMNU Diponegoro 215 turut menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi contoh konkret sinergi pendidikan dalam membentuk karakter religius sekaligus sosial anak-anak sejak usia dini.


“Kolaborasi ini adalah langkah kecil dengan dampak besar. Anak-anak tidak hanya belajar tentang Ramadan di kelas, tetapi juga merasakannya secara langsung melalui syiar dan kebersamaan seperti ini,” tuturnya.


Pawai diawali dengan doa bersama di halaman sekolah sebelum rombongan bergerak menyusuri jalan desa. Sepanjang rute perjalanan, lantunan shalawat dan yel-yel Ramadan menggema, menciptakan suasana religius yang hangat. Beberapa warga terlihat memberikan senyum, lambaian tangan, bahkan ikut mengabadikan momen tersebut sebagai bentuk dukungan.


Salah satu siswa mengaku senang bisa mengikuti pawai bersama teman-temannya. Ia merasa kegiatan tersebut membuatnya semakin bersemangat menyambut Ramadan dan ingin belajar berpuasa dengan lebih baik.


“Senang sekali bisa ikut pawai. Rasanya seperti merayakan datangnya Ramadan bersama teman-teman. Saya jadi tidak sabar ingin berpuasa dan tarawih di masjid,” ucapnya polos.


Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan makan bersama sebagai simbol berbagi kebahagiaan. Melalui Pawai Menyambut Ramadan ini, diharapkan seluruh siswa SDN 2 Pancurendang dan TKMNU Diponegoro 215 dapat menjalankan ibadah puasa dengan penuh semangat, disiplin, dan keikhlasan, serta menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan. 


Kontributor: Resti Mulyati




Post a Comment

Lebih baru Lebih lama