SPEQTA SHOW 2026: Panggung Inklusif SMP QITA Tegaskan Prestasi Adalah Hak Setiap Anak


Purwokerto, Info Banyumas. Semangat inklusi dan apresiasi terhadap potensi setiap murid mengemuka dalam gelaran SPEQTA SHOW yang diselenggarakan oleh SMP Qaryah Thayyibah Purwokerto pada Sabtu (14/2) di Balai Desa Pandak, Kecamatan Baturaden. Melalui tema “Bersama QITA Semua Bisa Berprestasi”, sekolah yang dikenal dengan pendekatan pendidikan alternatif tersebut menegaskan bahwa prestasi bukan hanya milik segelintir siswa, melainkan ruang tumbuh bagi seluruh anak dengan keunikan masing-masing.


Kegiatan tahunan yang memadukan pentas seni dan gelar karya tersebut menjadi ajang unjuk bakat sekaligus refleksi proses belajar murid selama satu tahun terakhir. Dalam pelaksanaannya, tidak hanya peserta didik yang terlibat aktif, tetapi juga guru dan orang tua turut ambil bagian dalam berbagai penampilan kolaboratif. Tahun ini, panggung SPEQTA SHOW juga menghadirkan aksi spesial dari murid-murid PKBM Sanggar Madya Karya QITA yang baru dibuka pada tahun ajaran ini.


Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Yayasan Qaryah Thayyibah Purwokerto dan dihadiri sejumlah tokoh pendidikan serta unsur pemerintahan. Hadir dalam kesempatan itu Kepala Desa Pandak, Pengawas Pendidikan Non Formal, Kepala SKB Purwokerto, Kepala SMP Permata Hati, serta keluarga besar yayasan. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan dukungan luas terhadap model pendidikan yang dikembangkan QITA.


Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Triat Adi Yuwono menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraih lembaga pendidikan di bawah naungannya. Ia menyebut keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras dan kolaborasi seluruh elemen sekolah.


“Alhamdulillah, berkat kerja keras dan kolaborasi yang hebat dari semua pihak, banyak prestasi yang diraih. Ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami selaku pengelola yayasan. Tentu kami berdoa agar sekolah terus maju dan berkembang,” ujarnya.


Ia menegaskan bahwa konsep prestasi yang diusung QITA tidak semata-mata diukur dari trofi atau penghargaan formal, melainkan juga dari proses belajar, keberanian tampil, serta kemampuan murid mengekspresikan gagasan dan kreativitasnya. Menurutnya, panggung seperti SPEQTA SHOW menjadi medium penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan penghargaan terhadap potensi diri.


Kepala Desa Pandak, Rasito, dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada desanya sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan. Ia menilai kehadiran SMP QITA dan PKBM QITA membawa energi positif serta inspirasi bagi masyarakat sekitar.


“Desa Pandak merasa bahagia dengan kedatangan tamu yang hebat. Ternyata ini adalah sekolah yang sudah meraih prestasi internasional. Selanjutnya, kami sangat terbuka dan berharap pihak sekolah bisa menyelenggarakan kegiatan di sini lagi pada kesempatan selanjutnya,” ungkapnya.


Ia menambahkan bahwa kegiatan pendidikan yang melibatkan masyarakat secara langsung dapat mempererat hubungan antara lembaga pendidikan dan lingkungan sosialnya. Menurutnya, kolaborasi semacam ini penting untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang saling mendukung.


Apresiasi serupa disampaikan oleh Inamah selaku Pengawas Pendidikan Non Formal. Ia mengaku terharu menyaksikan keberanian murid-murid tampil di atas panggung dengan penuh percaya diri. Baginya, pendekatan pendidikan yang diterapkan QITA memberikan sudut pandang baru tentang makna prestasi.


“Saya terharu dan bangga. Sekolah ini memberikan pandangan baru tentang prestasi. Bukan hanya tentang piala, melainkan juga keberanian anak-anak dalam membuat karya dan menampilkan aksi juga bagian dari prestasi yang harus kita apresiasi. Terlebih, ini ada sekolah inklusi yang melayani berbagai anak dengan kondisi yang beragam,” tuturnya.


Menurutnya, keberagaman latar belakang dan kondisi murid justru menjadi kekuatan yang memperkaya dinamika pembelajaran. Ia menilai QITA berhasil menghadirkan ruang yang aman dan suportif bagi setiap anak untuk berkembang sesuai potensinya.


Sepanjang acara, penonton disuguhkan berbagai penampilan seni yang dikemas secara kreatif dan menarik. Drama bertema sosial, tarian tradisional dan kontemporer, pertunjukan musik, hingga pembacaan puisi kolaboratif antara orang tua dan anak menjadi rangkaian acara yang memikat. Setiap penampilan mencerminkan proses belajar yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pengalaman.


Selain pentas seni, gelar karya murid turut dipamerkan sebagai bagian dari SPEQTA SHOW. Beragam proyek kreatif, mulai dari karya tulis, produk kewirausahaan, hingga hasil eksplorasi seni rupa, ditampilkan untuk menunjukkan perjalanan belajar yang telah dilalui. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajang apresiasi terhadap kerja keras murid dalam mengembangkan minat dan bakatnya.


Kepala SMP QITA, Tofik Hidayat, menegaskan bahwa panggung SPEQTA SHOW merupakan wujud komitmen sekolah dalam memberikan ruang aktualisasi bagi setiap anak. Ia menyebut bahwa setiap murid memiliki kelebihan yang patut dihargai.


“Semua anak kami apresiasi. Setiap ada kesempatan kita ikutkan kompetisi. Ada momen, kita berikan mereka panggung untuk unjuk gigi. Karena mereka memiliki kelebihan masing-masing di berbagai bidang dan satu hal: pantang menyerah,” tegasnya.


Ia menjelaskan bahwa sekolah berupaya menyeimbangkan antara partisipasi dalam kompetisi eksternal dan penyediaan panggung internal sebagai ruang ekspresi. Menurutnya, kedua hal tersebut sama-sama penting untuk membangun mental tangguh dan rasa percaya diri murid.


Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pendidikan di QITA dirancang untuk memfasilitasi pembelajaran yang bermakna dan kontekstual. Pendekatan tersebut menempatkan murid sebagai subjek aktif yang terlibat dalam proses eksplorasi dan refleksi. Oleh karena itu, prestasi dipahami sebagai perjalanan, bukan sekadar tujuan akhir.


Keterlibatan orang tua dalam sejumlah penampilan juga menjadi sorotan dalam kegiatan tersebut. Kolaborasi yang terjalin antara sekolah dan keluarga menunjukkan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Orang tua tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga bagian dari proses tumbuh kembang anak.


Dengan suksesnya penyelenggaraan SPEQTA SHOW tahun ini, SMP QITA kembali menegaskan identitasnya sebagai sekolah inklusif yang menghargai keberagaman dan potensi individu. Panggung tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan pernyataan sikap bahwa setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk berkembang dan diapresiasi.


Dari Balai Desa Pandak, pesan itu menggema kuat: prestasi bukan monopoli segelintir orang, melainkan hak setiap anak yang mau berusaha dan berani mencoba. Melalui SPEQTA SHOW, SMP QITA menunjukkan bahwa ketika sekolah, orang tua, dan masyarakat bersinergi, ruang-ruang tumbuh bagi generasi muda akan semakin terbuka lebar.


Kontributor: SIMAS Korwilcam Dindik Kedungbanteng

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama